Begini Aktivitas Warga Lampung Usai Berhari-hari Hujan Abu Anak Krakatau

Debu Krakatau Mereda, Warga Bandar Lampung Kembali Padati Jalan dan Lapangan Olahraga

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 11 September 2026, 11:16 WIB
Warga Bandar Lampung mulai beraktivitas di luar rumah. (Liputan6.com/Ardi Munthe)

Liputan6.com, Jakarta - Wajah Kota Bandar Lampung mulai kembali normal setelah beberapa hari aktivitas warga terganggu akibat paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK).

Jalanan yang sebelumnya tampak lebih lengang kini mulai kembali dipadati kendaraan. Aktivitas ekonomi di sejumlah pasar tradisional juga kembali menggeliat, dengan warga mulai berbelanja dan melakukan transaksi seperti sebelum abu vulkanik menyebar ke sejumlah wilayah di Lampung.

Pantauan di Bandar Lampung, Jumat (11/9/2026), sebagian warga masih mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Namun, tidak sedikit warga yang mulai beraktivitas tanpa masker seiring kondisi udara dan debu yang berangsur membaik.

Perubahan kondisi tersebut juga terlihat di Lapangan Kalpataru, Kemiling, Bandar Lampung. Setelah hampir sepekan aktivitas olahraga warga menurun akibat paparan abu vulkanik, lapangan tersebut mulai kembali ramai didatangi warga.

Warga terlihat berjalan kaki, berolahraga hingga berkumpul bersama keluarga.

Novianto (45), salah seorang warga yang rutin berolahraga di Lapangan Kalpataru, mengaku baru kembali beraktivitas setelah hampir sepekan memilih berada di rumah.

Ia mengatakan, informasi pemerintah mengenai kondisi abu vulkanik yang mulai menghilang membuat dirinya kembali berani berolahraga di luar rumah.

"Senang bisa olahraga lagi. Sudah seminggu enggak ke sini. Enggak gerak badan, sakit semua, Mas," kata Novianto saat ditemui di Lapangan Kalpataru, Jumat (11/9/2026).

Dia mengaku bersyukur aktivitas masyarakat mulai kembali normal. Terlebih, kegiatan belajar mengajar di sekolah juga telah kembali berjalan.

"Informasi dari pemerintah debunya enggak ada lagi, anak-anak sudah sekolah lagi," ujarnya.

Ia berharap kondisi tersebut terus membaik dan aktivitas Gunung Anak Krakatau tidak kembali menyebabkan paparan abu vulkanik ke wilayah Lampung.

"Ya semoga sudah benar-benar hilang abu Krakatau-nya, semoga enggak meletus lagi, biar kita semuanya sehat. Saya doain petugasnya sehat-sehat juga," katanya sambil tersenyum.

Hal serupa dirasakan Desi (42). Selama sekitar sepekan terakhir, ia memilih menghentikan rutinitas olahraga dan lebih banyak beraktivitas di dalam rumah akibat paparan abu vulkanik.

"Iya, Mas, baru ini sudah mulai olahraga lagi. Semingguan kemarin stop dulu, banyak abu Krakatau," kata Desi.

Menurutnya, dampak abu vulkanik tidak hanya membuat aktivitas di luar rumah berkurang. Ia juga harus lebih sering membersihkan rumah karena debu menempel di teras hingga bagian dalam rumah.

"Capek banget seminggu ini nyapu, ngepel, nyapu, ngepel. Karena enggak berhenti-berhenti. Mau keluar rumah juga malas, banyak debu," ujarnya.

Desi mengaku lega setelah kondisi di Bandar Lampung mulai berubah. Pada Jumat pagi, ia mengaku tidak lagi menemukan tumpukan debu tebal seperti yang terjadi beberapa hari sebelumnya.

"Ya bersyukur hari ini kelihatannya sudah normal. Tadi pagi saya enggak lihat debu yang tebal di teras, di atas mobil. Anak-anak sekolah juga sudah masuk. Semoga amanlah, Mas," katanya.

 

Abu Vulkanik Tak Mengarah ke Lampung

Kembalinya aktivitas warga di Bandar Lampung sejalan dengan hasil pemantauan BPBD Provinsi Lampung. Sebelumnya, BPBD menyatakan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau tidak lagi terdeteksi secara signifikan mengarah ke wilayah Lampung.

Kepala BPBD Provinsi Lampung, Aswarodi, mengatakan berdasarkan analisis citra satelit Himawari-9, tidak terdeteksi sebaran abu vulkanik signifikan dari Gunung Anak Krakatau menuju Lampung.

"Posisi abu vulkanik sudah tidak ada," kata Aswarodi saat konferensi pers di Pusdalops BPBD Lampung, Kamis (10/9/2026).

Ia juga menyebut kondisi debu di Bandar Lampung dan sekitarnya telah aman. Sementara itu, kadar sulfur dioksida atau SO2 disebut terus mengalami penurunan menuju kondisi normal.

"Bandar Lampung dan sekitarnya kondisi debu aman, SO2 berlangsung turun menuju normal," ujarnya.

Meski aktivitas masyarakat mulai kembali normal, BPBD Lampung tetap mengimbau warga tidak lengah. Masyarakat diminta tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah apabila kembali menemukan paparan debu vulkanik.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya