Cara Menabung Buat Dana Darurat

Ahli keuangan membeberkan cara mudah untuk menabung dana darurat, seperti target hingga cara menabung.

oleh Cahya Alena FauzaDiterbitkan 11 Oktober 2026, 07:00 WIB
Ilustrasi atur keuangan (Foto: Unsplash/Yuri Krupenin)

Liputan6.com, Jakarta - Ahli keuangan Suze Orman membagikan tips keuangan terbaik untuk meningkatkan kondisi finansial, contohnya dengan membangun dana darurat. Dia berpendapat, jika tidak punya dana untuk hal genting, dana darurat yang akan menyelamatkanmu. Orman menyarankan untuk memiliki setidaknya delapan bulan pengeluaran dalam rekening tabungan. Ini alasan dan cara untuk memulainya.

Target Tabungan Dana Darurat Sebaiknya Berapa?

Menabung delapan bulan pengeluaran mungkin terdengar sangat sulit. Angka ini juga mungkin lebih besar dari yang disarankan oleh beberapa sumber lain. Contohnya, Fidelity merekomendasikan memulai dengan jumlah kecil, lalu terus menabung hingga bisa menutup pengeluaran tiga hingga enam bulan.

Melansir Yahoo! Finance, Minggu (11/10/2026), Orman mengakui seseorang yang hanya punya satu hingga dua bulan dana darurat mungkin tidak akan bisa mencapai target darinya. Jika demikian, dia menyarankan untuk tetap menabung sebisa mungkin dibanding tidak sama sekali.

Jumlah dana darurat bisa bergantung pada pekerjaan, pendapatan, dan tanggung jawab rumah tangga. Tiga bulan mungkin cukup untuk orang dengan pekerjaan tetap, rumah yang sudah lunas, dan rumah tangga double income. Namun, seseorang yang menggaji dirinya sendiri atau seseorang yang menyokong rumah tangganya sendirian akan merasa lebih aman dengan dana darurat enam hingga delapan bulan.

Mengapa Dana Darurat Penting?

Jumlah dana darurat yang sesuai dengan kondisi keuangan./copyright unsplash/Towfiqu barbhuiya

Tanpa tabungan, perbaikan mobil atau biaya medis mungkin akan mengharuskan seseorang memakai kartu kredit atau mengambil utang. Selain itu, dana darurat akan berguna setelah kehilangan pekerjaan, karena pengeluaran akan terus berjalan saat kembali mencari kerja.

Dana ini juga membantu untuk mencegah merogoh kantong pensiun, yang dapat dikenakan pajak atau denda tergantung jenis pengambilan dan usia.

Bagaimana Cara Menabung Dana Darurat?

Mulailah dengan menghitung pengeluaran yang masih harus dibayar saat tak lagi menerima gaji. Fokus pada pengeluaran penting, seperti tempat tinggal, makanan, dan kebutuhan lainnya, dibanding yang biasanya dibeli.

Contohnya, coba menabung sedikit, lalu beranjak untuk menutup pengeluaran wajib untuk satu bulan. Saat dana itu sudah terkumpul, buat tujuan menabung lainnya, seperti pengeluaran tiga bulan, dan sebagainya.

Selain itu, agar lebih mudah, atur fitur transfer otomatis dari checking account ke saving account setiap tanggal gajian. Lalu, agar bisa mencapai target lebih cepat, masukkan pengembalian pajak, bonus, atau penghasilan ekstra ke dalam tabungan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya