Danantara Siapkan Peta Jalan Investasi Teknologi

Danantara ingin mendorong transformasi ekonomi dan industri Indonesia.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 27 Oktober 2026, 08:45 WIB
CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani di Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026, Senin, (26/10/2026). (Foto: Liputan6.com/Tira Santia)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mendorong pengembangan investasi berbasis teknologi untuk mempercepat transformasi industri dan menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.

CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, sinergi antara inovasi, investasi, dan kolaborasi menjadi kunci untuk mengubah teknologi menjadi kapabilitas industri yang mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Rosan dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026. Melalui forum ini, Danantara berupaya membangun kemitraan strategis sekaligus membuka pelua2ng investasi dengan melibatkan modal dan keahlian global.

Rosan menuturkan, Danantara memiliki ambisi untuk mendorong transformasi ekonomi dan industri Indonesia melalui kerja sama jangka panjang. Oleh karena itu, hasil forum diharapkan tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi berlanjut menjadi proyek investasi konkret.

"Keberhasilan forum ini tidak akan diukur dari diskusi yang kita lakukan selama tiga hari ke depan, melainkan dari apa yang terjadi setelahnya," ujar Rosan dalam TIFF 2026, ditulis Selasa (27/10/2026).

Menurut Rosan, salah satu upaya yang dilakukan adalah mengubah proyek-proyek berdampak tinggi di sektor swasta menjadi peluang investasi yang layak secara finansial atau bankable. Dengan demikian, proyek tersebut berpotensi menarik pendanaan sekaligus mendukung pengembangan industri nasional.

 

Investasi Teknologi Menyasar Berbagai Sektor

CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani di Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026, Senin, (26/10/2026). (Foto: Liputan6.com/Tira Santia)

Untuk mendukung ambisi tersebut, Danantara membahas peluang pengembangan investasi di berbagai sektor strategis, mulai dari kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), infrastruktur digital, kemaritiman, hingga inovasi digital dan keuangan.

Sektor lainnya yang turut menjadi perhatian meliputi kelistrikan, mobilitas, dan penerbangan. Berbagai sektor ini dibahas dalam rangkaian lokakarya Road to DTIIF yang telah berlangsung sejak September 2026.

"Terkait untuk membahas berbagai sektor mulai dari AI dan infrastruktur digital, kemaritiman, inovasi digital dan keuangan, hingga kelistrikan, mobilitas, dan penerbangan," ujarnya.

Kegiatan tersebut mempertemukan badan usaha milik negara (BUMN), para menteri, regulator, serta mitra terkait untuk menjajaki peluang kolaborasi dan pengembangan investasi.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya