Liputan6.com, Jakarta - Kepala Stasiun LRT Pancoran Kurniawan mengatakan penemuan pria tanpa identitas yang tewas di gardu listrik tidak mengganggu perjalanan kereta maupun aktivitas di stasiun.
"Normal kok. Jadi ini kan gardunya memang punya khusus kita, tapi kan aliran listriknya dialihkan, di-switch istilah mereka itu. Jadi kita enggak ada masalah di kita," kata dia kepada Liputan6.com, Rabu (2/9/2026).
Advertisement
"Ini kan sudah off nih, tapi kan tetap hidup karena dipindah (aliran listriknya). Kan ada saklar-saklarnya di dalam," sambung dia.
Kurniawan menceritakan, insiden tersebut yang pertama tahu adalah Dinas Perhubungan dan kemudian langsung melapor ke polisi.
"Dia ngasih tahu bahwa kabel itu sudah pada turun, jadi dia sudah pada melapor pihak berwajib kan. Karena pas di situ baunya," papar dia.
Kurniawan menegaskan, pihaknya tidak mengetahui soal ada atau tidaknya kerusakan gardu, karena yang berwenang adalah pihak PLN.
"Tapi kalau dari kami di LRT, gak berdampak apa-apa. Kami pun juga punya cadangan listrik 2 jam jika ibaratnya terjadi apa-apa," tutup Kurniawan.
Sebelumnya, seorang pria tanpa identitas ditemukan tewas di gardu listrik yang digunakan untuk mendukung operasional LRT di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. Polisi menduga pria tersebut hendak mengambil kabel sebelum tersengat listrik bertegangan tinggi.
Kapolsek Pancoran Kompol Suminto mengatakan korban masuk ke area gardu melalui bagian bawah sambil membawa kantong plastik yang berisi gergaji besi dan topi.
"Korban masuk dari bawah dengan membawa kantong plastik dengan gergaji beserta topi. Kemudian naik ke atas lantai dua di gardu tersebut. Diduga tersengat listrik tegangan tinggi," kata Suminto kepada wartawan di Jakarta, Selasa (2/9/2026).
Diduga Hendak Mencuri Kabel
Polisi menerima laporan mengenai kejadian tersebut sekitar pukul 17.50 WIB. Berdasarkan pemeriksaan sementara, korban kemudian naik ke lantai dua gardu dan diduga tersengat aliran listrik bertegangan tinggi.
Suminto mengatakan dugaan korban hendak mengambil kabel muncul dari barang-barang yang dibawanya. Polisi menemukan gergaji besi dan kantong plastik yang diduga akan digunakan untuk mengambil kabel.
"Kira-kira diprediksikan kabel yang mau diambil, karena alat yang dibawa adalah gergaji besi sama kantong plastik," ujarnya.
Polisi sementara baru menemukan satu orang korban dalam kejadian tersebut. Identitas pria itu belum diketahui karena tidak ditemukan KTP maupun dokumen identitas lainnya pada tubuh korban.
"Sementara ditemui satu. Di tubuhnya tidak ditemukan KTP maupun identitas tidak ada. Jadi Mr X," kata Suminto.