Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengusulkan tambahan anggaran Rp 1,86 triliun untuk 2027. Dari anggaran itu, Rp 1,2 triliun diusulkan untuk pembangunan dan revitalisasi pasar rakyat. Sekitar 336 pasar rakyat telah diverifikasi oleh Kemendag dari 450 pasar rakyat yang diusulkan 163 kabupaten/kota untuk masuk program revitalisasi pada 2027.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menuturkan, jumlah pasar yang telah diverifikasi itu masih lebih banyak dibandingkan kemampuan anggaran yang diusulkan Kemendag untuk program revitalisasi.
Advertisement
"Dari 450 itu sekitar 336 sudah kita verifikasi. Tapi kalau dengan anggaran Rp1,2 triliun, itu kan mungkin tidak semua bisa diakomodir, ya, karena terbatas,” ujar Budi setelah Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis, (17/9/2026).
Budi menuturkan, pemerintah daerah yang mengajukan revitalisasi pasar harus terlebih dahulu menyiapkan kajian mengenai kebutuhan dan dampak program itu terhadap pedagang, pembeli, pelaku UMKM dan masyarakat di daerah.
"Jadi kalau mengajukan pasar itu harus ada kajian dulu. Kajiannya ketika dilakukan revitalisasi apa dampaknya? Dampaknya bagi pedagang, bagi pembeli, bagi UMKM, dan masyarakat di kabupaten/kota tersebut,” tutur dia.
Selain kajian dampak, Kemendag mensyaratkan rencana tata kelola pasar setelah revitalisasi agar perbaikan fisik yang dilakukan dapat diikuti dengan pengelolaan pasar yang berkelanjutan.
"Kalau enggak bagus ya enggak akan kami setujui. Jadi pasar harus bersih, ya pokoknya tata kelola yang bagus. Jangan setelah direvitalisasi terus dibiarkan,” kata Budi.
Budi juga mengusulkan pengawasan secara berkala terhadap pasar yang direvitalisasi dilakukan bersama antara pemerintah dan Komisi VI DPR untuk memastikan pasar tersebut tetap berfungsi dengan baik setelah pembangunan selesai.
Dalam rapat tersebut, sejumlah anggota Komisi VI menyoroti perlunya ketepatan sasaran revitalisasi pasar. Anggota komisi antara lain meminta Kemendag mempertimbangkan kebutuhan daerah, pola aktivitas pedagang dan konsumen, serta tata kelola agar pasar yang telah dibangun tidak justru kehilangan aktivitas perdagangan.
Pagu Anggaran Kemendag
Budi menuturkan, persyaratan kajian tersebut menjadi salah satu cara Kemendag menyeleksi pengajuan dari daerah, mengingat tidak seluruh pasar yang telah diverifikasi dapat dibiayai apabila tambahan anggaran Rp 1,2 triliun tersebut tersedia.
Adapun pagu anggaran Kemendag untuk 2027 sebesar Rp 1,56 triliun. Di luar pagu tersebut, Kemendag mengusulkan tambahan Rp 1,86 triliun untuk sejumlah kebutuhan strategis, dengan porsi terbesar diarahkan bagi pembangunan dan revitalisasi pasar rakyat.
Sebelumnya, Kemendag pada September 2025 telah menerima usulan revitalisasi sebanyak 404 pasar dari 194 kabupaten/kota dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp 2,42 triliun. Saat itu, Mendag menyebut keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala pelaksanaan revitalisasi.
Kemendag Resmikan Pasar Tematik
Selanjutnya, pada April 2026, Kemendag meresmikan Pasar Tematik Industri Sidayu di Gresik, Jawa Timur, yang dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus Kemendag 2025 senilai Rp 25,8 miliar.
Pasar tersebut dirancang menampung 538 pedagang serta dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung perdagangan dan pelayanan masyarakat.
Kementerian pada Juni 2026 juga menyatakan transformasi pasar rakyat diarahkan agar pasar menjadi tempat belanja yang lebih aman, bersih, nyaman, dan memiliki daya saing.
Pemerintah menilai pasar rakyat menopang kegiatan ekonomi pedagang, UMKM, petani, nelayan, hingga konsumen.