Dari Susu Kecoa hingga Pakaian Dalam, Riset Nyeleneh Ini Raih Ig Nobel

Apa saja penelitian yang mendapatkan penghargaan ini?

oleh Nasywa FakhirahDiterbitkan 05 September 2026, 18:00 WIB
Ilmuwan Pemenang Ig Nobel Prize di Zurich, Swiss (Claudio Thoma/Keystone via AP)

Liputan6.com, Bern - Sepuluh tim peneliti mendapat penghargaan di hari Kamis dalam sebuah upacara pemberian penghargaan sains penuh satir yang dilaksanakan di luar Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya lantaran kekhawatiran tentang perjalanan.

Dikutip dari AP News, Sabtu (5/9/2026), para ilmuwan yang meneliti susu dari kecoa dan meneliti kesehatan tanah menggunakan pakaian dalam menerima Ig Nobel Prize sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi yang tidak biasa dan imajinatif untuk dunia sains.

Penghargaan yang diselenggarakan oleh majalah digital bernama Annals of Improbable Research pindah ke Eropa setelah 35 tahun dilakukan di AS. Hal ini karena kekhawatiran akan kesulitan para peserta dalam mendapatkan visa.

Di sebuah pusat konvensi di Zurich, Swiss, para tim peneliti menerima piala khusus yang menyerupai jamur dan kaki manusia. Di antara mereka adalah Matilda Brindle dan Stuart West dari Universitas Oxford dan Catherine F. Talbot dari Florida Institute of Technology yang merekonstruksi sejarah evolusi berciuman.

Ada juga Dr. Tokuji Unno yang meneliti sains dari tindakan membuang ingus. Kemudian ada tim lain yang mengubur seribu pasang pakaian dalam di lebih dari 25 negara untuk mempelajari bagaimana hewan-hewan di dalam tanah membantu proses penguraiannya.

Sesuai tradisi, para audiens yang hadir membuat pesawat dari kertas dan melemparnya ke arah panggung sebagai tanda dimulainya acara tersebut.

Untuk acara-acara mendatang, para panitia berencana untuk bergantian mengadakan acara di Zurich dan negara-negara Eropa lainnya. Upacara tahun 2027 akan dilakukan di kota Antwerp, Belgia.

Sebelumnya, acara pernah diselenggarakan di Universitas Harvard, Institut Teknologi Massachusetts, dan Universitas Boston. Tapi, belum ada rencana dalam waktu dekat untuk kembali ke AS.

“Selama setahun terakhir, tidak aman bagi para tamu kami untuk hadir ke negara ini,” tutur pembawa acara sekaligus editor majalah tersebut, Marc Abrahams kepada The Associated Press lewat email bulan Maret lalu.

Penghargaan Nobel, yang tidak ada hubungannya dengan penghargaan lain yang namanya terdengar jenaka, akan diumumkan pada awal Oktober.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya