Liputan6.com, Jakarta - Aroma kopi yang lahir dari jalanan Hong Kong kini menyeberang ke Jakarta, membawa serta ritme santai yang selama 13 tahun terakhir membentuk kebiasaan warganya. Elephant Grounds resmi membuka lembaran baru di ibu kota, menghadirkan meja panjang tempat kopi, makanan, dan percakapan bertemu sepanjang hari.
Pintu kafe ini terbuka bagi siapa saja yang mencari jeda, baik di pagi yang tergesa maupun sore yang ingin diperlambat. Menu andalan menjadi jantung dari pengalaman bersantap di kafe ini, dengan Ice Cream Sandwich sebagai hidangan yang paling ikonik dan dikenal luas oleh para penggemarnya.
Advertisement
Pilihan all-day brunch melengkapi meja dengan pastry yang baru dipanggang, Fish Sando yang gurih, Corned Beef Hash yang mengenyangkan, serta Donburi yang menjadi favorit banyak pengunjung. Setiap hidangan dirancang untuk menemani jam berapa pun seseorang datang, tanpa terikat waktu makan yang kaku.
Filosofi di balik ragam menu ini dijaga oleh mereka yang percaya sebuah kafe layak menjadi lebih dari sekadar tempat singgah.
"Di Elephant Grounds, kami percaya bahwa kafe yang baik harus menjadi lebih dari sekadar tempat untuk menikmati secangkir kopi," kata General Manager Elephant Grounds, Joshua Wee, saat acara pembukaan kafe tersebut di Jakarta Selatan, Jumat, 21 Agustus 2026.
"Kafe seharusnya menjadi tempat yang ingin dikunjungi kembali setiap hari, baik untuk menikmati kopi di pagi hari, bertemu untuk urusan bisnis, menikmati brunch dengan santai, maupun beristirahat sejenak di sore hari," imbuhnya.
Sajian Lebih Ringan
Bagi Anda yang mencari sajian lebih ringan, ada acai yogurt bowl yang menyegarkan, avocado toast dengan tekstur creamy, serta pancakes yang lembut. Keberagaman menu ini memberi ruang bagi siapa pun untuk menemukan versi paginya sendiri, entah yang datang dengan perut lapar atau sekadar ingin menikmati waktu perlahan.
Perjalanan Elephant Grounds dimulai sebagai kedai kopi kecil di Hong Kong, sebelum tumbuh menjadi ruang yang oleh para pelanggannya disebut third space, tempat berada di antara rumah dan kantor.
Kehangatan itu tumbuh dari kebiasaan sederhana, memulai pagi dengan secangkir kopi, mengadakan pertemuan santai di siang hari, hingga menikmati brunch akhir pekan bersama orang-orang terdekat.
Bukan dari Sekadar Racikan Kopi
Basis penggemar yang loyal lahir bukan dari sekadar racikan kopi, melainkan dari cara kafe ini merawat momen-momen kecil yang berulang setiap hari. Jejak itu kemudian membawa langkahnya ke Manila dan Singapura, sebelum akhirnya menyeberang ke Jakarta dengan semangat yang sama.
Secangkir kopi di sini lahir dari proses yang tidak tergesa. Pemilihan biji dilakukan dengan cermat, sementara proses roasting dikerjakan secara in-house untuk menjaga konsistensi rasa dari waktu ke waktu.
Karakter itu terasa dalam setiap sajian, mulai dari flat white yang menemani pagi hingga iced coffee yang pas untuk pertemuan santai di tengah hari yang terik. Rasa yang konsisten ini menjadi semacam janji tak tertulis, bahwa secangkir kopi hari ini akan terasa sama nikmatnya dengan yang dinikmati kemarin maupun esok.
Ruang Fisik di Jakarta
Ruang fisiknya di Jakarta dirancang selaras dengan filosofi kafe ini secara keseluruhan. Desain kontemporer berpadu dengan suasana yang ramah terhadap hewan peliharaan, memberi ruang bagi pengunjung untuk datang bersama sahabat berbulu mereka tanpa canggung.
Kehangatan ini menjadikan kafe terasa seperti neighbourhood go-to, tempat yang mudah disinggahi berulang kali tanpa perlu alasan khusus. Kursi-kursinya seolah menanti siapa saja yang ingin duduk sejenak, entah membawa laptop untuk bekerja, membawa buku untuk dibaca, atau sekadar membawa diri sendiri yang butuh jeda.
Pembukaan di Jakarta menjadi salah satu tonggak dalam perjalanan ekspansi brand ini di Asia. Di balik setiap cangkir kopi dan piring yang tersaji, tersimpan niat sederhana untuk menghadirkan ruang tempat kopi, makanan, manusia, dan hewan peliharaan dapat berkumpul bersama, merayakan hari yang biasa menjadi sedikit lebih hangat.