Liputan6.com, Jakarta - Freelander 8 bersiap menuju pasar global. Setelah debut di Tiongkok, SUV bongsor hasil kolaborasi Chery dan Jaguar Land Rover (JLR) tersebut tertangkap kamera sedang menjalani uji jalan pra-produksi di Uni Emirat Arab (UEA).
Dikutip dari CarNewsChina, Jumat (21/8/2026), foto yang diunggah akun Telegram @dxbcarburator memperlihatkan dua unit Freelander 8 yang masih menggunakan kamuflase. Salah satunya disebut sebagai varian entry-level yang tidak dibekali sensor LiDAR.
Advertisement
UEA diproyeksikan menjadi salah satu pintu masuk utama Freelander 8 ke pasar Timur Tengah. Setelah itu, SUV ini berpotensi merambah sejumlah negara lain seperti Kuwait, Qatar, dan Arab Saudi.
Freelander 8 sebelumnya telah membuka keran pra-penjualan di China. SUV ini ditawarkan dengan harga 339.900-459.900 yuan atau sekitar Rp 740 juta hingga Rp1 miliar.
Dari sisi dimensi, Freelander 8 memiliki panjang 5.118 mm, lebar 2.050 mm, tinggi 1.898 mm, serta wheelbase 3.040 mm.
Desain eksteriornya mengusung karakter boxy yang menjadi ciri khas SUV besar. Menariknya, bagian pilar D terlihat mengambil inspirasi dari Land Rover Freelander generasi pertama, sehingga memberikan sentuhan desain yang mengingatkan pada akar nama Freelander.
Konfigurasi Tempat Duduk
Masuk ke interior, Freelander 8 menawarkan pilihan konfigurasi lima dan enam penumpang. Untuk versi tiga baris, SUV ini dilengkapi captain seat dengan teknologi zero-gravity.
Kursi tersebut menawarkan fitur pijat 16 titik, ventilasi, hingga pemanas. Dengan kombinasi tersebut, Freelander 8 dirancang memberikan pengalaman duduk yang menyerupai lounge kelas satu berjalan.
Kemewahan kabinnya semakin terasa melalui berbagai perangkat hiburan dan kenyamanan. Freelander 8 dibekali layar dasbor berukuran 46,3 inci, monitor 15,6 inci, serta layar hiburan di bagian atap berukuran 17,3 inci.
Tak hanya itu, tersedia pula kulkas berkapasitas 10 liter serta sistem kemudi cerdas yang memanfaatkan teknologi Huawei.
Beragam fitur tersebut menunjukkan bahwa Freelander 8 tidak sekadar mengandalkan performa. SUV ini juga mengedepankan kenyamanan dan akomodasi bagi penumpang di setiap baris.
Secara teknis, Freelander 8 menggunakan teknologi Extended-Range Electric Vehicle (EREV). Sistem ini memadukan mesin bensin 1,5 liter yang berfungsi sebagai generator dengan baterai LFP berkapasitas 60,3 kWh.
Kombinasi tersebut memungkinkan Freelander 8 menempuh jarak hingga 310 kilometer dalam mode listrik murni berdasarkan pengujian CLTC.
Berbeda dari mobil hybrid konvensional, mesin bensin pada sistem EREV ini berfokus menghasilkan listrik untuk mengisi baterai dan tidak secara langsung menggerakkan roda. Dengan demikian, karakter berkendara tetap terasa seperti mobil listrik, dengan respons tenaga yang halus.
Teknologi tersebut juga memberikan keuntungan untuk perjalanan jarak jauh karena pengemudi tidak sepenuhnya bergantung pada ketersediaan stasiun pengisian daya.
Performa Buas
Di balik bodinya yang besar, Freelander 8 menyimpan performa yang tergolong buas. SUV ini menggunakan sistem penggerak all-wheel drive (AWD) dengan dua motor listrik.
Total tenaga yang dihasilkan mencapai 610 kW atau sekitar 818 hp, sementara torsinya mencapai 813 Nm.
Dengan output tersebut, Freelander 8 mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam hanya dalam waktu 4,6 detik.
Performa tersebut dipadukan dengan suspensi udara dan teknologi rear-wheel steering. Kombinasi keduanya membantu meningkatkan stabilitas sekaligus membuat SUV berukuran besar ini lebih mudah bermanuver di area yang membutuhkan kelincahan.
Suspensi udara juga memberikan kontribusi terhadap kenyamanan berkendara, terutama ketika Freelander 8 melaju di berbagai karakter permukaan jalan.
Dengan perpaduan desain boxy, kabin premium, teknologi EREV, serta tenaga mencapai 818 hp, Freelander 8 diposisikan sebagai SUV premium yang menawarkan perpaduan antara kemewahan, performa, dan teknologi elektrifikasi.
Uji jalan di UEA menjadi salah satu indikasi bahwa SUV hasil kolaborasi Chery dan Jaguar Land Rover tersebut tengah dipersiapkan untuk memperluas kehadirannya di pasar global, khususnya kawasan Timur Tengah.