Tiga Titik Panas Terdeteksi, Banyuwangi Waspada Kebakaran Hutan

Satelit Deteksi 3 Titik Panas di Hutan Banyuwangi, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Karhutla

oleh Hermawan ArifiantoDiterbitkan 27 Agustus 2026, 15:56 WIB
Titik Panas terdeteksi oleh satelit BMKG Banyuwangi.

Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas III Banyuwangi mendeteksi tiga titik panas (hotspot) di kawasan hutan Banyuwangi, Jawa Timur. Dua titik berada di Kecamatan Wongsorejo dan satu titik lainnya terdeteksi di Kecamatan Songgon.

Temuan tersebut terpantau melalui empat satelit, yakni NOAA20, S-NPP, TERRA, dan AQUA, menggunakan sensor VIIRS dan MODIS.

Prakirawan BMKG Kelas III Banyuwangi Rahmayani mengatakan ketiga titik panas tersebut memiliki tingkat kepercayaan sedang (medium). Dalam citra satelit, kondisi itu ditandai dengan warna kuning.

"Tingkat kepercayaan medium mengindikasikan adanya sumber panas di lokasi tersebut," ujar Rahmayani, Kamis (27/8/2026).

Meski demikian, BMKG belum dapat memastikan ketiga titik tersebut merupakan kebakaran aktif. Rahmayani meminta dilakukan verifikasi langsung di lapangan atau groundcheck.

"Meski belum 100 persen dipastikan sebagai kebakaran aktif, verifikasi lapangan (groundcheck) wajib segera dilakukan," katanya.

Keberadaan titik panas di kawasan vegetasi hutan menjadi perhatian karena Banyuwangi tengah menghadapi puncak musim kemarau. Kondisi kering dapat meningkatkan risiko penyebaran api apabila terjadi kebakaran.

BMKG pun meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla dan kekeringan. Warga juga diimbau tidak membakar sampah dan tidak membuang puntung rokok sembarangan.

Selain itu, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan di sekitar wilayah terdampak diminta menggunakan tabir surya dan masker untuk mengantisipasi paparan debu maupun asap.

 

Imbau Warga Pantau Perkembangan Cuaca Terkini

Ilustrasi kebakaran lahan dan hutan di Banyuwangi (Istimewa)

Rahmayani juga mengingatkan warga untuk menghemat penggunaan air bersih selama periode kekeringan.

"Lakukan efisiensi penggunaan air bersih selama masa kekeringan," tambahnya.

Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan kepulan asap atau titik api, sekecil apa pun, kepada perangkat desa, petugas kehutanan, Balai Taman Nasional, atau BPBD Banyuwangi.

BMKG juga mengimbau masyarakat mengikuti perkembangan cuaca dan peringatan dini melalui aplikasi INFO BMKG, media sosial resmi BMKG, maupun layanan Call Center 196.

"Untuk pantau perkembangan cuaca dan peringatan dini berkala melalui aplikasi INFO BMKG, media sosial resmi, atau Call Center 196," pungkas Rahmayani.

 

 

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya