Liputan6.com, Jakarta - Cara buat kamar mandi tetap wangi bisa dimulai dengan menjaga kebersihan dan mengurangi kelembapan ruangan. Sisa sabun, kotoran, saluran air tersumbat, hingga pertumbuhan jamur dapat memicu bau tak sedap jika tidak dibersihkan secara rutin.
Karena itu, cara buat kamar mandi tetap wangi tidak cukup hanya dengan menyemprotkan pengharum ruangan. Kamu juga perlu membersihkan area yang menjadi sumber bau, menjaga sirkulasi udara, serta memastikan handuk dan keset tidak terus-menerus lembap.
Ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa diterapkan agar kamar mandi tetap bersih, segar, dan nyaman digunakan setiap hari. Berikut langkah-langkah yang bisa kamu coba di rumah, Liputan6.com, Minggu (18/10/2026).
Advertisement
1. Bersihkan Kloset Secara Rutin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5464003/original/002364800_1767676421-unnamed__8_.jpg)
Kloset menjadi salah satu area yang perlu mendapat perhatian khusus karena dapat menimbulkan bau jika tidak dibersihkan secara teratur. Sisa kotoran dan endapan pada permukaan kloset bisa menjadi sumber aroma tidak sedap, terutama jika bagian dalam mangkuk dan area sekitarnya jarang dibersihkan.
Gunakan pembersih kloset sesuai petunjuk pada kemasan, lalu sikat bagian dalam mangkuk hingga ke bawah bibir kloset. Bersihkan juga dudukan, tutup, tombol penyiram, dan lantai di sekelilingnya menggunakan produk yang sesuai. Setelah itu, bilas atau lap permukaan sesuai petunjuk produk.
2. Bersihkan Saluran Pembuangan Air
Saluran pembuangan yang tersumbat rambut, sisa sabun, dan kotoran dapat memicu bau tidak sedap. Jika dibiarkan, penumpukan tersebut juga bisa menghambat aliran air dan membuat kamar mandi terasa kurang bersih.
Angkat rambut dan kotoran yang terlihat pada saringan saluran secara berkala. Bersihkan bagian yang dapat dijangkau tanpa membongkar instalasi, lalu bilas sesuai petunjuk perawatan saluran. Jika bau terus muncul meskipun saluran sudah dibersihkan, periksa kemungkinan adanya sumbatan atau masalah pada perangkap air saluran pembuangan.
Hindari mencampurkan berbagai cairan pembersih, terutama pemutih dengan cuka, pembersih asam, atau produk yang mengandung amonia, karena dapat menghasilkan gas berbahaya.
Advertisement
3. Pel Lantai dan Bersihkan Sela Keramik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5494234/original/083142100_1770282008-mengepel_kamar_mandi.jpg)
Lantai kamar mandi sering terkena air, sabun, dan sisa kotoran yang dapat menimbulkan bau jika menumpuk. Oleh sebab itu, bersihkan lantai secara rutin menggunakan cairan pembersih yang sesuai dengan jenis permukaannya.
Jangan lupa memperhatikan sudut ruangan, bagian belakang kloset, serta sela-sela keramik yang mudah luput dari perhatian. Gunakan sikat kecil untuk membersihkan bagian yang sulit dijangkau. Setelah selesai, bilas jika diperlukan dan pastikan lantai tidak terus-menerus basah agar kelembapan tidak berlebihan.
4. Ganti Handuk dan Keset Secara Berkala
Handuk dan keset yang lembap terlalu lama dapat menimbulkan bau apek. Kondisi tersebut juga mendukung pertumbuhan mikroorganisme, terutama jika kain tidak mendapatkan kesempatan untuk mengering dengan baik.
Ganti handuk secara teratur dan cuci keset sesuai tingkat pemakaian. Setelah digunakan, gantung handuk hingga terbentang agar lebih cepat kering. Keset sebaiknya dijemur atau dikeringkan setelah terkena banyak air. Pastikan keduanya benar-benar kering sebelum digunakan kembali atau disimpan.
5. Pastikan Ventilasi Kamar Mandi Berfungsi Baik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354319/original/095146100_1790047847-97c826ea-41c0-4843-b463-b1bd80bd7dd1.jpg)
Sirkulasi udara yang buruk membuat uap air bertahan lebih lama di dalam kamar mandi. Akibatnya, ruangan menjadi lembap dan berisiko mengalami pertumbuhan jamur yang dapat memunculkan bau apek.
Jika kamar mandi memiliki jendela, bukalah setelah mandi untuk membantu pertukaran udara. Kamu juga bisa menggunakan exhaust fan dan menyalakannya selama beberapa waktu setelah mandi. Bersihkan ventilasi secara berkala agar debu tidak menghambat aliran udara.
Untuk kamar mandi tanpa jendela, pastikan sistem ventilasinya berfungsi dengan baik dan tidak membiarkan ruangan terus-menerus tertutup dalam kondisi lembap.
6. Keringkan Area yang Sering Basah
Selain ventilasi, kebiasaan mengeringkan permukaan kamar mandi juga berpengaruh terhadap kesegarannya. Air yang terus menggenang di lantai, sudut ruangan, atau sekitar wastafel dapat membuat area tersebut lembap lebih lama.
Gunakan alat penarik air atau floor squeegee untuk mengarahkan air ke saluran pembuangan setelah mandi. Lap bagian wastafel dan keran jika masih basah. Kebiasaan sederhana ini membantu mengurangi kelembapan sekaligus membuat kamar mandi terlihat lebih rapi.
Advertisement
7. Gunakan Pengharum Ruangan Secukupnya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5559266/original/007637700_1776560784-unnamed__53_.jpg)
Setelah sumber bau dibersihkan, kamu bisa menggunakan pengharum ruangan untuk menambahkan aroma segar. Pilih produk sesuai ukuran kamar mandi dan preferensi aroma, misalnya wangi citrus, lavender, atau bunga yang lembut.
Pengharum tersedia dalam bentuk semprotan, gel, maupun perangkat otomatis. Letakkan produk sesuai petunjuk pemakaian dan jauhkan dari jangkauan anak-anak serta hewan peliharaan. Pastikan juga penggunaannya tidak mengganggu orang yang sensitif terhadap wewangian.
Perlu diingat, pengharum ruangan hanya membantu menyamarkan atau memberikan aroma tambahan. Produk ini tidak menggantikan pembersihan jika bau berasal dari kotoran, jamur, atau saluran pembuangan.
8. Manfaatkan Pewangi Alami
Jika tidak ingin menggunakan pengharum sintetis, kamu bisa memilih alternatif beraroma alami. Misalnya, bunga segar dalam vas kecil atau diffuser dengan minyak esensial yang digunakan sesuai petunjuk produk.
Pilih bahan yang cocok untuk ruangan lembap dan jangan meletakkannya di area yang mudah terkena cipratan air. Jika menggunakan diffuser, perhatikan keamanan pemakaian dan pastikan aromanya tidak terlalu kuat.
Bunga dan minyak esensial dapat membantu menciptakan suasana yang lebih menyenangkan, tetapi tidak selalu mampu menghilangkan sumber bau. Karena itu, kebersihan dan ventilasi tetap menjadi prioritas.
9. Letakkan Penyerap Bau di Tempat yang Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4979789/original/099217400_1729842528-pexels-christa-grover-977018-1910472.jpg)
Bahan seperti arang aktif dan produk penyerap bau khusus dapat membantu mengurangi aroma tidak sedap di ruang tertutup. Letakkan penyerap bau sesuai petunjuk penggunaan di tempat yang aman dan tidak terkena air secara langsung.
Soda kue juga kerap digunakan sebagai pilihan rumahan untuk membantu menyerap aroma tertentu. Namun, efektivitasnya terbatas dan tidak dapat menggantikan pembersihan sumber bau. Ganti bahan atau produk penyerap sesuai petunjuk agar tetap berfungsi dengan baik.
Hindari meletakkan bahan-bahan tersebut dalam wadah terbuka yang mudah tumpah atau dapat dijangkau anak-anak maupun hewan peliharaan.
10. Jaga Kamar Mandi Tetap Rapi
Barang yang menumpuk di kamar mandi dapat menghambat proses pembersihan dan membuat sudut ruangan lebih sulit dikeringkan. Botol sabun kosong, kemasan produk bekas, serta perlengkapan yang tidak digunakan sebaiknya segera disingkirkan.
Simpan perlengkapan mandi dalam wadah yang mudah dibersihkan dan pastikan bagian bawahnya tidak terus-menerus basah. Bersihkan wadah sabun serta area sekitar wastafel secara berkala agar tidak ada sisa produk yang menumpuk.
Â
Pertanyaan Seputar Cara Buat Kamar Mandi Tetap Wangi
Mengapa kamar mandi sering bau tak sedap?
Bau tak sedap di kamar mandi seringkali berasal dari penumpukan kotoran, jamur, atau bakteri di berbagai sudut, serta kelembaban yang tinggi akibat ventilasi buruk. Saluran pembuangan yang tersumbat dan handuk atau keset yang lembab juga menjadi sumber umum bau.
Bagaimana cara membersihkan kloset agar tidak bau?
Kloset harus dibersihkan secara teratur menggunakan sikat kloset dan cairan pembersih khusus. Penting untuk memilih pembersih yang mengandung disinfektan untuk membunuh bakteri dan menghilangkan noda penyebab bau.
Apa saja pewangi alami yang bisa digunakan di kamar mandi?
Pewangi alami yang efektif untuk kamar mandi meliputi lilin aromaterapi, diffuser dengan minyak esensial, atau bunga segar seperti melati atau mawar. Selain itu, bahan penyerap bau alami seperti soda kue, arang aktif, atau kopi bubuk juga dapat diletakkan di wadah terbuka untuk menyerap bau.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375340/original/043230400_1792140162-Screenshot_2026-10-16_151345.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364644/original/080112300_1791013312-IndonesiadangdutAwards2026Attire__ekotjandra_Hijab_stylist__suciaurelias_Makeup__riskymakeup__5_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569782/original/065699500_1777454729-Tugas__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3490146/original/023335400_1624374674-Chatbot_WA_Cek_Fakta3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376169/original/088288500_1792311000-Untitledf.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360923/original/012965700_1790670671-86dfcb78-8b38-4ea0-b131-f0c654f57ba0.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5574789/original/083665500_1777978772-Desain_Kamar_Mandi_Mungil_Kekinian_dengan_Motif_Batu_Alam___Rak_Vertikal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376137/original/043008800_1792309221-pexels-artempodrez-6466444.jpg)