Lagi, Warga Buyat Didatangkan ke Jakarta

Tujuan membawa mereka ke Jakarta untuk meyakinkan pemerintah tentang penderitaan yang dialami warga Buyat akibat pencemaran. LBH Kesehatan akan mensomasi Lembaga Eijkman dan Rumah Sakit MMC.

oleh Liputan6Diterbitkan 03 Agustus 2004, 08:52 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Sebanyak 11 warga Buyat, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, kembali akan didatangkan ke Jakarta. Menurut rencana, Selasa (3/8) pagi ini, mereka akan diberangkatkan dari Manado, Sulut, dengan menggunakan pesawat udara. Menurut Agus Pasaribu, ketua Tim Kuasa Hukum Lembaga Bantuan Hukum Kesehatan, tujuan membawa mereka ke Jakarta untuk meyakinkan pemerintah tentang penderitaan yang dialami warga Buyat akibat pencemaran. Sebab, sejak kasus ini mencuat, pemerintah hanya mengakui empat orang warga Buyat yang menderita akibat pencemaran.

Selama berada di Jakarta, ke-11 warga Buyat itu akan ditangani secara medis dan akan diperiksakan ke laboratorium. Tapi bukan lagi Lembaga Eijkman, Rumah Sakit Cipto Mangunkosumo, Jakarta, yang akan menangani mereka. Sebab, LBH Kesehatan menilai Lembaga Eijkman tidak independen dan merasa inferior jika berhadapan dengan pemerintah dan perusahaan besar seperti Newmont.

LBH Kesehatan juga sepertinya tak akan membiarkan Lembaga Eijkman karena persoalan tersebut. Menurut rencana, mereka akan menyomasi lembaga tersebut. Asal tahu saja, semula, Lembaga Eijkman sempat akan memeriksa sampel rambut, darah, dan kuku empat warga Buyat dalam waktu sepekan [baca: Empat Penduduk Teluk Buyat Diperiksa di RSCM]. Setelah masa tenggat habis, lembaga itu mengaku tidak memiliki perangkat yang cukup untuk memeriksa.

Tak hanya Lembaga Eijkman yang akan disomasi. Rumah sakit Metropolitan Medical Centre (MMC) yang pernah merewat empat warga Buyat juga akan disomasi untuk yang kedua kalinya. Sebab, jawaban MMC atas somasi pertama dinilai tidak sesuai dengan harapan [baca: LBH Kesehatan Akan Mensomasi MMC]. MMC diminta tidak merasa inferior jika berhadapan dengan PT Newmont yang diduga telah mencemari Teluk Buyat.(AWD/Erika Panjaitan dan Doni Indradi)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya