Liputan6.com, Jakarta - Pitbull dikenal sebagai anjing dengan karakteristik fisik yang kuat dan gigitan yang dapat menyebabkan cedera berat. Di beberapa peristiwa, serangan pitbull berdampak luka serius hingga berujung kematian.
Seperti kasus terbaru yang terjadi di Bandung. Seorang bocah usia 9 tahun berinisial B harus menderita luka robek di kepala dan telinga akibat serangan beringas pitbull.
Advertisement
Anjing milik seorang warga berinisial F (40) itu awalnya sedang dijemur dalam kondisi terikat tali patok. Namun ikatan terlepas. Pitbull berlari bebas hingga menyerang korban yang sedang bermain.
Rekaman CCTV menangkap momen anjing menggigit korban dengan brutal. Sejumlah warga melempari berbagai benda untuk menolong hingga anjing melepaskan gigitannya. Korban kemudian menjalani operasi di rumah sakit.
Berikut Liputan6.com merangkum deretan kasus-kasus serangan brutal pitbull:
Bocah Tewas Digigit Pitbull Peliharaan Orang Tua
Kasus pertama terjadi di Kota Malang, Jawa Timur. Bocah berinisial RB (8) meninggal dunia digigit pitbull peliharaan orang tua, Minggu (6/8/2017).
Sesaat sebelum kejadian memilukan tersebut, korban bersama neneknya, Tatik baru pulang dari mal. Keduanya lantas salat Ashar. Korban kemudian bermain di lantai dua rumah.
Saat asyik bermain, boneka jatuh tepat di dekat kandang anjing. RB lantas mengambil. Namun seketika dia malah menjadi sasaran pitbull. Lehernya digigit, wajah dicakar.
Sang nenek sempat berteriak meminta tolong. Sejumlah tetangga lantas berdatangan ke lokasi. Anjing tersebut sempat disiram air oleh Tatik, agar mau melepaskan gigitan. Tetapi tidak sepertinya biasanya, anjing tersebut justru marah.
RB yang merupakan anak angkat dari pasangan Wisnu dan Aniswatin, tak sadarkan diri setelah kehabisan darah.
Dua Pitbull Serang Kakek hingga Tewas
Seorang kakek di Kabupaten Kediri bernama Sarju (73) tewas usai diserang dua pitbull milik tetangga. Peristiwa yang terjadi di tahun 2018 itu bermula saat korban mencari kayu.
Lokasi korban mencari kayu berdekatan dengan peternakan ayam yang dijaga dua pitbull milik tetangga.
Serangan dua Pitbull ini membuat tubuh Sarju penuh dengan luka. Di bagian lengan dan kakinya nyaris putus akibat dicabik-cabik anjing. Sementara kedua telinganya hilang dan pundaknya bolong.
"Saat kami datang pak Sarju sudah tergolek lemah. Badannya berlumuran darah dan banyak luka. Dia baru saja digigit dua anjing milik pak Najam. Kami langsung memberitahu keluarganya," kata Ketua RT 5 RW3 saat itu, Wiji Mulyono.
Saat ditemukan warga, Sarju masih hidup. Namun kondisinya mengenaskan. Dia langsung dibawa ke Rumah Sakit Surya Melati Ngletih, Kecamatan Kandat. Tetapi karena kondisi lukanya parah, pihak rumah sakit tidak menerima sehingga dirujuk ke RSUD Gambiran, Kota Kediri. Korban meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.
Pitbull Serang Satpam
Di tahun yang sama, juga terjadi serangan pitbull. Lokasinya di Jakarta Pusat. Seorang petugas keamanan bernama Herman hampir tewas digigit pitbull. Anjing tersebut milik salah seorang penghuni kompleks tempat Herman bertugas.
Kapolsek Sawah Besar saat itu, Kompol Mirza Maulana mengatakan, pemilik pitbull tak terima ditegur satpam kompleks lantaran anjingnya jalan-jalan di sekitaran kompleks tanpa diikat.
"Intinya pemilik anjing tidak terima dtegur satpam kompleks karena anjingnya dibawa jalan-jalan tanpa diikat lehernya karena di daerah situ banyak orang olahraga," kata Mirza.
Lalu Herman pun diserang pitbull tersebut hingga mengalami luka-luka di tubuhnya. Saat kejadian, pemilik anjing sempat menarik tubuh anjingnya, tapi tetap menyerang Herman dengan ganas.
"Korban mengalami luka di betis kaki, panggung, leher dan dada akibat digigit anjingnya," ujarnya.
Sedang Jogging Dikejar Pitbull
Seorang warga di Kota Metro, Provinsi Lampung tidak berdaya diserang pitbull. Kejadian bermula saat korban sedang jogging pagi dan rumahnya berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian, tepatnya di kawasan Kampung Banten.
Serangan pitbull ini terekam kamera. Dalam rekaman video yang diterima Liputan6.com, tampak korban yang sudah lanjut usia tergeletak di tepi jalan sambil merintih kesakitan. Tubuhnya terus digigit anjing berukuran besar tersebut. Beberapa kali korban berusaha bangkit, namun gagal karena serangan terus berlanjut.
Saat bersamaan, anggota polisi yang melintas kemudian berhenti dan berusaha menolong korban. Dengan menggunakan kayu panjang, polisi tersebut berupaya mengusir anjing yang terus menggigit bagian tubuh korban.
Polisi tersebut adalah BA Satlantas Polres Metro, Aipda M. Fajriansyah.
Fajriansyah mengatakan, saat itu dia sedang dalam perjalanan menuju kantor untuk mengikuti apel pagi di Polres Metro.
“Waktu itu saya melintas di Jalan AR Prawiranegara, mau berangkat apel pagi. Saya lihat ada seorang bapak sudah terjatuh di jalan dan sedang digigit anjing pit bull. Tidak ada yang berani menolong karena anjingnya besar,” kata Fajriansyah saat dikonfirmasi Liputan6.com, Jumat (6/2/2026).
Ia mengaku spontan mencari kayu panjang di sekitar lokasi untuk menghalau anjing tersebut. Awalnya, ia hanya mencoba menggertak agar anjing menjauh, namun tidak berhasil.
“Saya akhirnya pukul beberapa kali pakai kayu. Setelah beberapa pukulan, baru anjingnya melepaskan gigitan,” ungkapnya.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka gigitan di bagian lengan kiri, jari tangan, serta jari kaki.