Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut baik usulan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad terkait penguatan pasar modal Indonesia di tengah sorotan lembaga indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Usulan tersebut disampaikan Dasco melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Ia mengungkapkan gagasan agar Indonesia dapat menentukan peringkat (rating) sendiri untuk pasar modal domestik.
Advertisement
"Di bursa kita, bersama akan kita buat dan tentukan rating kita sendiri. Kita bersatu, bergerak, dan berjuang. Menuju Bangsa Pemenang!" kata Dasco dalam unggahannya, dikutip Senin (26/10/2026).
Pernyataan tersebut muncul setelah MSCI mengusulkan penurunan status pasar saham Indonesia dari kategori Emerging Market menjadi Stand Alone Market pada Oktober 2026.
Menanggapi hal itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik dukungan yang diberikan kepada pasar modal Indonesia.
Meski demikian, Hasan belum menjelaskan lebih lanjut mengenai gagasan menentukan rating pasar modal sendiri. Ia menyatakan bahwa OJK akan melakukan koordinasi lebih lanjut terkait hal tersebut.
"Kami tentu selalu menyambut baik ya dukungan yang diberikan dan koordinasi yang baik selama ini. Hal-hal yang positif yang diberikan tentu akan menguatkan terus kondisi pasar modal kita. Untuk hal yang spesifik seperti yang ditanyakan, nanti pada waktunya kami akan koordinasi lebih lanjut ya," jelas Hasan.
MSCI Bakal Umumkan Juni 2027
Mengutip laman MSCI, perusahaan keuangan global ini akan mengumumkan keputusan akhirnya pada akhir Juni 2027, dan dapat memberikan informasi terkini mengenai masukan dari pelaku pasar selama periode konsultasi berlangsung.
Perpindahan ke status pasar mandiri akan mengeluarkan saham-saham Indonesia dari indeks pasar berkembang dan pasar perbatasan (frontier market) MSCI.
Hal ini berpotensi mendorong dana investasi yang mengacu pada indeks-indeks tersebut untuk meninjau ulang atau melepas kepemilikan mereka di Indonesia.