Rosan Ungkap Rencana Evaluasi PLN Usai Blackout Batam

Rosan Roeslani mengungkapkan rencana evaluasi PLN usai gangguan listrik di Batam, termasuk penyempurnaan rencana cadangan untuk menghadapi krisis.

Diterbitkan 14 Oktober 2026, 18:45 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengungkapkan rencana evaluasi terhadap PT PLN (Persero), termasuk penyempurnaan rencana cadangan untuk mengantisipasi gangguan pasokan listrik. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan PLN menghadapi berbagai kondisi, menyusul gangguan listrik yang terjadi di Batam.

Rosan mengatakan, evaluasi tersebut dibahas bersama Presiden Prabowo Subianto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Direktur Manajemen Proyek PLN Suroso. Pemerintah juga meminta Danantara dan PLN mengkaji langkah perbaikan agar operasional perusahaan listrik negara itu lebih efisien dan tanggap.

“Ya, tentunya evaluasi itu harus tetap kita lakukan. Kita harus selalu siap dalam segala kondisi, kita harus punya selalu backup plan yang mungkin selama ini yang harus ditebalkan juga di eh PLN apabila ada kejadian tuh backup plan-nya itu seperti apa, gitu. Nah, itu yang harus juga terus dilakukan di seluruh Indonesia,” ujar Rosan, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Saat ditanya apakah PLN belum memiliki rencana cadangan ketika terjadi krisis, Rosan menegaskan bahwa rencana tersebut kemungkinan sudah tersedia, tetapi masih perlu disempurnakan.

“Ya, mungkin bukan, mungkin pasti sudah ada, tapi ya itu perlu disempurnakanlah,” katanya.

Evaluasi ini diharapkan dapat memperkuat keandalan sistem kelistrikan nasional. Meski demikian, Rosan belum memerinci bentuk perbaikan maupun hasil evaluasi khusus terkait gangguan listrik di Batam.

Bahlil Ungkap Kelelawar hingga Petir Jadi Penyebab Blackout Batam

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan penyebab pemadaman listrik total (blackout) di Batam, Bintan, hingga Tanjungpinang. Bahlil menyebutkan, sejumlah jaringan kelistrikan mengalami gangguan akibat sambaran petir.

"Iya, ada beberapa persoalan teknis di wilayah Batam ya, Batam. Batam dan ada beberapa jaringan yang kena trouble karena ada petir," jelas Bahlil usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Selain itu, Bahlil menyampaikan adanya kesalahan teknis yang mengganggu instalasi kelistrikan hingga berdampak pada pasokan listrik di sejumlah wilayah Kepulauan Riau (Kepri), salah satunya dipicu oleh hewan liar seperti kelelawar.

"Dan ada kesalahan teknis lah, kira-kira begitu. Teknisnya itu ada tiga, salah satu di antaranya adalah katanya ada hewan atau apa yang kena kelelawar," ujarnya.

Terkait pemberian kompensasi kepada masyarakat terdampak blackout, Bahlil mengaku belum dapat memastikannya. Pihaknya bakal melakukan pembahasan lebih lanjut dengan PT PLN (Persero).

"Saya nanti akan bicarakan terlebih dahulu dengan teman-teman dari PLN. Karena PLN yang paling tahu secara teknis implementasi di lapangan," kata Bahlil.

 

Tak Berkaitan dengan Pasokan Batu Bara

Ia menekankan, pemerintah berkomitmen melakukan perbaikan dan pembenahan agar insiden pemadaman listrik total tidak kembali terulang di kemudian hari.

"Perbaikan yang lebih intensif lagi agar kita bisa memberikan pelayanan yang terbaik untuk rakyat," ucap Bahlil.

Sementara itu, Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero) Suroso Isnandar menyampaikan, pemadaman total di Batam dipicu gangguan pada peralatan teknis. Ia menegaskan insiden blackout ini tidak berhubungan dengan pasokan batu bara.

"Gangguan peralatan sih, tapi masih ditelusuri," ujar Suros

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6