Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebutkan bahwa jumlah pekerja di sektor informal mengalami peningkatan di tengah tren penurunan angka pengangguran nasional. Pemerintah menilai lonjakan tersebut sejalan dengan meningkatnya aktivitas usaha masyarakat, terutama pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Airlangga menegaskan bahwa pemerintah terus mencermati pergerakan tenaga kerja di sektor formal maupun informal, sembari menyiapkan skema dorongan agar semakin banyak pelaku usaha dan pekerja yang bertransformasi ke sektor formal.
Advertisement
“Sektor informal juga meningkat karena kita melihat bahwa kegiatan yang terkait dengan UMKM, termasuk penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang meningkat,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Pantau Pelaku UMKM Lewat Sistem OSS
Untuk memastikan proses transisi sektor informal ke formal berjalan efektif, Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah telah memiliki serangkaian instrumen pemantauan terpadu.
Pemerintah memanfaatkan sistem perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik atau Online Single Submission (OSS) serta program akselerasi digitalisasi UMKM guna memantau perkembangan tersebut secara real-time.
“Kita punya beberapa mekanisme, termasuk menghitung berapa jumlah UMKM yang masuk ke sektor formal. Saat sekarang dengan adanya OSS maupun program digitalisasi UMKM ini bisa termonitor,” paparnya.
Airlangga menggarisbawahi bahwa fokus pemerintah tetap pada perluasan kesempatan kerja berlayanan formal. Kendati demikian, ia menyebutkan bahwa pertumbuhan penyerapan tenaga kerja saat ini terjadi secara simultan di kedua lini.
“Formal naik, sama-sama naik formal dan informal,” pungkas Airlangga.