Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan video Gubernur Jabar Dedi Mulyadi meminta maaf ke Presiden karena mendahului berkunjung ke NTT. Postingan itu beredar sejak awal pekan ini.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 25 Agustus 2026.
Advertisement
Dalam unggahannya terdapat video Dedi Mulyadi dengan narasi sebagai berikut:
"Pak Presiden, Pak Kapolri, Pak Kapolda, Pak Direskrimum, saya tidak bermaksud untuk memperkeruh suasana, saya tidak bermaksud melakukan apapun kecuali ini adalah panggilan jiwa saya.
Saya melihat orang-orang kecil menjerit dan menangis bingung apa yang harus mereka lakukan. Semoga ini jalan bagi kita untuk membuka kebenaran.
Saya yakin tangisan ini bukan kebohongan. Saya yakin tangisan ini bukan rekayasa bukan akting ini adalah yang sebenarnya mohon."
Akun itu menambahkan narasi:
"Kasian sekali bapak KDM sampai meneteskan Air mata,minta maaf kepada Presiden karena telah mendahuluinya pergi ke NTT...Padahal inilah murni pangilan hati nurani ..Sabar ya Pak"
Lalu benarkah postingan video Gubernur Jabar Dedi Mulyadi meminta maaf ke Presiden karena mendahului berkunjung ke NTT?
Penelusuran Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan bantahan dari Dedi Mulyadi dalam akun Instagramnya @dedimulyadi71 pada 25 Agustus 2026.
"HOAX ‼️ narasi video ini tidak berkaitan dengan kunjungan KDM ke NTT"
Lihat postingan ini di InstagramSebuah kiriman dibagikan oleh Kang Dedi Mulyadi (@dedimulyadi71)
Penelusuran dilanjutkan dan kami menemukan penjelasan dari akun @jabarsaberhoaks yang dikelola oleh Diskominfo Jabar. Dalam unggahan 25 Agustus 2026 dijelaskan bahwa video minta maaf Dedi Mulyadi tidak terkait kunjungannya ke NTT pekan lalu.
Video asli diunggah dalam akun Youtube Kang Dedi Mulyani Chanel pada 10 Juni 2024 dengan judul "Tangis Teguh tak terbendung menyesal pernah berbohong saat diperiksa".
Video Dedi Mulyadi menangis terdapat pada menit ke-29 dan 10 detik hingga menit ke-30 dan 18 detik.
Unggahan tersebut disertai narasi:
"HOAKS! narasi video ini tidak berkaitan dengan kunjungan KDM ke NTT.
Ini merupakan informasi palsu dengan kategori False Context, karena memadankan konten asli dengan konteks informasi yang salah."
Lihat postingan ini di InstagramSebuah kiriman dibagikan oleh Jabar Saber Hoaks (@jabarsaberhoaks)
Sumber:
https://www.instagram.com/p/DccvbTixxvF/?hl=id
https://www.instagram.com/p/DcbHdsopNMb/?hl=id
https://www.youtube.com/watch?v=pAKj7zmBm-o
Kesimpulan
Postingan video Gubernur Jabar Dedi Mulyadi meminta maaf ke Presiden karena mendahului berkunjung ke NTT adalah hoaks.
Tentang Cek Fakta Liputan6.com
Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.
Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.
Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.
Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.