Peserta JKN Tembus 284 Juta Jiwa, Kualitas Layanan Faskes Jadi Fokus Bersama

BPJS Kesehatan mendorong peningkatan mutu layanan faskes seiring cakupan JKN yang telah melindungi 284,3 juta penduduk Indonesia.

oleh Wuri AnggariniDiterbitkan 15 September 2026, 21:17 WIB
Pertemuan Nasional Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan Tahun 2026, Selasa (15/9), Jakarta. ©Liputan6/Wuri Anggarini

Liputan6.com, Jakarta - Pelayanan kesehatan yang optimal menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kualitas layanan sekaligus kepuasan masyarakat. Seiring semakin luasnya cakupan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), peningkatan mutu layanan pun menjadi perhatian yang terus didorong BPJS Kesehatan agar manfaat program dapat dirasakan secara nyata oleh peserta.

Upaya tersebut tidak hanya berorientasi pada banyaknya layanan yang diberikan, tetapi juga memastikan peserta memperoleh pelayanan yang mudah diakses, tepat sesuai kebutuhan medis, aman, efektif, dan memberikan hasil kesehatan yang optimal. Dalam hal ini, fasilitas kesehatan memegang peran penting sebagai garda terdepan pelayanan JKN yang berhadapan langsung dengan masyarakat.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito. ©Liputan6/Wuri Anggarini

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito mengatakan, cakupan kepesertaan JKN yang semakin luas perlu berjalan beriringan dengan peningkatan mutu pelayanan di fasilitas kesehatan. Per 1 September 2026, Program JKN telah memberikan perlindungan kepada sekitar 284,3 juta penduduk atau lebih dari 98,6 persen populasi Indonesia.

"Tugas kita bukan hanya memastikan masyarakat terdaftar sebagai peserta, tetapi juga menjamin bahwa ketika membutuhkan pelayanan kesehatan, mereka memperoleh layanan yang bermutu serta perlindungan dari risiko finansial," ujar Pujo.

Menurut Pujo, meningkatnya pemanfaatan layanan kesehatan menjadi salah satu indikator bahwa akses masyarakat terhadap pelayanan JKN semakin terbuka. Hal tersebut turut ditopang oleh semakin luasnya jaringan fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Hingga 1 September 2026, tercatat sebanyak 23.816 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 3.221 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), serta 7.180 sarana penunjang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Namun, perluasan jaringan tersebut juga harus dibarengi dengan pelayanan yang sesuai kebutuhan medis dan mampu memberikan hasil kesehatan optimal bagi peserta.

Besarnya peran JKN dalam memberikan perlindungan kesehatan juga terlihat dari pembiayaan pelayanan yang telah disalurkan. Sepanjang 2014 hingga 2025, BPJS Kesehatan telah mengeluarkan lebih dari Rp1.279,8 triliun kepada fasilitas kesehatan untuk membayar pelayanan kesehatan.

Menurut Pujo, nilai tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap Program JKN, terutama bagi peserta yang harus menjalani pengobatan berbiaya tinggi maupun membutuhkan perawatan dalam jangka panjang. Karena itu, transformasi pelayanan perlu diarahkan dari sekadar mengejar volume menuju pelayanan yang memberikan nilai dan hasil kesehatan lebih baik.

"Transformasi yang perlu kita bangun bersama adalah dari volume menuju value. Value-based care bukan tentang mengurangi pelayanan, tetapi memastikan peserta memperoleh pelayanan yang tepat, pada waktu yang tepat, sesuai kebutuhan medis, dengan hasil kesehatan yang terbaik," kata Pujo.

Seva Paramahita Award 2026, Apresiasi bagi Faskes dengan Kinerja Terbaik

Seva Paramahita Award 2026. ©Liputan6/Wuri Anggarini

Selain memperkuat kolaborasi, BPJS Kesehatan turut memberikan apresiasi kepada fasilitas kesehatan yang dinilai memiliki komitmen dan kinerja terbaik dalam melayani peserta JKN melalui Seva Paramahita Award 2026.

Pujo mengatakan, peningkatan kualitas pelayanan tidak dapat dilepaskan dari keterlibatan aktif fasilitas kesehatan. Karena itu, penghargaan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai bentuk apresiasi, tetapi juga mendorong penyebaran praktik pelayanan terbaik di dalam ekosistem JKN.

"Fasilitas kesehatan memperoleh penghargaan hari ini diharapkan bisa menjadi role model, menjadi tempat bertukar ilmu, serta ikut menyebarluaskan praktik-praktik baik dalam peningkatan mutu, inovasi, dan akuntabilitas pelayanan JKN," ujar Pujo.

Penguatan mutu juga diarahkan agar dapat dirasakan secara langsung oleh peserta saat mengakses pelayanan di fasilitas kesehatan. Dalam kesempatan yang sama, BPJS Kesehatan meluncurkan wajah baru Petugas BPJS SATU atau BPJS Siap Membantu. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya memperkuat pengalaman peserta dalam memperoleh informasi maupun pendampingan selama mengakses layanan kesehatan.

"Peluncuran wajah baru BPJS SATU, serta penandatanganan kerja sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan menjadi bagian dari ikhtiar untuk semakin memperkuat pengalaman peserta serta membangun koordinasi pembiayaan kesehatan yang lebih terintegrasi, efektif, dan berorientasi pada kualitas," tutur Pujo.

Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Stevanus Adrianto Passat menambahkan, perluasan akses pelayanan JKN perlu berjalan seimbang dengan peningkatan kualitas dan keberlanjutan program. Fasilitas kesehatan memiliki posisi strategis karena menjadi titik pelayanan yang secara langsung membentuk pengalaman peserta JKN.

Karena itu, pelayanan yang diberikan diharapkan tidak hanya semakin mudah dijangkau, tetapi juga berkualitas, aman, cepat, dan berkeadilan. Dewan Pengawas BPJS Kesehatan pun terus mendorong penguatan tata kelola JKN yang transparan dan akuntabel, termasuk dalam aspek kualitas pelayanan, kepatuhan terhadap regulasi, pengelolaan risiko, serta perlindungan hak peserta.

Upaya tersebut juga membutuhkan kolaborasi dari seluruh bagian ekosistem JKN. Salah satunya melalui penguatan koordinasi BPJS Kesehatan dengan Asuransi Kesehatan Tambahan sehingga integrasi ekosistem kesehatan nasional dapat terus berkembang sejalan dengan perluasan akses dan peningkatan kualitas pelayanan bagi masyarakat.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi menyebut Program JKN memiliki peran penting sebagai salah satu fondasi pembangunan Indonesia. Karena itu, setiap peserta perlu mendapatkan akses terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas, aman, efisien, serta sesuai dengan kebutuhannya.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi. ©Liputan6/Wuri Anggarini

Menurut Maria, transformasi kesehatan yang tengah berlangsung juga harus diimbangi dengan peningkatan mutu pelayanan. Salah satu langkah penting yang perlu diperkuat adalah kapasitas fasilitas kesehatan sebagai bagian dari upaya memperluas akses sekaligus memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang berkualitas.

“Tidak ada sistem jaminan kesehatan yang kuat tanpa didukung fasilitas kesehatan yang kuat. Semangat gotong royong harus kita maknai sebagai kerja sama dan tanggung jawab yang jelas dari seluruh pihak, baik pemerintah, BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan, maupun masyarakat,” tegas Maria.

Senada dengan hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Republik Indonesia, Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menekankan pentingnya memperkuat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) secara berkelanjutan. Langkah ini diperlukan agar masyarakat dapat terus memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas dan inklusif.

Menurut Cak Imin, JKN menjadi salah satu bentuk nyata semangat gotong royong dalam memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat. Keberlanjutan program tersebut pun membutuhkan keterlibatan seluruh pihak dalam ekosistem JKN dengan menjalankan peran dan tanggung jawab masing-masing.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar. ©Liputan6/Wuri Anggarini

“Untuk menjaga keberlanjutan dan memperkuat manfaat JKN, perlu adanya komitmen dan kontribusi dari seluruh ekosistem JKN. Pemerintah berperan melalui dukungan kebijakan, regulasi, dan pembiayaan, peserta dengan menjaga kepesertaan tetap aktif serta memenuhi kewajibannya, sementara fasilitas kesehatan memiliki peran penting dalam memastikan pelayanan diberikan sesuai standar, bermutu, dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Cak Imin.

Sejalan dengan semakin tingginya pemanfaatan layanan kesehatan dan perubahan pola penyakit di Indonesia, pemerataan akses dan kualitas fasilitas kesehatan juga perlu terus diperkuat. Salah satu fokusnya adalah meningkatkan layanan primer agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah.

Penguatan tersebut mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemenuhan sarana dan prasarana, ketersediaan obat serta bahan medis, hingga pemeriksaan penunjang. Perhatian khusus diperlukan terutama di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan.

“Program JKN adalah gotong royong raksasa bangsa ini yang harus kita jaga bersama. Kita ingin memastikan tidak ada lagi masyarakat yang merasa harus takut jatuh miskin karena sakit. Karena itu, seluruh pihak harus menjalankan perannya dengan baik, menjaga keaktifan kepesertaan, memberikan pelayanan sesuai standar, menggunakan sumber daya secara tepat, serta membangun budaya integritas, transparansi, dan pengawasan bersama. Dengan gotong royong yang kuat, kita optimistis JKN akan terus tumbuh dan memberikan perlindungan kesehatan yang bermutu bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tegas Cak Imin.

Berikut nama 30 penerima apresiasi Fasilitas Kesehatan Berkomitmen Dalam Pelayanan Kesehatan Program JKN Tingkat Nasional Tahun 2026:

Kategori Puskesmas

Juara 1 Puskesmas Umbulsari, Kabupaten Jember

Juara 2 Upt. Puskesmas Petung, Kabupaten Penajam Paser Utara

Juara 3 Puskesmas Palakka, Kabupaten Barru

Kategori Tempat Praktik Mandiri Dokter

Juara 1 Dr. Efri Yeni, Kabupaten Padang Pariaman

Juara 2 dr. Fitrijah, Kabupaten Jombang

Juara 3 Dr. Sintje Tjengis, Kota Ambon

Kategori Tempat Praktik Mandiri Dokter Gigi

Juara 1 Drg. Fitri Eka Rahmafyri, Kabupaten Jember

Juara 2 Drg. Hj. Aminah, Mm, Kabupaten Solok Selatan

Juara 3 Drg. Asrofi, Kabupaten Temanggung

Kategori Klinik Pratama

Juara 1 Klinik Pratama Ganesha Bali, Kabupaten Buleleng

Juara 2 Klinik Dua Putri Jaya, Kabupaten Lampung Selatan

Juara 3 Klinik Pratama Bunda Patimah, Kota Medan

Kategori Rumah Sakit Kelas A

Juara 1 RSUD Dr Soetomo, Kota Surabaya

Juara 2 Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Kota Jakarta Pusat

Juara 3 RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Kota Denpasar

Kategori Rumah Sakit Kelas B

Juara 1 RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu, Kabupaten Bangkalan

Juara 2 RS Mitra Plumbon Cirebon, Kabupaten Cirebon

Juara 3 RSUD Brigjend H. Hasan Basry, Kabupaten Hulu Sungai Selatan

Kategori Rumah Sakit Kelas C

Juara 1 RS Mawaddah Medika, Kabupaten Mojokerto

Juara 2 RSUD R.A.A Tjokronegoro, Kabupaten Purworejo

Juara 3 RS Yos Sudarso, Kota Padang

Kategori Rumah Sakit Kelas D

Juara 1 RS Hasyim Asy'ari, Kabupaten Jombang

Juara 2 RS Santa Elisabeth, Kabupaten Bantul

Juara 3 RSU Sakinah Lhokseumawe, Kota Lhokseumawe

Kategori Rumah Sakit Khusus

Juara 1 RSIA Putri, Kota Surabaya

Juara 2 RSJ Prof Hb Saanin Padang, Kota Padang

Juara 3 RS Khusus Gigi Dan Mulut Universitas Hasanuddin, Kota Makassar

Kategori Klinik Utama

Juara 1 Klinik Utama Citra Mulia

Juara 2 Klinik Utama Cahaya Imani

Juara 3 Klinik Utama Cahaya Husada

Berikut nama 6 penerima Penghargaan Khusus Fasilitas Kesehatan Berkomitmen Dalam Pelayanan Kesehatan Program JKN Tingkat Nasional Tahun 2026:

Kategori Rumah Sakit D Pratama

RS Kelas D Pratama Samuda, Kabupaten Kotawaringin Timur

RSUD Hj. Puang Sabbe, Kabupaten Enrekang

RS Pratama Tolinggula Melayani, Kabupaten Gorontalo Utara

Kategori DBTFMS

RS Kapal Dr. Lie Dharmawan Ii, Kota Jakarta Barat

Puskesmas Ilwayab, Kabupaten Merauke

RS Kapal Ksatria Airlangga, Kota Surabaya

Berikut nama 15 penerima Penghargaan Lomba Konten Edukasi JKN Tahun 2026:

Kategori Puskesmas

Juara 1 Puskesmas Makrayu, Kota Palembang

Juara 2 Puskesmas Karang Rejo, Kota Tarakan

Juara 3 Puskesmas Remu, Kota Sorong

Kategori TPMD/TPMDG

Juara 1 Drg. Iqla Wafa' Al Hamdani, Kabupaten Polewali Mandar

Juara 2 Dr. Erwin Buntoro Jst, Kota Tanjung Pinang

Juara 3 Dr Handini, Kota Surabaya

Kategori Klinik Pratama

Juara 1 Klinik Pratama Kaina Healthcare, Jakarta Barat

Juara 2 Klinik Pratama Arimbi Medical Center, Kota Lubuk Linggau

Juara 3 Klinik Lmmc Banjarbaru, Kota Banjarbaru

Kategori FKRTL Pemerintah

Juara 1 RSUD Bangli, Kabupaten Bangli

Juara 2 RSUD Pameungpeuk Garut, Kabupaten Garut

Juara 3 RSUD Ajibarang, Kabupaten Banyumas

Kategori FKRTL Swasta

Juara 1 RS Ceria Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan

Juara 2 RS Hasyim Asy'ari, Kabupaten Jombang

Juara 3 Rumah Sakit Khusus Mata Prima Vision, Kota Medan

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya