Geger Sanca Keluar Sarang dan Blokir Jalan

Ular seberat 20 kg melitang di tengah jalan.

oleh Fira SyahrinDiterbitkan 22 September 2026, 14:56 WIB
Warga Sukabumi tangkap ular sanca batik sepanjang 3,5 meter

Liputan6.com, Jakarta - Kemunculan ular sanca batik sepanjang 3,5 meter yang merayap di tengah jalan permukiman bikin geger warga Kampung Babakan Jamapang, Desa Pasirdoton, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi. Ular berbobot hingga 20 kilogram tersebut sempat memblokir akses lalu lintas kendaraan sebelum akhirnya ditangkap.

Anggota Tagana Kecamatan Cidahu, Iwan Setiawan, mengonfirmasi bahwa penampakan reptil berukuran besar ini sempat memicu kepanikan warga yang melintas di lokasi.

"Kejadiannya Jumat malam, ular itu keluar dan sempat ke jalan menghalangi mobil. Sempat hilang lagi, tapi pas Sabtu malam naik lagi ular yang berbeda," kata Iwan saat dikonfirmasi, Selasa (22/09/2026).

Menurut Iwan, insiden tersebut menjadi penemuan ular sanca ketiga kalinya di titik yang sama.

Warga mengidentifikasi keberadaan bangunan bekas pabrik air mineral yang lama terbengkalai di sekitar lokasi sebagai sarang utama perkembangbiakan satwa liar tersebut.

"Karena di wilayah kami ada pabrik air yang terbengkalai, kemungkinan masih banyak ular sanca di area tersebut. Ini sudah penemuan yang ketiga kalinya di lokasi yang sama," jelasnya.

Proses penangkapan ular dilakukan secara bergotong royong oleh warga setempat bersama petugas Tagana.

Guna menghindari risiko bahaya susulan, ular pemangsa tersebut langsung diserahkan kepada komunitas pecinta reptil Exalos Indonesia wilayah Sukabumi.

"Alhamdulillah, evakuasi dilakukan secara mandiri bersama warga. Ini juga berkat komunikasi bersama Bu Camat dan Kades. Malamnya langsung saya serah terimakan ke Exalos Sukabumi untuk direlokasi kembali ke habitat alaminya," terang Iwan.

Petugas pun mengingatkan masyarakat sekitar untuk tidak mengabaikan potensi bahaya, terutama saat melintasi kawasan kebun dan area pabrik tua pada malam hari.

"Kami imbau untuk masyarakat sekitar agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di lingkungan kebun. Apalagi, sekarang lagi musim layangan anak-anak, jadi kalau keluar masuk kebun harus selalu hati-hati," tuturnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya