Gen Z Didorong Pahami Pentingnya Wellness, Tak Cuma soal Penampilan

Edukasi wellness di kampus oleh Guardian Indonesia mendorong Gen Z memahami pentingnya kesehatan fisik, mental, emosional, serta perawatan diri sejak dini.

oleh Pramita TristiawatiDiterbitkan 14 September 2026, 19:00 WIB
Guardian Wellness Journey Goes to Campus menyambangi Kampus Binus @Alam Sutera, Kota Tangerang, 14 September 2026. (Liputan6.com/Pramita Tristiawati)

Liputan6.com, Jakarta - Gen Z dinilai semakin membutuhkan pemahaman mengenai wellness untuk menjaga keseimbangan hidup di tengah aktivitas akademik, sosial, dan persiapan memasuki dunia kerja. Konsep tersebut kini tidak lagi sekadar berkaitan dengan penampilan, tapi mencakup kesehatan fisik, mental, emosional, nutrisi, dan kebiasaan merawat diri.

Pemahaman itu menjadi fokus dalam program tahunan Guardian Wellness Journey Goes to Campus yang kembali digelar pada 2026. Guardian Indonesia kali ini menyambangi Kampus Binus @Alam Sutera, Kota Tangerang, Senin (14/9/2026), sebagai bagian dari rangkaian edukasi kesehatan dan perawatan diri bagi mahasiswa.

Managing Director Health and Beauty Indonesia DFI Retail Group, Bhavin Patel, mengatakan program tersebut menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan interaktif yang membahas kesehatan, kecantikan, serta perawatan diri.

Guardian Indonesia memperluas jangkauan program dengan menyambangi delapan universitas di Jakarta, Tangerang, Bandung, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Surabaya. "Kami coba menjangkau melalui berbagai rangkaian kegiatan edukatif dan interaktif seputar kesehatan, kecantikan, serta perawatan diri," ujar Bhavin.

Program tersebut menargetkan sekitar 24 ribu mahasiswa. Penyelenggara ingin memberikan bekal mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak dini agar mahasiswa memiliki kebiasaan yang dapat mereka bawa ketika memasuki dunia kerja.

Bhavin menilai, masa kuliah menjadi periode yang tepat untuk memperkenalkan wellness secara lebih menyeluruh. Mahasiswa tidak hanya perlu memperhatikan kondisi fisik, namun juga memahami aspek lain yang memengaruhi kualitas hidup.

"Tujuan utama kami adalah mengedukasi generasi penerus tentang wellness. Bagi kami, wellness di Indonesia bukan hanya tentang tampilan luar, melainkan juga kesejahteraan dari dalam," katanya.

 

Ragam Kegiatan Interaktif

Guardian Wellness Journey Goes to Campus menyambangi Kampus Binus @Alam Sutera, Kota Tangerang, 14 September 2026. (Liputan6.com/Pramita Tristiawati)

Konsep tersebut diterapkan melalui sejumlah aktivitas interaktif di lingkungan kampus. Mahasiswa dapat mengikuti pemeriksaan kulit dan kulit kepala menggunakan perangkat pemindai yang menganalisis kondisi keduanya secara langsung.

Rangkaian kegiatan juga menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis. Mahasiswa dapat mengecek kadar kolesterol, gula darah, dan asam urat untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi kesehatan tubuh.

Booth lain menghadirkan konsultasi nutrisi, makeup, perawatan kulit, serta colour personality. Aktivitas tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenali kebutuhan diri, sekaligus mendapatkan informasi mengenai kesehatan dan perawatan yang sesuai.

Guardian Indonesia juga menghadirkan bazaar yang menawarkan berbagai produk kesehatan dan perawatan diri dengan harga khusus. Kehadiran berbagai fasilitas tersebut membuat edukasi wellness berlangsung melalui pengalaman langsung, bukan hanya penyampaian informasi.

 

Relevan untuk Semua Kelompk Usia

Guardian Wellness Journey Goes to Campus menyambangi Kampus Binus @Alam Sutera, Kota Tangerang, 14 September 2026. (Liputan6.com/Pramita Tristiawati)

Konsep wellness yang dikenalkan pada mahasiswa juga tidak dimaksudkan sebagai tren yang hanya berlaku bagi generasi muda. Kesadaran untuk menjaga kebugaran dan melakukan perawatan diri tetap relevan bagi berbagai kelompok usia.

"Bukan hanya untuk Gen Z atau usia muda, tapi pemahaman kesehatan, kebugaran, pentingnya perawatan diri untuk segala usia. Jadi tidak ada kata terlambat untuk membuat diri sehat," ujar Bhavin.

Campus Director Binus @Alam Sutera, Prof Lim Sanny, turut mengapresiasi kegiatan yang membawa pembahasan kesehatan fisik dan mental ke lingkungan pendidikan. Menurutnya, perhatian terhadap kesejahteraan mahasiswa menjadi bagian penting dalam mendukung proses pembelajaran.

"Sebagai lembaga pendidikan, fokus kami tidak hanya pada pencapaian akademik, tetapi juga kesejahteraan peserta didik secara holistik," kata Lim.

Binus juga mendorong mahasiswa mengembangkan kreativitas, inovasi, dan kemampuan bisnis. Lim menilai kemampuan tersebut perlu berjalan beriringan dengan kondisi fisik dan mental yang baik agar mahasiswa dapat menjalani aktivitas akademik maupun pengembangan diri secara optimal.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya