Liputan6.com, Jakarta - Seorang konten kreator digital di bidang drone, Andrea Ramadhan, ikut membantu pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK). Dia menyeberang dari Lampung, kemudian ke Pulau Sebesi, dan menaiki perahu nelayan mendekat ke gunung berapi di Selat Sunda tersebut.
Di sekitar Anak Krakatau itu dia kemudian menerbangkan drone dari tengah laut, untuk menyisir gunung berapi. Awalnya dia tidak ada sadar ada sesuatu yang janggal, hingga seorang netizen berkomentar di unggahannya, bahwa ada warna putih seperti ombak yang berada di dekat gunung berapi.
Advertisement
"Dia DM Instagram. Ya itu, bahwa menit sekian ada yang mencurigakan, coba dilihat gitu. Saya lihat, putar balik berkali-kali, saya zoom. Ya saya juga jadinya bertanya-tanya, ini apa ya, gitu," ujar Andrea Ramadhan melalui sambungan seluler, Selasa (15/9/2026).
Andrea bercerita bahwa gambar tersebut diambil pada Minggu, 13 September 2026, pukul 06.45 WIB. Dia berharap ada pihak yang bisa memastikan kecurigaannya dalam video tersebut.
"Makanya saya share karena saya juga bingung itu apa. Mungkin orang yang biasa di laut mungkin pengalaman, Oh itu mah cuma ombak, cuma apa, karang, kan bisa jadi," terangnya.
Atas inisiatif sendiri, Andrea berangkat menyisir lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak sejak Senin, 07 September 2026 lalu. Dirinya berharap, jika rekaman video drone miliknya merupakan kapal yang dinaiki mereka, bisa jadi petunjuk penting untuk menemukan para korban.
"Ya kalau saya kan saya orang awam di laut, jadi ya saya bertanya-tanya ini apa," jelasnya.