Stok Beras untuk Korban Gempa NTT Cukup Hingga Satu Tahun

Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menginstruksikan pemangkasan prosedur administrasi demi mempercepat penyaluran bantuan beras.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 20 Agustus 2026, 12:00 WIB
Bapanas bersama Perum Bulog menjamin ketersediaan beras bagi 34.600 pengungsi gempa NTT aman hingga satu tahun.

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menegaskan tidak boleh ada masyarakat yang kelaparan akibat keterbatasan akses pangan pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia memastikan proses administrasi tidak akan menjadi penghambat penyaluran bantuan beras.

Amran meminta pemerintah daerah dan tim Bapanas di lapangan untuk menjamin kelancaran penyaluran bantuan, termasuk mengantisipasi kendala transportasi ke lokasi-lokasi yang sulit dijangkau.

“Apa pun caranya, yang jelas tidak boleh ada yang tidak kebagian bantuan atau kelaparan. Itu tidak boleh. Kalau aksesnya sulit, kita lakukan melalui jalur darat, laut, bahkan udara. Semua cara akan kita tempuh,” tegas Amran di Manggarai, NTT, mengutip keterangan resmi, Kamis (20/8/2026).

Ia mencatat, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di NTT saat ini tersedia sebanyak 39 ribu ton. Jumlah tersebut dinilai sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sekitar 34.600 pengungsi korban bencana, bahkan diproyeksikan aman hingga satu tahun ke depan.

“Kekuatan beras kita di sini 39 ribu ton, sedangkan seluruh pengungsi sekitar 34.600 orang dengan kebutuhan beras sekitar 300 ton per bulan. Jadi stok kita yang ada di sini cukup untuk satu tahun bahkan lebih. Tidak ada masalah," beber Amran.

Guna memastikan kelancaran distribusi, tim Bapanas telah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pemantauan secara langsung. Posko bantuan juga disiagakan selama 24 jam untuk melayani kebutuhan pangan masyarakat.

“Tim kami ada di sini dan akan terus memantau. Posko bekerja 24 jam untuk memastikan pangannya, khususnya beras, terjamin. Kapan saja masyarakat membutuhkan, tidak perlu menunggu bulan berikutnya. Kalau habis, laporkan, kami siapkan lagi,” ujarnya.

 

Pangkas Administrasi

Bapanas bersama Perum Bulog menjamin ketersediaan beras bagi 34.600 pengungsi gempa NTT aman hingga satu tahun.

Amran pun menegaskan bahwa penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama, sedangkan urusan administrasi dapat diselesaikan belakangan.

“Bapak dan Ibu tenang saja. Kalau membutuhkan beras, langsung ambil dan salurkan kepada masyarakat. Kami yang bertanggung jawab. Tanda tangan dan administrasinya menyusul, karena yang paling penting masyarakat tidak kekurangan makanan,” katanya.

Ia menekankan bahwa beras menjadi prioritas utama karena merupakan makanan pokok yang pemenuhannya tidak dapat ditunda. “Ada minyak goreng, ada mi instan, kita siap. Namun yang paling utama adalah beras karena itu makanan pokok,” ucapnya.

“Kami akan pantau terus. Tim kami ada di sini untuk menjaga dan memastikan ketersediaan pangan terjamin. Tidak boleh ada saudara kita yang mengungsi kekurangan pangan,” imbuh Amran.

 

Bulog Siapkan Tambahan Stok

Bapanas bersama Perum Bulog menjamin ketersediaan beras bagi 34.600 pengungsi gempa NTT aman hingga satu tahun.

Pada kesempatan berbeda, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan tambahan stok sebanyak 40 ribu ton beras yang akan dipasok dari Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan, hingga Jawa Timur.

“Bantuan yang sudah disalurkan merupakan bagian dari dukungan Bulog dalam masa tanggap darurat. Kami akan terus memastikan ketersediaan bantuan dan memperkuat koordinasi agar masyarakat terdampak dapat memperoleh pangan yang diperlukan,” ujarnya.

Adapun per 19 Agustus 2026, Bulog telah merealisasikan penyaluran sebanyak 207 ton beras CBP dan 6.000 liter minyak goreng untuk penanganan bencana di NTT.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya