Liputan6.com, Jakarta Aquascape adalah seni menata tanaman air, batu, dan kayu di dalam akuarium hingga menyerupai pemandangan alam. Cara membuat aquascape sederhana sebenarnya bisa dilakukan siapa saja, bahkan tanpa peralatan mahal maupun injeksi CO2.
Kuncinya ada pada pemilihan tanaman low tech, penataan hardscape yang rapi, dan kesabaran menunggu ekosistem stabil. Dengan modal akuarium kecil, pasir, dan beberapa tanaman, cara membuat aquascape sederhana dapat menghasilkan dekorasi hidup yang menenangkan.
Gaya penataan natural yang populer saat ini tidak lepas dari pengaruh Takashi Amano, seniman Jepang yang memperkenalkan konsep nature aquarium pada era 1990-an. Mengutip Tropical Fish Hobbyist Magazine, sasaran sebuah aquascape adalah membuat ikan seolah hidup di alam liar, sehingga banyak orang menjadikannya sarana relaksasi dan terapi penghilang stres. Takashi Amano, dikutip dari Aquarium Architecture, menyebut, "Menciptakan alam adalah kemewahan yang tertinggi."
Advertisement
Baca juga: tren aquascape yang kini semakin naik daun dan prinsip dasar aquascape untuk pemula.
Alat dan Bahan untuk Membuat Aquascape Sederhana
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8204082/original/078938900_1781062896-cropped-502ec390-fdd5-4bc2-bc9a-d6d5925559f1.jpg)
Sebelum mulai, siapkan dulu seluruh perlengkapan supaya proses cara membuat aquascape sederhana berjalan mulus. Untuk skala pemula, kamu tidak perlu alat mahal karena banyak komponen bisa didapat dengan harga terjangkau, bahkan dari barang bekas.
-
Akuarium kecil: Ukuran 20-45 cm paling ideal karena hemat, ringan, dan mudah dirawat bagi pemula.
-
Substrat atau pasir: Pasir silika atau pasir malang berfungsi sebagai media dasar sekaligus tempat akar tanaman mencengkeram.
-
Pupuk dasar: Diletakkan di bawah lapisan pasir untuk memasok nutrisi bagi tanaman berakar.
-
Hardscape: Batu alam seperti andesit atau batu lava dan kayu apung yang sudah direndam hingga tenggelam.
-
Tanaman air low tech: Java moss, anubias, java fern, atau vallisneria yang tahan banting dan tidak butuh CO2 tinggi.
-
Filter dan lampu LED: Filter menjaga sirkulasi air, sementara lampu LED mendukung fotosintesis tanaman.
-
Alat bantu: Pinset panjang dan gunting kecil memudahkan menanam serta memangkas tanpa merusak tatanan.
-
Air bersih: Endapkan air minimal satu hari atau gunakan water conditioner agar bebas klorin.
Berdasarkan panduan Scape Crunch, pemula sebaiknya memulai dari tank berukuran kecil dan gaya yang sederhana karena jauh lebih mudah dikelola. Tidak semua bahan harus baru; kaca bekas, kayu, dan bebatuan dari sekitar rumah tetap bisa dipakai asalkan dicuci bersih dan direbus terlebih dahulu. Jika ingin hemat, pelajari dulu pilihan tanaman aquascape tanpa CO2 dan beragam jenis batu aquascape yang terjangkau sebelum berbelanja.
George Farmer, akuasaper asal Inggris, dikutip dari Practical Fishkeeping, menuturkan, "Tanaman menyediakan tempat berlindung, oksigen, dan membantu menyerap nutrisi berlebih demi kebaikan ikan."
Baca juga: daftar barang yang dibutuhkan untuk aquascape simple.
Advertisement
Cara Membuat Aquascape Sederhana Langkah demi Langkah
Setelah bahan lengkap, tentukan dulu lokasi akuarium yang stabil dan jauh dari sinar matahari langsung. Barulah lanjutkan ke inti cara membuat aquascape sederhana berikut agar hasilnya rapi, sehat, dan tahan lama.
Alek Halczuk, juara Biotope Aquarium Design Contest 2022, dikutip dari Aquaforest, menyarankan, "Pilihlah lokasi yang memungkinkan Anda menikmati akuarium tanpa menyulitkan perawatan."
-
Bersihkan akuarium: Bilas dengan air bersih tanpa sabun agar tidak ada residu kimia yang membahayakan ikan maupun tanaman.
-
Tata substrat: Taburkan pasir setebal 2-3 cm dan buat bagian belakang lebih tinggi daripada depan untuk memberi kesan kedalaman.
-
Tambahkan pupuk dasar: Letakkan pupuk pada cekungan tengah, lalu tutup kembali dengan pasir agar tidak terlihat dari samping.
-
Susun hardscape: Posisikan batu terbesar sebagai titik fokus, kemudian kelilingi dengan batu dan kayu yang lebih kecil.
-
Tanam tanaman: Isi air seperempat bagian lalu tanam akar satu per satu memakai pinset agar tertanam sempurna dan tidak patah.
-
Isi air perlahan: Tuang air di atas piring kecil, plastik, atau kertas agar susunan pasir tidak berantakan, dan sisakan 5-10 cm di bagian atas.
-
Nyalakan filter dan lampu: Hidupkan peralatan penunjang dan atur lampu 6-8 jam per hari untuk mendukung tanaman sekaligus mencegah ledakan alga.
-
Diamkan 1-2 minggu: Beri waktu agar siklus nitrogen stabil dan kadar amonia menurun sebelum ikan dimasukkan.
-
Masukkan ikan bertahap: Pilih ikan kecil dan damai, lalu tambahkan sedikit demi sedikit agar air tidak cepat kotor.
Tahap paling krusial adalah menahan diri untuk tidak buru-buru menebar ikan. Para ahli menyarankan menunggu sampai kadar amonia dan nitrit turun ke angka nol sebagai tanda ekosistem sudah benar-benar stabil. Beberapa pilihan aman adalah ikan hias air tawar yang awet seperti neon tetra, guppy, atau platy yang juga cocok untuk akuarium mini.
Baca juga: cara membuat aquascape murah dengan material terjangkau dan variasi aquascape air terjun.
Cara Merawat Aquascape Sederhana agar Awet dan Bebas Alga
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374397/original/029697100_1792049279-f3b88baf-6668-454f-86a5-950c986b0a0d.jpeg)
Membangun aquascape hanyalah separuh perjalanan; perawatan rutinlah yang menentukan umur ekosistemnya. Inilah cara merawat hasil membuat aquascape sederhana supaya air tetap jernih, tanaman subur, dan alga tidak mengambil alih.
-
Ganti air berkala: Kuras 20-30% air setiap minggu dan jangan sampai kering agar keseimbangan ekosistem terjaga.
-
Pangkas tanaman: Lakukan trimming setiap 3-4 minggu sekali atau hanya ketika tanaman sudah tampak terlalu rimbun agar tidak menghalangi pencahayaan tanaman lain.
-
Bersihkan filter: Bilas media filter secara berkala agar sirkulasi dan penyaringan tetap optimal.
-
Beri pupuk cair: Tambahkan pupuk sesuai dosis untuk menjaga warna dan kesehatan tanaman.
-
Pantau parameter air: Cek pH, amonia, nitrit, dan nitrat secara rutin untuk mendeteksi masalah lebih awal.
-
Jaga kebersihan tangan: Cuci tangan sebelum masuk ke air atau gunakan alat agar minyak dan kotoran tidak mencemari.
-
Letakkan di tempat sejuk: Hindari sinar matahari langsung agar suhu air stabil dan alga tidak mudah meledak.
George Farmer, dikutip dari Aquascaping Love, mengingatkan, "Abaikan tanaman Anda, dan alga akan menghukum Anda!"
Baca juga: ikan hias yang bisa hidup tanpa aerator dan ikan hias kecil untuk wadah mini.
Advertisement
Prinsip Desain agar Aquascape Terlihat Lebih Natural
Perbedaan antara akuarium biasa dan aquascape yang memukau sering terletak pada prinsip desainnya. Beberapa kaidah berikut kerap dipakai akuasaper dunia agar komposisi terasa hidup dan enak dipandang, bahkan pada aquascape sederhana sekalipun.
-
Aturan sepertiga: Bayangkan grid 3x3 di permukaan akuarium, lalu letakkan titik fokus pada salah satu titik perpotongan garis, bukan tepat di tengah.
-
Ciptakan kedalaman: Sebagaimana dilaporkan Aquarium Enthusiasts, kesan tiga dimensi muncul saat tanaman tinggi ditempatkan di belakang, hardscape sedang di tengah, dan tanaman pendek di depan seperti susunan foto kelas.
-
Hindari simetri: Para ahli menyarankan untuk tidak mengejar kesimetrisan dan menghindari meletakkan hardscape besar tepat di tengah akuarium.
-
Perhatikan skala: Gunakan batu berukuran besar, sedang, dan kecil; batu aksen kecil yang sering dilupakan pemula justru membuat tatanan tampak alami.
-
Terapkan prinsip less is more: Ruang kosong bukanlah kekurangan, sebab akuarium yang terlalu penuh malah terlihat ramai dan sulit dirawat.
-
Kenali gaya hardscape: Merujuk FishLore, penempatan batu dan kayu punya beberapa gaya populer seperti Island, Convex, Rectangular, dan Triangle.
-
Pelajari gaya Iwagumi: Dilansir dari Shirley Aquatics, gaya Iwagumi berfokus pada formasi batu dengan batu terbesar sebagai titik fokus dan tanaman rendah sebagai pelengkap.
-
Sketsa dulu di kertas: Seperti arsitek yang membuat denah, gambar layout sebelum menyentuh hardscape agar tidak perlu bongkar pasang yang merusak substrat.
-
Amati alam, jangan menyalin: Tangkap esensi sungai atau hutan, bukan menirunya persis; perhatikan bagaimana batu dan akar tersusun secara acak di alam.
Takashi Amano, dikutip dari Aquarium Info, menegaskan, "Untuk mengenal Ibu Alam, cintailah ciptaan-ciptaan terkecilnya." Untuk mempercantik komposisi, kamu bisa menambahkan tanaman hias mini untuk akuarium atau bereksperimen dengan tanaman semi-air (semi-aquatic) yang diletakkan menonjol keluar dari permukaan air sebagai aksen.
Baca juga: ide aquascape dari galon bekas yang estetik dan aneka jenis hiasan akuarium.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membuat Aquascape Sederhana
Berapa biaya membuat aquascape sederhana untuk pemula?
Biaya membuat aquascape sederhana relatif terjangkau, umumnya berkisar Rp350 ribu hingga Rp500 ribu tergantung ukuran akuarium dan bahan yang dipilih. Pengeluaran bisa ditekan dengan memakai akuarium bekas serta batu dan kayu dari alam yang sudah dibersihkan.
Apakah aquascape sederhana bisa dibuat tanpa CO2?
Bisa. Dengan memilih tanaman low tech seperti java moss, anubias, dan java fern, aquascape tetap dapat tumbuh subur tanpa injeksi CO2 maupun lampu super terang, sehingga lebih hemat untuk pemula.
Berapa lama aquascape didiamkan sebelum ikan dimasukkan?
Idealnya diamkan sekitar 1-2 minggu agar siklus nitrogen stabil dan kadar amonia turun. Setelah air benar-benar stabil, barulah masukkan ikan kecil secara bertahap agar tidak stres atau mati.
Pada akhirnya, cara membuat aquascape sederhana adalah soal memadukan seni dan kesabaran merawat ekosistem kecil di dalam kaca. Mulailah dari layout sederhana, rawat secara konsisten, lalu kembangkan ke desain yang lebih kompleks seiring bertambahnya pengalaman, termasuk memilih jenis ikan hias air tawar yang mudah dipelihara maupun ikan hias kecil air tawar sebagai penghuni favoritmu.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375340/original/043230400_1792140162-Screenshot_2026-10-16_151345.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364644/original/080112300_1791013312-IndonesiadangdutAwards2026Attire__ekotjandra_Hijab_stylist__suciaurelias_Makeup__riskymakeup__5_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569782/original/065699500_1777454729-Tugas__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3490146/original/023335400_1624374674-Chatbot_WA_Cek_Fakta3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365321/original/066305100_1791173438-4m33E5cBTMqUDyfD8GlZFulgFuY4qVjGgyVmbaRy.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3793754/original/097985900_1640255254-pexels-photo-3809002.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361682/original/008171000_1790744288-pexels-rdne-6645921.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374276/original/036826300_1792043404-3bb93a13-56cd-418a-9005-c6fdb5bc509f.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365332/original/007146000_1791173454-6rAtJQqYh17LlzUARuDcJhBgxQpUXMjrpGRb4gfn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365617/original/042955600_1791187258-01M45DMPJ8VXV3PRP9N1AFM78Z.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365337/original/001942200_1791173460-5qpY1s3T0cYSXMnY2ushwsZFqxcd5dvYDyQmuQKt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3336994/original/047244000_1609322346-bin-thi-u-6MJFY84BaSk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372376/original/079614000_1791878107-2149893752.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4803070/original/039687600_1713254578-young-pretty-woman-sitting-near-window-drinking-tea-reading-book-enjoys-rest_264197-16323.jpg)