3 Chef Eksplorasi Potongan Daging Sapi Australia Lebih Terjangkau Lewat Garang Asam hingga Steak Batak

Tiga chef Aussie Beef Mates hadirkan eksplorasi hidangan daging sapi Australia dengan sentuhan cita rasa lokal melalui Dining with Aussie Beef Mates Stars.

oleh Alfareza RamadhaniDiterbitkan 04 November 2026, 10:00 WIB
Aussie Beef bekerja sama dengan Pemerintah Victoria, Australia, menyelenggarakan acara “Dining with Aussie Beef Mates Stars: Celebrating the Premium Quality of Victorian Beef” yang menghadirkan tiga chef ternama dari Aussie Beef Mates untuk menunjukkan beragam cara mengolah potongan daging sapi Australia menjadi hidangan inovatif di Jakarta, Selasa, 3 November 2026. (Liputan6.com/Alfareza Ramadhani)

Liputan6.com, Jakarta - Selama ini, tenderloin dan sirloin menjadi pilihan utama dalam sajian steak, padahal beragam potongan daging sapi lainnya juga menawarkan tekstur dan cita rasa khas yang menarik dieksplorasi. Pengolahan dengan teknik yang tepat dapat menghasilkan hidangan istimewa, sekaligus memperkaya pilihan menu berbahan daging sapi.

Tiga chef memperkenalkan beragam kreasi berbahan daging sapi Australia dengan memanfaatkan secondary cuts. Pilihan potongannya meliputi oyster blade, chuck, skirt steak, hingga flat iron steak. 

Andrew Cox, General Manager International Markets Meat & Livestock Australia (MLA), mengatakan pemanfaatan berbagai potongan daging sapi dapat membuka peluang baru bagi industri kuliner.

Inisiatif ini juga bertujuan menjaga minat konsumen terhadap daging sapi dengan menghadirkan lebih banyak pilihan potongan yang dapat diolah menjadi hidangan berkualitas dengan biaya lebih terjangkau.

"Daging sapi Australia menawarkan lebih dari sekadar potongan premium yang selama ini dikenal konsumen. Melalui kolaborasi dengan Pemerintah Victoria dan para chef Aussie Beef Mates, kami ingin menunjukkan bagaimana beragam potongan daging sapi lainnya dapat diolah menjadi hidangan istimewa," kata Andrew di Jakarta, Selasa, 3 November 2026.

Sebagai bagian dari program, Aussie Meat Academy juga mengadakan lokakarya yang membekali peserta dengan pengetahuan tentang pemilihan bagian daging, persiapan, dan teknik pengolahan sesuai karakteristik setiap potongan. Hasil praktik peserta kemudian diolah menjadi hidangan untuk disajikan pada para tamu.

Sajian Daging Sapi dengan Garang Asam

Aussie Beef bekerja sama dengan Pemerintah Victoria, Australia, menyelenggarakan acara “Dining with Aussie Beef Mates Stars: Celebrating the Premium Quality of Victorian Beef” yang menghadirkan tiga chef ternama dari Aussie Beef Mates untuk menunjukkan beragam cara mengolah potongan daging sapi Australia menjadi hidangan inovatif di Jakarta, Selasa, 3 November 2026. (Liputan6.com/Alfareza Ramadhani)

Chef Freddie Salim menghadirkan beef garang asam dengan oyster blade dari sapi Australia yang 100 persen diberi pakan rumput. Terinspirasi perjalanan kulinernya ke Jawa Tengah, ia memadukan potongan daging tersebut dengan cita rasa masakan Indonesia melalui kuah aromatik berbahan asam jawa dan belimbing wuluh.

Untuk menghadirkan pengalaman makan berbeda, Freddie menerapkan dua teknik pengolahan. Sebagian daging dimasak perlahan dengan teknik braising, sementara bagian lainnya diiris tipis lalu dipanggang pada satu sisi menggunakan torch.

Teknik ini menjaga kelembutan daging sebelum berpadu dengan kuah panas yang mematangkannya secara perlahan. Berbeda dari garang asam yang umumnya menggunakan santan, Freddie memilih tidak menambahkan bahan tersebut.

Daun ketumbar dan bawang goreng melengkapi hidangan ini, menghadirkan sentuhan akhir yang berbeda dari garang asam pada umumnya.

Chuck Roast dengan Sambal Luat

Aussie Beef bekerja sama dengan Pemerintah Victoria, Australia, menyelenggarakan acara “Dining with Aussie Beef Mates Stars: Celebrating the Premium Quality of Victorian Beef” yang menghadirkan tiga chef ternama dari Aussie Beef Mates untuk menunjukkan beragam cara mengolah potongan daging sapi Australia menjadi hidangan inovatif di Jakarta, Selasa, 3 November 2026. (Liputan6.com/Alfareza Ramadhani)

Chef Edi Pancamala mengolah potongan bahu sapi menjadi hidangan chuck roast sambal luat. Bagian ini juga dapat digunakan untuk membuat beberapa jenis steak, seperti Denver steak, chuck eye steak, dan Sierra steak, yang memiliki karakter tekstur berbeda.

Pada hidangan ini, rasa gurih daging sapi berpadu dengan sambal luat khas Nusa Tenggara Timur yang pedas dan segar. Sedikit rasa asam memberikan kontras terhadap gurihnya daging, sementara racikan cabai menambah sensasi pedas pada setiap suapan.

Tak ketinggalan,  Chef Fernando Sindu menghadirkan grilled Batak skirt steak menggunakan skirt steak Sher Wagyu MB9+. Potongan daging dengan marbling tinggi ini dipanggang dan disajikan bersama racikan rempah Batak, sambal andaliman, serta acar salad lokio. 

Perpaduan Skirt Steak dengan Rempah Batak

Aussie Beef bekerja sama dengan Pemerintah Victoria, Australia, menyelenggarakan acara “Dining with Aussie Beef Mates Stars: Celebrating the Premium Quality of Victorian Beef” yang menghadirkan tiga chef ternama dari Aussie Beef Mates untuk menunjukkan beragam cara mengolah potongan daging sapi Australia menjadi hidangan inovatif di Jakarta, Selasa, 3 November 2026. (Liputan6.com/Alfareza Ramadhani)

Racikan bumbu khas Batak yang digunakan Chef Fernando Sindu terdiri dari bawang merah, bawang putih, kunyit, serta andaliman. Rempah dari kawasan Toba tersebut memberikan aroma kuat dan karakter rasa tersendiri pada hidangan.

Saat dicicipi, saus rempah Batak terasa cukup dominan dengan aroma kunyit dan bumbu yang menonjol. Andaliman memberikan sensasi khas tanpa membuat lidah terasa kebas, sementara sambal cabai rawit hijau menambah tingkat kepedasan yang lebih tajam.

Dagingnya tetap terasa juicy dan gurih, berpadu dengan bumbu tanpa kehilangan cita rasa aslinya. Selain hidangan tersebut, Fernando juga menyajikan slow-cooked beef and porcini risotto menggunakan oyster blade Wanderer MB3+, serta chipotle carne asada taco dengan flat iron steak. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya