Liputan6.com, Jakarta - PT Tatalogam Lestari melalui Tatalogam Group menghadirkan sistem konstruksi Domus Fastrack untuk mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah.
Tatalogam memperkenalkan teknologi berbasis baja ringan atau Light Gauge Steel Frame (LGSF) tersebut dalam ajang Danantara Housing Expo 2026 yang berlangsung pada 27–30 Agustus 2026 di NICE PIK 2.
Advertisement
Business Development Manager Tatalogam Lestari, Christi Pramudianti Wihardjono, menyampaikan bahwa Domus Fastrack mampu mempercepat proses konstruksi karena perencanaan desain, produksi material, hingga instalasi berjalan dalam satu sistem terintegrasi.
“Dengan sistem Domus Fastrack, proses konstruksi menjadi jauh lebih cepat karena material diproduksi di pabrik sesuai kebutuhan presisi. Biaya pengiriman juga lebih hemat karena material yang kami gunakan relatif ringan,” ujar Christi di Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Kecepatan sistem ini dibuktikan Tatalogam lewat pembangunan enam unit contoh (show unit) rumah dan apartemen pada Danantara Housing Expo 2026. Seluruh proses konstruksi enam unit tersebut diselesaikan hanya dalam kurun waktu 12 hari, terhitung sejak tahap perancangan desain hingga bangunan berdiri tegak.
Christi menjelaskan, proses pembangunan dengan Domus Fastrack diawali dari perancangan arsitektur, pemodelan struktur, serta analisis teknis sebelum material diproses di pabrik Tatalogam yang berlokasi di Cikarang, Bekasi.
Tatalogam menerapkan integrasi sistem Computer-Aided Design (CAD) dan Computer-Aided Manufacturing (CAM) selama proses produksi untuk meningkatkan presisi sekaligus meminimalkan sisa material di lokasi proyek.
“Proses produksi berpatokan pada hasil analisis struktur. Integrasi sistem CAD ke CAM membuat hasil produksi sangat presisi sehingga bisa langsung dirakit di lokasi tanpa menyisakan material berlebih,” jelas Christi.
Ia menambahkan, efisiensi waktu konstruksi ini berkontribusi langsung pada pemangkasan biaya tenaga kerja, produksi, serta distribusi, sehingga berpotensi menekan harga jual rumah agar lebih terjangkau.
“Banyak komponen biaya yang dapat dipangkas. Hasilnya, selain proses pembangunan yang lebih cepat, harga hunian juga menjadi lebih ramah di kantong masyarakat dari berbagai kalangan,” tuturnya.
Dukungan Solusi Backlog Perumahan
Pada kesempatan yang sama, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyatakan bahwa penyelenggaraan Danantara Housing Expo 2026 menjadi wujud nyata dukungan terhadap percepatan penyediaan 3 juta rumah bagi masyarakat.
Rosan membeberkan data BPS per Maret 2026 yang mencatat sekitar 9,29 juta rumah tangga di Indonesia belum memiliki rumah sendiri, sementara 18 juta rumah tangga lainnya masih mendiami hunian yang belum memenuhi standar kelayakan.
Dalam pameran ini, Danantara menghadirkan 12 pengembang BUMN dengan total penawaran 16.559 unit hunian yang tersebar di 98 proyek. Jumlah tersebut mencakup 6.611 unit untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 9.948 unit untuk non-MBR.
“Pilihan yang ditawarkan sangat bervariasi, mulai dari kisaran harga Rp 120 jutaan hingga hunian kelas atas di rentang Rp 2 miliar sampai Rp 3 miliar. Jadi, kami mengakomodasi seluruh segmen kebutuhan masyarakat,” kata Rosan.
Danantara juga mengandeng bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk menyediakan kemudahan akses pembiayaan KPR.
Pameran skala besar ini menargetkan lebih dari 50.000 pengunjung dengan melibatkan lebih dari 130 pengembang BUMN serta swasta, yang secara akumulatif menawarkan lebih dari 120.000 unit hunian.
Dukungan Solusi Backlog Perumahan
Pada kesempatan yang sama, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyatakan bahwa penyelenggaraan Danantara Housing Expo 2026 menjadi wujud nyata dukungan terhadap percepatan penyediaan 3 juta rumah bagi masyarakat.
Rosan membeberkan data BPS per Maret 2026 yang mencatat sekitar 9,29 juta rumah tangga di Indonesia belum memiliki rumah sendiri, sementara 18 juta rumah tangga lainnya masih mendiami hunian yang belum memenuhi standar kelayakan.
Dalam pameran ini, Danantara menghadirkan 12 pengembang BUMN dengan total penawaran 16.559 unit hunian yang tersebar di 98 proyek. Jumlah tersebut mencakup 6.611 unit untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 9.948 unit untuk non-MBR.
“Pilihan yang ditawarkan sangat bervariasi, mulai dari kisaran harga Rp 120 jutaan hingga hunian kelas atas di rentang Rp 2 miliar sampai Rp 3 miliar. Jadi, kami mengakomodasi seluruh segmen kebutuhan masyarakat,” kata Rosan.
Danantara juga mengandeng bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk menyediakan kemudahan akses pembiayaan KPR.
Pameran skala besar ini menargetkan lebih dari 50.000 pengunjung dengan melibatkan lebih dari 130 pengembang BUMN serta swasta, yang secara akumulatif menawarkan lebih dari 120.000 unit hunian.