Update Korban Gempa NTT: 100 Orang Meninggal Dunia

Korban meninggal terbaru sebelumnya mengalami luka berat dan sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 24 Agustus 2026, 17:47 WIB
Seorang pria berjalan melewati bangunan yang runtuh akibat gempa di Reo, provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia, Senin, 17 Agustus 2026. (AP Photo/Firdia Lisnawati)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan update data korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT). Data terkini menyebutkan, jumlah korban meninggal dunia ada 100 orang.

"Terkait dengan korban gempa per hari ini yang meninggal dunia ada 100, luka-luka 1.603 jiwa, mengungsi 180.327 jiwa," ujar Kepala BNPB Suharyanto dalam konferensi pers daring, Senin (24/8/2026).

Dia menegaskan, korban meninggal terbaru sebelumnya mengalami luka berat dan sempat menjalani perawatan di rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.

"Untuk jumlah korban meninggal, perlu kami tegaskan bahwa yang meninggal 100 ini adalah korban gempa yang semula luka berat dirawat di fasilitas kesehatan, namun tidak berhasil diselamatkan," kata Suharyanto.

"Sehingga yang semula di hari pertama dan hari kedua ada 48 yang meninggal dunia, angka per hari ini total menjadi 100 yang meninggal dunia," sambung dia.

Suharyanto kemudian memaparkan untuk rincian wilayah korban meninggal dunia yaitu Kabupaten Manggarai Barat 1 jiwa, Manggarai 38 jiwa, Manggarai Timur 34 jiwa, Ngada 5 jiwa, Nagekeo 13 jiwa, Ende 3 jiwa, dan Sikka 6 jiwa.

Data Rumah dan Fasilitas Rusak

Menurut Suharyanto, data sementara rumah rusak ada 73.818 unit, terbagi dalam rusak berat 23.276 unit, rusak ringan 17.563 unit, dan rusak ringan 32.979 unit.

"Fasilitas umum, ini data sementaranya fasilitas umum adalah sekolah, tempat ibadah, kantor pemerintahan, dan infrastruktur-infrastruktur lainnya ada 1.915 unit yang rusak," ucap dia.

Suharyanto menyebut, ini merupakan data sementara yang seiring berjalannya waktu, maka akan semakin lengkap.

"Data dikumpulkan secara berjenjang, bottom up dari mulai tingkat yang paling kecil, kampung, rukun tetangga, naik lagi ke atas sampai tingkat desa Camat, bupati, dan dihimpun di tingkat nasional, baik oleh BPS maupun oleh BNPB," kata dia.

"Jadi untuk gempa Flores ini kita ketahui bersama bahwa yang terdampak ada tujuh kabupaten, dan yang terdampak lebih tinggi atau lebih parah dibandingkan kabupaten lainnya adalah di Manggarai dan Manggarai Timur," tandas Suharyanto.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya