Liputan6.com, Oslo - Para arkeolog menemukan 48 anak panah prasejarah dari es gunung yang mencair di Pegunungan Jotunheimen, Norwegia. Salah satu yang tertua adalah berumur 5.000 hingga 6.000 tahun dengan mata panah dari batu tulis, batang kayu, dan jejak dari ikatan prasejarah.
Dikutip dari Archeology News Online Magazine, Selasa (29/9/2026), penemuan ini muncul seiringan dengan laporan para peneliti tentang pergeseran yang jelas dalam usia benda-benda yang muncul dari es gunung yang mencair di Norwegia. Kini, lebih banyak artefak yang berasal dari Zaman Batu dan Zaman Perunggu, sementara beberapa di antaranya berusia lebih dari 2.000 tahun.
Advertisement
Para peneliti dari Program Arkeologi Gletser di Innlandet, yang dikenal sebagai "Secrets of the Ice," menghabiskan waktu tiga minggu untuk melakukan penelitian di Langfonne, Storfonne, dan Handklefonne.
Tim tersebut menemukan area es yang luas telah menghilang. Beberapa tempat yang sebelumnya tertutup es sekarang sepenuhnya terlihat. Lapisan es tertua juga menghasilkan beberapa penemuan arkeologi tertua.
Pola ini berbeda dengan masa-masa awal arkeologi glasial di Innlandet. Saat penelitian dimulai tahun 2006, sebagian besar benda yang ditemukan berukuran kurang dari 2.000 tahun. Penemuan dari Zaman Viking sangat sering terlihat. Benda-benda yang berusia lebih tua dari 2.000 tahun jauh lebih jarang ditemukan.
Para peneliti sekarang menemukan lebih banyak benda dari Zaman Batu dan Zaman Perunggu yang muncul dari es. Penemuan tertua dari program yang lebih luas ini berumur lebih dari 6.000 tahun.
Perubahan ini merujuk pada hilangnya lapisan es yang lebih tua. Seiring mencairnya lapisan-lapisan tersebut, benda-benda purba muncul ke permukaan. Ketika terpapar, bahan-bahan organik seperti kayu, kulit binatang, urat, dan tekstil mulai membusuk.
Sudah Ada 73 Situs dengan Lebih dari 5.000 Artefak
Sejak 2006, program ini sudah mencatat 73 situs arkeologi dan menemukan lebih dari 5.000 artefak. Penemuan-penemuan tersebut mencakup anak panah, busur, dan perlengkapan berburu lainnya yang berkaitan dengan perburuan rusa kutub purba. Para arkeolog juga menemukan pakaian, sepatu, kuda pengangkut beban, dan benda-benda dari kehidupan sehari-hari.
Kondisi beku membantu mengawetkan material-material rapuh ini selama ribuan tahun. Pengawetan semacam ini memberikan bukti langka untuk para peneliti tentang bagaimana manusia hidup, berpergian, dan berburu di kawasan pegunungan tinggi.
Sebanyak 48 anak panah yang didapat tahun ini bertepatan dengan peringatan 20 tahun arkeologi gletser di Innlandet. Selama lebih dari 20 tahun, para peneliti sudah mengamati pencairan es gunung dan perubahan catatan arkeologis yang menyertainya.
Tim tersebut memperkirakan tren ini terus berlanjut. Berdasarkan pengamatan selama 20 tahun terakhir, es di banyak situs arkeologi bisa hilang sepenuhnya dalam waktu sekitar dua dekade.
Hilangnya lapisan es tersebut memberikan waktu yang terbatas untuk melakukan pekerjaan arkeologi. Benda-benda yang terpapar akibat es yang mencair sering cepat rusak, yang membuat para peneliti perlu mendokumentasikan dan mengamankan benda-benda yang muncul tersebut dengan segera.
Musim penelitian lapangan masih berlangsung. Para peneliti sedang mengamankan dan mendokumentasikan penemuan-penemuan baru sebelum mempersiapkan mereka untuk penelitian lebih lanjut dan konservasi.
Beberapa dari penemuan tertua sudah ditempatkan di etalase dengan pendingin di Norwegian Mountain Centre di Lom. Di antaranya adalah anak panah berusia 5.000 hingga 6.000 tahun dengan ujung dari batu tulis dan batang kayu. Para pengunjung bisa melihat beberapa temuan ini hanya beberapa hari setelah para arkeolog mengeluarkannya dari es.