Jejak Kaki Dinosaurus Pemakan Daging Berusia 120 Juta Tahun Ditemukan di Thailand

Pemerintah setempat tengah mempertimbangkan langkah perlindungan dan pengembangan lokasi penemuan jejak kaki ini untuk kepentingan penelitian serta pariwisata.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 24 Oktober 2026, 09:00 WIB
Sebagian jejak kaki dinosaurus yang telah menjadi fosil ditemukan di Provinsi Udon Thani, Thailand. (Dok. Departemen Sumber Daya Mineral Thailand)

Liputan6.com, Bangkok - Para ahli paleontologi memastikan enam jejak kaki fosil yang ditemukan di Provinsi Udon Thani, Thailand, berasal dari dinosaurus pemakan daging yang hidup sekitar 120 juta tahun lalu. 

Mengutip laporan Bangkok Post, Departemen Sumber Daya Mineral Thailand mengumumkan hasil pemeriksaan tersebut pada Selasa (20/10/2026). Ini merupakan penemuan pertama jejak kaki dinosaurus pemakan daging di Udon Thani, provinsi yang terletak di wilayah timur laut Thailand.

Pengumuman itu disampaikan setelah tim melakukan pemeriksaan di kawasan Phu Phra Bat, Distrik Ban Phue, tempat jejak kaki tersebut ditemukan oleh Pichai Prathetsena.

Nipon Chamnongsirisak, Wakil Sekretaris Tetap Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Departemen Sumber Daya Mineral, mengatakan telah menugaskan sejumlah pihak untuk menyelidiki temuan tersebut.

Penyelidikan melibatkan Divisi Perlindungan Fosil dan Kantor Regional 2 Departemen Sumber Daya Mineral, bersama petugas Taman Nasional Phu Hin Chom That-Phu Phra Bat, Departemen Seni Rupa Thailand, serta sejumlah instansi terkait lainnya.

Hasil pemeriksaan menunjukkan keenam jejak kaki itu membentuk satu rangkaian yang ditinggalkan oleh dinosaurus kelompok theropoda. Kelompok ini mencakup dinosaurus pemakan daging yang berjalan menggunakan dua kaki.

Jejak tersebut ditemukan pada lapisan batu pasir Formasi Phu Phan yang berasal dari awal Zaman Kapur, sekitar 120 juta tahun lalu.

Setiap jejak memiliki tiga jari dengan ujung meruncing yang terlihat jelas. Ukurannya sekitar 29 sentimeter panjang dan 26 sentimeter lebar.

Berdasarkan ukuran jejak kaki tersebut, para peneliti memperkirakan dinosaurus itu memiliki tinggi sekitar 1,42 meter hingga bagian pinggul, dengan panjang tubuh sekitar 6,3 meter.

Ukuran tubuhnya diperkirakan sebanding dengan Siamotyrannus isanensis, spesies dinosaurus theropoda yang telah punah dan sebelumnya ditemukan di Thailand. Spesies tersebut hidup pada periode geologi yang sama.

Menindaklanjuti temuan ini, Departemen Sumber Daya Mineral telah mengusulkan agar Departemen Taman Nasional, Satwa Liar, dan Konservasi Tumbuhan bersama Departemen Seni Rupa Thailand menetapkan kawasan perlindungan di sekitar lokasi penemuan.

Usulan tersebut bertujuan mencegah kerusakan jejak kaki fosil akibat aktivitas pengunjung.

Selain perlindungan dari aktivitas manusia, langkah untuk mencegah pengikisan batuan akibat aliran air turut dipertimbangkan.

Lokasi penemuan tersebut juga direncanakan untuk dikembangkan menjadi salah satu pusat penting di tingkat nasional bagi penelitian dan kajian geologi serta fosil, sekaligus sebagai tujuan wisata.

Jika diterapkan, langkah perlindungan itu akan mengacu pada Pasal 25 Undang-Undang Perlindungan Fosil Tahun 2008, yang menjadi dasar hukum perlindungan situs fosil di Thailand.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya