Liputan6.com, Jakarta - Peraih Nobel Ekonomi 2024 James A. Robinson menilai Indonesia membutuhkan institusi ekonomi yang inklusif untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% per tahun. Institusi tersebut harus membuka peluang usaha, mendorong investasi, dan memperluas mobilitas sosial.
Menurut Robinson, pertumbuhan tinggi tidak terjadi secara otomatis, melainkan membutuhkan kebijakan yang menciptakan insentif bagi masyarakat untuk berwirausaha dan berinvestasi. Ia mencontohkan Korea Selatan yang mencatat pertumbuhan rata-rata di atas 8% pada 1960-an hingga 1980-an melalui transformasi institusi, penguatan sektor swasta, serta koordinasi pemerintah dan dunia usaha untuk meningkatkan ekspor.
Advertisement
Robinson menegaskan, pemerintah tidak cukup hanya menetapkan target pertumbuhan, tetapi juga perlu menentukan indikator terukur yang dapat dipengaruhi secara langsung, seperti ekspor dan produktivitas.
Artikel mengenai peraih Nobel ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada beberapa artikel lain yang layak untuk disimak.
Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Kamis (15/10/2026):
1. Peraih Nobel Ekonomi James Robinson Ungkap Kunci Pertumbuhan Ekonomi 8%
Peraih Nobel Ekonomi 2024 James A. Robinson menilai Indonesia membutuhkan institusi ekonomi yang inklusif untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% per tahun. Institusi tersebut harus mampu membuka kesempatan usaha, mendorong investasi, dan memperluas mobilitas sosial agar potensi masyarakat dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi.
Robinson menegaskan, pertumbuhan ekonomi 8% tidak terjadi secara otomatis meskipun sejumlah negara Asia Timur berhasil mencapainya selama beberapa dekade. Ia mencontohkan Korea Selatan yang mencatat pertumbuhan rata-rata di atas 8% pada 1960-an hingga 1980-an melalui transformasi institusi dan penguatan sektor swasta.
Simak berita selengkapnya di sini
2. Harga Emas Antam 14 Oktober 2026 Stabil, Simak Rincian di Sini
Harga emas batangan yang dijual PT Aneka Tambang Tbk (Antam) stagnan pada perdagangan Rabu (14/10/2026).
Mengutip laman resmi logammulia.com, harga emas Antam hari ini dipatok Rp 2.574.000 per gram. Pada perdagangan kemarin, harga emas Antam juga berada di posisi Rp 2.574.000 per gram.
Demikian juga harga buyback (beli kembali) emas Antam hari ini stagnan. Harga buyback emas Antam tetap di Rp 2.383.000 per gram.
Simak berita selengkapnya di sini
3. BPJPH: Tak Ada Sanksi bagi Pelaku Usaha Tak Sertifikasi Halal
Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menegaskan jika kebijakan sertifikasi halal bukan bentuk pemaksaan. Ini diberikan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bersedia.
"Halal bukan paksaan atau pembatasan. Bagi yang mau (melakukan sertifikasi) halal, langsung dapat. Sementara, bagi yang tidak mau (melakukan sertifikasi) halal, tidak ada sanksi," ujar Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan melansir Antara, Rabu (14/10/2026).
Haikal menjelaskan, kebijakan Wajib Halal merupakan pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.