Liputan6.com, Jakarta - Film komedi politik BAPAK PALING JUJUR resmi merilis trailer dan poster terbarunya pada Rabu (17/9). Film garapan sutradara Fajar Nugros ini menghadirkan Andovi da Lopez sebagai Jonas Prakoso, calon gubernur yang tiba-tiba kehilangan kemampuan untuk berbohong akibat kutukan sang nenek.
Dalam cuplikan tersebut, Jonas yang semula piawai membangun citra di depan publik lewat penampilan rapi dan janji manis, harus menghadapi kekacauan besar begitu semua isi kepalanya keluar tanpa filter. Menariknya, momen rilis trailer ini berbarengan dengan sesi wawancara khusus Andovi yang mengungkap sisi lain dari perannya sebagai politikus fiktif tersebut.
Advertisement
Fajar Nugros menjelaskan, premis sederhana soal seseorang yang tak bisa menyaring perkataannya justru menyimpan konsekuensi yang bisa menyentil realitas politik Tanah Air.
"Saya tertarik dengan premis BAPAK PALING JUJUR karena pertanyaannya sederhana, tapi konsekuensinya bisa ke mana-mana: apa jadinya kalau kita benar-benar nggak bisa menyaring apa yang ingin kita katakan?" ujar Fajar Nugros, sutradara BAPAK PALING JUJUR saat ditemui di Kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (16/9).
Bukan Peran Baru, Andovi Sebut Ini Puncak Karier Politiknya
Di sisi lain, bagi Andovi, karakter Jonas Prakoso bukan sekadar peran baru, melainkan puncak dari rangkaian karakter kepemimpinan politik yang telah ia lakoni sejak lebih dari satu dekade lalu, mulai dari panggung parodi hingga pertunjukan musikal garapannya sendiri.
"Jujur ini peran impian saya. Mungkin bagi yang nggak tahu, di 2014 saya berperan sebagai Pak Jokowi di Epic Rap Battles of Presidency. Di 2019 saya juga berperan lagi sebagai Pak Jokowi di Epic Rap Battles of Presidency Prabowo vs Jokowi," beber Andovi da Lopez.
Dari DPR Musikal hingga Jadi Calon Gubernur
Rangkaian peran politikus itu terus berkembang hingga akhirnya mengantarkannya pada karakter calon gubernur di film terbarunya ini.
"Di 2021 saya berperan sebagai anggota DPR di musikal saya sendiri DPR Musikal. Di 2024 saya berperan sebagai calon presiden di Polarisasi Musikal. Di 2026 saya berperan sebagai calon gubernur. Kayaknya memang takdir dan nasib saya untuk berperan sebagai calon eksekutif dan calon legislatif di negara ini," lanjut Andovi seraya tersenyum.