Liputan6.com, Washington - Sekretaris Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) Dan Driscoll telah mengajukan pengunduran dirinya kepada Presiden Donald Trump, menurut sejumlah sumber yang mengetahui persoalan tersebut kepada CNN.
Dikutip dari CNN, Selasa (1/9/2026), salah satu sumber mengatakan keputusan itu bukan sesuatu yang mengejutkan, mengingat ketegangan yang selama ini terjadi antara Driscoll dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth.
Advertisement
Sumber kedua menyebutkan bahwa dalam surat pengunduran dirinya, Driscoll mengangkat kekhawatiran kepada pemerintahan mengenai transformasi dan kesiapan Angkatan Darat. Ia juga menyoroti Hegseth yang disebut menghambat upaya tersebut, khususnya dengan memberhentikan para jenderal yang bertanggung jawab atas proses itu.
Seorang pejabat Angkatan Darat mengonfirmasi bahwa Driscoll telah berbicara dengan Trump mengenai kondisi Angkatan Darat saat ini dan kemudian menyerahkan pengunduran dirinya.
Pergantian di Tengah Perang Iran
Kepergian Driscoll sebenarnya telah lama menjadi bahan spekulasi. Mantan veteran Angkatan Darat itu juga dikenal sebagai teman lama Wakil Presiden JD Vance.
Pengunduran dirinya terjadi setelah berbulan-bulan hubungan yang diwarnai gesekan dengan Hegseth. Keputusan tersebut juga muncul enam bulan setelah perang Iran berlangsung, yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.
Belum diketahui kapan Driscoll secara resmi meninggalkan jabatannya. Biasanya, posisi tersebut akan diisi sementara oleh wakil sekretaris Angkatan Darat sebagai pelaksana tugas. Saat ini posisi itu dijabat Mike Obadal, pensiunan kolonel Angkatan Darat dan mantan penerbang operasi khusus.
Juru bicara Gedung Putih Anna Kelly memberikan penilaian positif terhadap kinerja Driscoll.
"Secretary Driscoll telah sangat efektif dalam memajukan agenda Presiden Trump untuk Make America Strong Again di Departemen Angkatan Darat dengan memberikan kepemimpinan luar biasa selama operasi militer bersejarah, mengembalikan penekanan pada kesiapan dan daya bunuh, membantu negosiasi antara Rusia dan Ukraina, dan banyak lagi," kata Kelly dalam sebuah pernyataan.
CNN telah menghubungi Angkatan Darat untuk meminta komentar tambahan. Wall Street Journal menjadi media pertama yang melaporkan kepergian Driscoll.
Hubungan dengan Jenderal Randy George
Ketegangan antara Driscoll dan Hegseth semakin menjadi sorotan setelah Hegseth pada awal tahun ini memecat Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Randy George serta dua jenderal lainnya. George dan Driscoll diketahui bekerja sama secara erat.
Pemecatan tersebut berulang kali dipertanyakan oleh anggota parlemen dari kedua partai. Mereka juga menyampaikan kekaguman terhadap George.
Dalam kesaksiannya di hadapan Kongres pada April, Driscoll turut menyampaikan penghormatannya kepada George.
"Tidak ada orang yang lebih menghormati Jenderal George dan 42 tahun pengabdiannya, Purple Heart-nya, istrinya Patty, cucu-cucunya, anak-anaknya," kata Driscoll saat itu.
"Saya sangat menyayangi mereka," lanjutnya. "Dan dia adalah pemimpin yang luar biasa dan transformatif."
Hubungan Dekat Driscoll dan JD Vance
Menurut sejumlah sumber yang sebelumnya berbicara kepada CNN, sejak awal masa jabatannya, Hegseth telah menunjukkan ketidakpercayaan terhadap sejumlah pejabat di sekitarnya, baik dari kalangan sipil maupun militer, serta mencurigai loyalitas mereka.
Salah satu contoh paling menonjol dari konflik internal selama masa kepemimpinan Hegseth adalah hubungannya dengan Driscoll. Ketegangan tersebut kerap dikaitkan dengan kedekatan Driscoll dengan Vance.
CNN sebelumnya melaporkan bahwa Hegseth memandang hubungan Driscoll dengan Gedung Putih sebagai upaya untuk melewatinya dalam jalur pemerintahan.
Driscoll dan Vance merupakan teman dekat yang pernah menjadi teman sekelas di Yale Law School. Keduanya tetap menjalin hubungan dekat setelah menyelesaikan pendidikan.
Driscoll juga membangun hubungan tersendiri dengan Trump. Kedekatan itu terlihat ketika Trump tahun lalu menunjuknya untuk membantu membujuk Ukraina agar kembali ke meja perundingan untuk melakukan pembicaraan dengan Rusia.
Fokus Berbeda dengan Hegseth
Masa jabatan Hegseth sejauh ini banyak diwarnai sikap agresifnya terhadap isu-isu yang disebut sebagai perang budaya. Sementara itu, Driscoll dan George secara terbuka terlihat lebih berfokus pada modernisasi pasukan serta peralatan Angkatan Darat.
Trump bahkan sempat menyebut Driscoll sebagai "drone guy" karena kiprahnya yang luas dalam pengembangan teknologi tersebut.
Hegseth sendiri pernah bertugas di Army National Guard selama hampir 20 tahun dan memberikan perhatian khusus terhadap Angkatan Darat beserta kepemimpinannya.
Selama masa jabatannya, ia telah memecat atau mendorong sejumlah pemimpin penting Angkatan Darat untuk meninggalkan posisi mereka. Mereka termasuk George, mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal James Mingus, Kepala Army Transformation and Training Command Jenderal David Hodne, Kepala Chaplains Mayor Jenderal William Green Jr., serta Direktur Joint Staff Letnan Jenderal Douglas Sims.
Jenderal Christopher Donahue Juga MundurPerubahan kepemimpinan terbaru terjadi pada Jenderal Christopher Donahue, komandan US Army Europe and Africa yang sangat dihormati.
Donahue meninggalkan posisinya setelah Hegseth belum mencalonkannya untuk jabatan baru. Sejumlah sumber mengatakan kepada CNN bahwa terdapat ketegangan antara kantor Hegseth dan Donahue, meskipun ketegangan tersebut tidak selalu terjadi secara langsung antara kedua tokoh tersebut.
Donahue secara resmi pensiun pada pekan lalu.