Liputan6.com, Jakarta - Program Pembiayaan PNM Mekaar atau Kredit Perempuan Prasejahtera (KPPS) dengan suku bunga 8% ditargetkan mulai berjalan pada pekan kedua November 2026. Adapun uji coba program itu telah dilakukan sejak tiga bulan lalu.
Demikian disampaikan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), Hery Gunardi usai menghadiri Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin, (2/11/2026). “Siap, siap udah pilot (uji coba) kok tiga bulan yang lalu,” tutur Hery, dikutip dari Antara.
Advertisement
Lewat program itu, nasabah mendapatkan pembiayaan produktif dengan suku bunga atau marjin flat 8% per tahun dan plafon hingga Rp 15 juta per akad.
Besaran bunga yang dibayarkan nasabah tersebut lebih rendah dibandingkan suku bunga sebelumnya yang berkisar 18-25% per tahun.
Hery menuturkan, skema pembiayaan tersebut menerapkan subsidi bunga dari pemerintah. Dengan demikian, total bunga kredit sebesar 18%, dengan 8% dibayarkan oleh debitur dan 10 persen sisanya ditanggung pemerintah.
“Itu suku bunga kreditnya 18%. 8% dibayar oleh debiturnya, 10% subsidi dari pemerintah,” kata Hery.
Ia menuturkan, pemerintah saat ini masih mempersiapkan dan mengevaluasi pelaksanaan program tersebut sebelum diterapkan secara penuh.
Penerapan program ditargetkan mulai pekan kedua November 2026.
“Karena ini masih bahas kesiapan. Belum (implementasi), nanti mungkin sisa tahun ini belum full,” kata dia.
Siapkan Anggaran Rp 2,6 Triliun
Adapun Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp 2,6 triliun untuk subsidi bunga Program Pembiayaan PNM Mekaar dengan suku bunga yang dibayarkan nasabah sebesar 8%.
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengatakan anggaran tersebut disiapkan untuk mendukung pelaksanaan program hingga akhir Desember 2026.
"Sementara ini, tadi untuk sampai akhir Desember sudah disiapkan kurang lebih sekitar Rp 2,6 triliun. Nanti akan kita exercise kembali Rp 2,6 triliun itu, dan berdasarkan constraint waktu yang tinggal 2 bulan ini bisa mengcover berapa nasabah,” kata Maman saat ditemui usai Rakortas Kredit Pemberdayaan Perempuan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin.
Maman menuturkan, pelaksanaan program tersebut mundur dari jadwal awal karena pemerintah terlebih dahulu melakukan uji coba lapangan terhadap sekitar 2.000 nasabah PNM Mekaar.
"Kenapa ini agak mundur dari jadwal awalnya? Karena kan kita mau uji coba lapangan dulu, jadi tidak langsung semuanya kita implementasikan. Jadi kita uji coba lapangan dan alhamdulillah hasil dari uji coba tersebut itu kurang lebih sekitar 2.000-an ibu-ibu nasabah Mekaar, ada beberapa catatan-catatan, alhamdulillah itu sudah kita evaluasi,” jelasnya.
Maman memastikan skema pembiayaan PNM Mekaar dengan suku bunga flat 8 persen bagi nasabah akan diberlakukan secara permanen.