Video Call Jadi Kabar Terakhir, Umi Menanti Suami yang Hilang di KM Virgo

Komunikasi terakhir dengan Yusuf terjadi melalui video call pada Sabtu (12/9/2026) pagi.

oleh Arief PramonoDiterbitkan 15 September 2026, 14:42 WIB
Sejumlah keluarga korban berdatangan mencari informasi mengenai kerabat mereka yang berada di kapal tersebut. (Liputan6.com/Arief Pramono)

Liputan6.com, Jakarta - Perjalanan jauh dari Kudus, Jawa Tengah, ditempuh Umi menuju Surabaya demi satu tujuan, yakni mencari kepastian keberadaan suami dan adiknya yang hingga kini belum ditemukan setelah KM Virgo Transport 8 hilang kontak dalam perjalanan menuju Banjarmasin.

Umi mendatangi Posko Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (14/9/2026) siang. Yusuf, suaminya, dan Adam, adiknya, tercatat dalam manifes penumpang kapal feri rute Surabaya-Banjarmasin tersebut.

Yusuf diketahui bekerja sebagai sopir truk ekspedisi dan Adam merupakan kernet. Keduanya berangkat menggunakan KM Virgo Transport 8, sebelum kapal dilaporkan hilang kontak pada Minggu (13/9/2026).

Kecemasan Umi semakin besar karena komunikasi terakhir dengan Yusuf terjadi melalui video call pada Sabtu (12/9/2026) pagi.

Saat itu, Yusuf masih sempat menghubunginya ketika hendak naik ke kapal. Sejak saat itu, tidak ada lagi kabar dari Yusuf maupun Adam.

“Sampai sekarang belum ada informasi, katanya masih menunggu dari Banjar,” ujar Umi di posko kepada wartawan.

Umi mengaku kedatangannya ke Surabaya dilakukan karena dirinya belum memperoleh kepastian mengenai kondisi suami dan adiknya. Meski keduanya tercatat dalam manifes kapal, nama mereka belum masuk dalam daftar korban yang ditemukan.

“Harapan saya segera ditemukan, pokoknya harus diupayakan. Dalam daftar penumpang ada, tetapi di daftar pencarian, suami sama adik saya belum ada,” terangnya.

 

Keluarga Korban Berdatangan ke Posko

Sejumlah keluarga korban berdatangan mencari informasi mengenai kerabat mereka yang berada di kapal tersebut. (Liputan6.com/Arief Pramono)

Umi bukan satu-satunya keluarga yang datang ke posko dengan membawa harapan sekaligus kecemasan. Sejumlah keluarga korban lainnya juga berdatangan. Mereka mencari informasi mengenai kerabat mereka yang berada di KM Virgo Transport 8.

Salah satunya Ruswi, yang datang untuk mencari kabar kakak iparnya, Edi Sukamto, warga Lumajang, Jawa Timur. Edi bekerja sebagai oiler atau kru kapal yang bertugas menangani pekerjaan di bagian mesin.

Menurut Ruswi, Edi selama ini rutin berkomunikasi dengan keluarga melalui WhatsApp. Namun, komunikasi tersebut mendadak terputus pada Minggu malam.

“Dia setiap hari komunikasi. Lepas maghrib, enggak ada komunikasi sama sekali sampai hari ini,” tutur Ruswi kepada wartawan.

Keluarga kemudian mengetahui kabar hilangnya kapal dari informasi yang beredar di media sosial. Sejak saat itu, mereka hanya dapat menunggu kabar dari tim SAR gabungan yang terus melakukan operasi pencarian.

Ruswi berharap Edi dapat segera ditemukan. Namun, di tengah ketidakpastian tersebut, keluarga juga berusaha mempersiapkan diri menghadapi segala kemungkinan.

“Semoga diberi kekuatan dan dalam laut itu, dasar laut kan, semoga yang terbaik saja,” imbuhnya.

Jika kemungkinan terburuk terjadi, keluarga berharap jenazah Edi dapat ditemukan dan dipulangkan agar bisa dimakamkan secara layak.

Harapan serupa kini dirasakan keluarga Yusuf dan Adam, serta keluarga korban lainnya yang masih menunggu kepastian nasib kerabat mereka.

Berdasarkan data Basarnas hingga Senin (14/9/2026) pukul 11.00 WITA, sebanyak 114 orang telah ditemukan dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8.

Dari jumlah tersebut, 108 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sedangkan enam orang dinyatakan meninggal dunia.

Sementara itu, 129 orang lainnya masih dalam pencarian. Sebanyak 86 korban telah tiba di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, terdiri atas 85 orang dalam kondisi selamat dan satu korban meninggal dunia.

Operasi pencarian dan pertolongan masih terus dilakukan tim SAR gabungan. Bagi keluarga yang menunggu di posko, setiap perkembangan operasi bukan sekadar informasi, melainkan harapan untuk segera mengetahui keberadaan orang-orang yang mereka cintai.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya