Redam Efek Dolar, Kalbe Farma (KLBF) Genjot Ekspor Buat Natural Hedging

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mengandalkan ekspor sebagai natural hedging untuk menekan dampak volatilitas nilai tukar rupiah dan tingginya biaya impor bahan baku.

oleh Thurfah Mahira AhnafDiterbitkan 11 September 2026, 14:40 WIB
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) (Foto: Liputan6.com/Elga N)

Liputan6.com, Jakarta - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mengandalkan bisnis ekspor sebagai penyeimbang (natural hedging) di tengah tekanan pelemahan rupiah yang membebani biaya impor bahan baku obat.

Direktur Kalbe Farma Kartika Setiabudy mengungkapkan, kontribusi ekspor terhadap total penjualan perseroan saat ini masih terbilang kecil.

"Kontribusi ekspor kita saat ini masih di kisaran di bawah 10 persen," ujar Kartika dalam agenda Public Expose Live 2026, Jumat (11/9/2026). Lebih spesifik, porsinya berada di angka 7 persen dari total penjualan perseroan pada 2026.

Meski porsinya relatif mungil, pertumbuhan bisnis ekspor KLBF dalam dua tahun terakhir tergolong solid. Kartika menyebut penjualan luar negeri sanggup tumbuh hingga dua digit (double digit).

Fokus Perdalam Pasar ASEAN

Alih-alih memperluas ekspansi ke negara baru, Kalbe Farma memilih untuk memperdalam penetrasi pasar di wilayah yang sudah dijangkau, khususnya Asia Tenggara.

"Kita belum berencana untuk menambah negara baru," tegas Kartika, mengacu pada besarnya potensi pasar yang belum tergarap maksimal di negara-negara tetangga.

Sebagai langkah strategis memperkuat footprint di tingkat regional, KLBF menyuntikkan investasi di Alliance Pharma, Thailand. Investasi ini diproyeksikan menjadi pintu masuk utama bagi produk-produk specialty Kalbe ke pasar Negeri Gajah Putih tersebut.

 

Gandeng Perusahaan China

Selain investasi di Thailand, KLBF mengeksekusi skema joint venture bersama perusahaan asal China untuk memproduksi bahan baku obat. Dalam kerja sama ini, Kalbe berperan sebagai mitra minoritas.

Kartika menilai langkah ini sebagai sarana transfer ilmu (learning curve), mengingat mitra asal China tersebut sudah berpengalaman menembus pasar ekspor global, termasuk Amerika Serikat.

Bagi Kalbe Farma, memperbesar porsi ekspor bukan sekadar memburu pertumbuhan penjualan, melainkan juga tameng pertahanan untuk meredam dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap kinerja keuangan.

"Ini menjadi natural hedging yang membantu kita mengelola dampak volatilitas nilai tukar," pungkas Kartika. Pendapatan ekspor dalam denominasi dolar AS diharapkan mampu menyeimbangkan tingginya beban impor bahan baku perseroan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya