Liputan6.com, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan penyesuaian batasan Auto Rejection Bawah (ARB) Efek bersifat Ekuitas menjadi asimetris sebesar 7%. Hal ini untuk memastikan perdagangan efek dapat berjalan secara teratur, wajar dan efisien serta menjaga volatilitas pasar.
"Penyesuaian ini juga bertujuan memberikan kesempatan bagi investor untuk mengevaluasi dan mencerna informasi yang tersedia, sehingga dapat membantu proses pengambilan keputusan investasi secara lebih baik berdasarkan kondisi fundamental perekonomian Indonesia,” ujar Sekretaris Perusahaan BEI Elsierra Putri Yosita, dalam keterangan resmi, Senin, (19/10/2026).
Advertisement
Penyesuaian peraturan tersebut diberlakukan melalui Surat Keputusan Direksi (SK) BEI terbaru Nomor Kep-00157/BEI/10-2026 perihal Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas, yang menggantikan ketentuan sebelumnya dalam SK BEI Nomor Kep-00136/BEI/09-2026.
Ketentuan terbaru ini efektif diberlakukan sejak 19 Oktober 2026 sampai dengan 31 Desember 2026, dan akan dievaluasi kembali mengikuti perkembangan yang terjadi di pasar. Perubahan ARB dimaksud, adalah sebagai berikut:
a.Saat ini:
Rp 1-Rp 10
Auto Rejection Atas (ARA): Rp 10
Auto Rejection Bawah (ARB): Rp 1
Rp 11-<Rp 200
Auto Rejection Atas (ARA): 35%
Auto Rejection Bawah (ARB): 15%
>Rp 200-<Rp 5.000
Auto Rejection Atas (ARA): 25%
Auto Rejection Bawah (ARB): 15%
>Rp 5.000
Auto Rejection Atas (ARA): 25%
Auto Rejection Bawah (ARB): 15%
b.Perubahan
Rp 1-Rp 10
ARA: Rp 1
ARB: Rp 1
Rp 11-<Rp 200
ARA: 35%
ARB: 7%
>Rp 200-Rp 5.000
ARA: 25%
ARB:7%
>Rp 5.000
ARA: 20%
ARB: 7%