Moscow City Tourism Committee Bidik Turis RI, Tawarkan Wisata Halal

Apa saja yang dipaparkan oleh Moscow City Tourism Committee terkait program wisata halalnya?

oleh Nasywa FakhirahDiterbitkan 01 September 2026, 18:35 WIB
Maria Pasuginova dan Dubes Rusia, Sergei Gennadievich Tolchenov Selasa (1/9/2026) (Dok: Liputan6/Nasywa Fakhirah)

Liputan6.com, Jakarta - Moscow City Tourism Committee bersama Kedutaan Besar Rusia di Indonesia menggelar roadshow pariwisata di Jakarta untuk memperkenalkan berbagai destinasi wisata Moskow sekaligus membuka peluang kerja sama dengan industri pariwisata Indonesia.

Moscow City Tourism Committee merupakan badan resmi Pemerintah Kota Moskow yang bertugas mengembangkan dan mempromosikan potensi pariwisata ibu kota Rusia tersebut ke pasar internasional.

Kegiatan ini mempertemukan 16 agen perjalanan dari Rusia dengan sejumlah pelaku industri pariwisata Indonesia dalam forum Business to Business (B2B). Pertemuan tersebut ditujukan untuk membuka peluang kerja sama dan pengembangan produk wisata antara kedua negara.

Kepala Direktorat untuk Asia, CIS, dan Amerika Latin, Maria Pasuginova, dalam presentasinya memperkenalkan sejumlah destinasi wisata di Moskow, informasi mengenai pengajuan e-visa, hingga fasilitas wisata ramah Muslim yang tersedia di kota tersebut.

"Moskow memiliki lebih dari 1.200 taman dan area hijau, lebih dari 23 ribu restoran dan bar, lebih dari 700 situs budaya, dan lebih dari 450 museum. Jadi, walau sudah mengunjungi banyak tempat di Moskow, selalu ada kesempatan untuk menemukan hal baru," ujar Maria, Selasa (1/9/2026).

Menurut Maria, Pemerintah Kota Moskow juga terus mengembangkan destinasi dan atraksi wisata baru untuk menarik lebih banyak wisatawan internasional.

Ia mengatakan jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Moskow menunjukkan tren peningkatan. Sepanjang 2025, sekitar 7.500 wisatawan asal Indonesia tercatat mengunjungi Moskow, meningkat 34 persen dibandingkan 2024.

Sementara itu, pada awal 2026 tercatat sekitar 3.600 perjalanan wisatawan Indonesia ke Moskow. Jumlah tersebut meningkat 12 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Moskow juga berupaya menarik lebih banyak wisatawan Muslim dari Indonesia dengan menyediakan berbagai fasilitas pendukung. Maria menyebut sejumlah restoran halal, masjid dan ruang ibadah, serta hotel dengan layanan yang memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim tersedia di kota tersebut.

"Kami sudah menyiapkan panduan ramah Muslim yang dapat membantu merancang trip ke Moskow," kata Maria.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov, berharap pertemuan antara pelaku industri pariwisata kedua negara dapat menghasilkan kerja sama konkret, termasuk pengembangan produk wisata baru dan perluasan pasar pariwisata Moskow di Indonesia.

Menurut Tolchenov, Kedutaan Besar Rusia di Jakarta siap mendukung upaya peningkatan kerja sama di bidang pariwisata sekaligus memperkuat hubungan antara Indonesia dan Rusia.

"Saya berharap kunjungan antara kedua negara ini bisa lebih membuat Indonesia dan Rusia memahami satu sama lain dan lebih memperkuat relasi pertemanan antara kedua negara," ujar Tolchenov.

Sistem e-Visa dan Kendala Pariwisata

Acara Roadshow Moscow City Tourism Committee Selasa (1/9/2026) (Dok: Liputan6/Nasywa Fakhirah)

Salah satu hal yang dipaparkan pada presentasi Maria adalah pendaftaran visa elektronik yang mudah. Masyarakat bisa mendaftar visa lewat online dengan masa pengerjaan empat hari. Dengan visa tersebut, pengunjung bisa tinggal hingga 30 hari di Moskow.

Tolchenov berkata bahwa sistem visa Indonesia dan Rusia berbeda. Di Indonesia, ada regulasi untuk Visa on Arrival, tapi Rusia tidak. “Tapi, Indonesia sudah masuk daftar negara yang bisa membuat visa secara online. Anda tidak perlu datang ke kantor saya, hanya empat atau lima hari e-visa sudah jadi,” jelasnya pada konferensi pers Selasa (1/9/2026).

Moskow menjadi salah satu pilihan destinasi populer bagi turis Indonesia karena menurut staf pariwisata mereka, rata-rata orang Indonesia berada di Moskow adalah sembilan hari. “Angka ini lebih lama dibanding turis internasional lainnya,” imbuh Maria. 

Namun, bahasa dan visa bisa menjadi kendala dalam melakukan perjalanan ke Moskow. Maria berkata bahwa mereka berusaha keras untuk mengatasi kendala-kendala tersebut. “Untuk perbedaan bahasa, Moskow memiliki lingkungan yang ramah dengan berbahasa Inggris untuk berkomunikasi. Kendala visa juga sudah bisa menggunakan e-visa,” jelas Maria menjawab pertanyaan dari Liputan6.com.

Ia berkata mereka bersedia untuk belajar tentang budaya dan kebiasaan negara dari turis-turis yang datang ke Moskow. Mereka juga membuat lingkungan ramah Muslim untuk masyarakat Indonesia atau masyarakat Muslim lainnya untuk mengunjungi Moskow. “Saya yakin kalian akan sangat nyaman dan diterima serta bisa mencari makanan halal, ruang ibadah, dan semua hal untuk perjalanan yang nyaman ke Moskow."

Kendala untuk penerbangan langsung juga masih mereka usahakan dengan keras, menurut Maria. Saat ini, tersedia penerbangan dengan satu pemberhentian sebelum Moskow. Mereka berharap secepatnya penerbangan langsung bisa tersedia.

Dubes Rusia juga memberikan alasan mendalam tentang mengapa Moskow harus dikunjungi. Terlepas dari tempat wisata turis yang sudah dipaparkan, Moskow itu lebih dari sebuah ibu kota atau tempat politik, tapi memiliki sejarah yang panjang lebih dari seribu tahun.

“Moskow adalah kombinasi antara kekayaan sejarah dan teknologi modern. Jakarta bisa dijelajahi dalam hitungan jam, tapi Moskow, seminggu pun tidak cukup untuk menjelajahi kota tersebut,” jelas Tolchenov.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya