Jumlah Pengangguran di Indonesia Capai 7,24 Juta Orang

Data Sakernas Februari 2026 mencatat 7,24 juta pengangguran di Indonesia, terdiri dari 4,56 juta laki-laki dan 2,69 juta perempuan.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 21 Oktober 2026, 15:20 WIB
Sejumlah pencari kerja memadati arena Job Fair di kawasan Jakarta. Job Fair tersebut digelar dengan menawarkan lowongan berbagai sektor untuk mengurangi angka pengangguran. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,24 juta orang pada Februari 2026. Angka tersebut berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) dan diolah Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatik) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

Mengutip Satudata Kemnaker, Rabu (21/10/2026), berdasarkan data Penduduk Usia Kerja (PUK) periode Februari 2026, jumlah pengangguran terdiri dari 4.556.224 laki-laki dan 2.687.381 perempuan. Dengan demikian, total pengangguran tercatat sebanyak 7.243.605 orang.

Data yang sama menunjukkan jumlah penduduk usia kerja di Indonesia mencapai 219,54 juta orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 147,67 juta orang tercatat bekerja.

Sementara itu, penduduk yang memiliki kegiatan utama bersekolah mencapai 16,86 juta orang. Adapun penduduk yang mengurus rumah tangga tercatat sebanyak 39,28 juta orang, sedangkan 8,49 juta orang masuk kategori kegiatan lainnya.

Angka tersebut menggambarkan kondisi penduduk usia kerja Indonesia berdasarkan kegiatan utamanya pada Februari 2026. Namun, jumlah pengangguran perlu dibedakan dari total penduduk yang tidak bekerja karena tidak semua orang yang tidak bekerja masuk dalam kategori pengangguran.

 

Pengangguran Laki-Laki Lebih Banyak

Sejumlah pencari kerja memadati arena Job Fair di kawasan Jakarta. Job Fair tersebut digelar dengan menawarkan lowongan berbagai sektor untuk mengurangi angka pengangguran. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Berdasarkan jenis kelamin, jumlah pengangguran laki-laki lebih besar dibandingkan perempuan.

Pengangguran laki-laki mencapai sekitar 4,56 juta orang atau 62,9 persen dari total pengangguran. Sementara itu, jumlah pengangguran perempuan tercatat sekitar 2,69 juta orang atau 37,1 persen.

Di sisi lain, jumlah penduduk laki-laki yang bekerja mencapai 88,75 juta orang. Adapun penduduk perempuan yang bekerja tercatat sebanyak 58,92 juta orang.

Perbedaan jumlah tersebut menunjukkan bahwa komposisi penduduk yang bekerja maupun menganggur tidak sama antara laki-laki dan perempuan. Meski demikian, jumlah absolut pengangguran belum cukup untuk menjelaskan tingkat kesulitan memperoleh pekerjaan pada masing-masing kelompok.

Untuk mengetahui tingkat pengangguran terbuka (TPT), diperlukan perbandingan jumlah pengangguran dengan total angkatan kerja, yakni penduduk yang bekerja ditambah pengangguran.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya