Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menegaskan, sinergi kebijakan fiskal dan moneter menjadi kunci untuk menjaga likuiditas dan stabilitas inflasi di tengah ketidakpastian ekonomi.
Destry mengatakan, kebijakan fiskal ekspansif pemerintah perlu bergerak seirama dengan kebijakan moneter BI agar dukungan terhadap perekonomian tetap berjalan tanpa mengganggu stabilitas.
Advertisement
"Bagaimana Bank Indonesia dengan Kementerian Keuangan itu harus bisa bersama-sama mengelola likuiditas. Pemerintah dengan fiscal policy dan fiscal ekspansinya melakukan itu, tentunya dari Bank Indonesia kita juga men-support. Komunikasi yang perlu kita lakukan adalah bagaimana fiskal-moneter ini bisa seirama bergeraknya,” kata Destry di Gedung DPR RI, Selasa (1/9/2026).
Destry menyebut pengendalian inflasi juga membutuhkan koordinasi lintas lembaga karena sebagian tekanan harga berasal dari sisi pasokan yang tidak dapat ditangani BI melalui kebijakan moneter saja.
"Inflation salah satu target kami untuk dijaga stabilitasnya. Tapi kita tahu ada sumber inflasi yang sifatnya lebih supply side. Tentunya kalau supply side ini Bank Indonesia tidak bisa sendiri,” ujar Destry.
Destry mengatakan, BI menggandeng pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mengatasi gangguan pasokan pangan yang dapat mendorong inflasi. BI menjalankan koordinasi tersebut melalui 46 kantor perwakilan BI di daerah bersama pemerintah daerah dan kementerian terkait.
Destry mencontohkan, kerja sama tersebut dapat menangani kelangkaan komoditas pangan seperti cabai dan bawang merah yang berpotensi meningkatkan tekanan inflasi.
"Dengan pemerintah daerah, kemudian juga dengan kementerian-kementerian terkait, kita bekerja sama bagaimana ke daerah-daerah untuk bisa mengatasi kelangkaan, misalnya ada masalah cabai, ada masalah bawang merah,” kata Destry.
Destry menilai sinergi fiskal-moneter juga dapat diperluas melalui kerja sama untuk mendorong transaksi menggunakan mata uang lokal dalam perdagangan dan investasi.
BI Bakal Optimalkan Sinergi
BI, Kementerian Perdagangan, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, serta Kementerian Perindustrian menjalankan kelompok kerja untuk membahas penguatan transaksi mata uang lokal secara berkala.
Destry juga menekankan sinergi antarlembaga perlu mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, termasuk melalui penguatan UMKM.
Destry mengatakan BI telah menggandeng 27 kementerian yang memiliki UMKM binaan dalam kegiatan Karya Kreatif Indonesia untuk memperluas pengembangan dan pemasaran produk UMKM.
"Memang kita akan mengoptimalkan sinergi yang bisa kita lakukan, tapi tentunya tanpa juga mengabaikan mandat dan kewenangan dari masing-masing lembaga yang melakukan sinergi itu,” ujar Destry.