Investor Kripto Eropa Dibayangi Penipuan Ketika Migrasi ke Platform Berizin MiCA

Tenggat waktu MiCA dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab untuk menyamar sebagai regulator hingga petugas.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 18 Agustus 2026, 12:03 WIB
Ilustrasi Kripto. (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta - Penipuan terkait migrasi Markets in Crypto-Assets (MiCA) kini menyasar pengguna kripto di Eropa setelah berakhirnya masa transisi Uni Eropa pada 1 Juli 2026. Kebijakan ini memaksa penyedia layanan aset kripto yang tidak berizin untuk menghentikan layanan terkait dengan mengarahkan pelanggan ke perusahaan berizin atau dompet mandiri.

Mengutip crypto.news, Selasa (18/8/2026), tenggat waktu MiCA menciptakan celah serangan baru terkait proses migrasi. Skala migrasi ini tergolong besar, tetapi angka-angkanya perlu dicermati lebih lanjut.

Estimasi yang banyak dikutip mengenai adanya lebih dari 1.700 platform tak berizin berasal dari penyedia data VASPnet, bukan ESMA. CoinDesk menyandingkan estimasi tersebut dengan data registri ESMA yang menunjukkan adanya 323 perusahaan kripto resmi per akhir Juli.

Analisis terpisah dari TRM Labs pada 7 Agustus mengidentifikasi 1.343 penyedia layanan kripto yang beroperasi di wilayah EEA (Area Ekonomi Eropa) per 1 Juli. Dari jumlah tersebut, 281 memiliki izin MiCA dan 1.062 lainnya tidak. TRM menyatakan angka mereka menghitung perusahaan yang benar-benar teridentifikasi menyediakan layanan kripto, bukan sekadar mencatat setiap entri dalam daftar registri nasional lama.

Hal ini menjelaskan sebagian perbedaan antara berbagai kumpulan data tersebut. Selain itu, perbedaan kriteria tersebut membuat klaim "1.700 platform menghentikan layanan" menjadi kurang akurat. Aturan ESMA mewajibkan CASP (Penyedia Layanan Aset Kripto) tak berizin untuk segera menghentikan penerimaan pelanggan baru, aktivitas pemasaran, dan pembentukan hubungan klien baru.

Mereka hanya diizinkan menjalankan layanan yang diperlukan untuk menjual, mentransfer, atau mengalihkan aset serta menutup posisi selama proses penghentian layanan yang tertib. Layanan penyimpanan aset (custody) hanya boleh dilanjutkan selama diperlukan untuk menyelesaikan proses keluar dari pasar tersebut.

Klaim hingga 10 juta pengguna mungkin perlu melakukan migrasi juga merupakan estimasi media, bukan angka resmi yang diterbitkan dalam pernyataan ESMA mengenai penghentian layanan.

Posisi regulasi yang resmi menyatakan pelanggan penyedia layanan tak berizin tidak mendapatkan perlindungan MiCA dan harus segera bertindak jika penyedia layanan mereka tidak tercantum dalam daftar registri resmi. Regulator memperingatkan adanya penipu yang meniru pemberitahuan migrasi resmi.

 

Proses Migrasi Dimanfaatkan untuk Penipuan

Ilustrasi peretas atau cyber hacker internet atau kripto. (Foto by AI)

Proses migrasi ini memberikan skenario yang dapat dimanfaatkan untuk social engineering (rekayasa sosial). CoinDesk melaporkan otoritas pasar Prancis (AMF) menemukan pelaku kejahatan yang menyamar sebagai pegawai regulator dan meminta biaya administrasi di muka kepada korban dengan dalih pemulihan dana.

Secara terpisah, ESMA memperingatkan penipu menggunakan nama, logo, dokumen palsu, dan situs web tiruan agar terlihat resmi dan tepercaya.

Otoritas pasar Belanda (AFM) menyampaikan kepada CoinDesk pelaku penipuan mungkin menargetkan investor ritel yang sedang mencari penyedia layanan berizin sebagai pengganti layanan lama mereka.

Otoritas Pasar Keuangan Austria (FMA) telah menyarankan nasabah perusahaan yang tidak berizin untuk memverifikasi penyedia layanan melalui daftar ESMA dan, jika perlu, memindahkan aset mereka ke CASP (Penyedia Layanan Aset Kripto) yang berizin atau ke dompet mandiri (self-hosted wallet).

 

 

Peringatan dari Regulator Eropa

Aset digital kripto Bitcoin. (Foto by AI)

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya oleh crypto.news, regulator Eropa memperingatkan adanya pelaku kejahatan yang memanfaatkan masa transisi perizinan MiCA dengan cara menyamar sebagai regulator maupun bisnis kripto berizin.

Dalam laporan terkait, kumpulan data TRM menemukan 1.062 perusahaan di wilayah EEA yang belum memiliki izin MiCA pada tenggat waktu 1 Juli. Hal ini menunjukkan mengapa migrasi nasabah masih menjadi risiko penipuan dan kepatuhan yang nyata.

Pengguna harus memverifikasi entitas hukumnya, bukan sekadar mereknya

Bagi nasabah, hal utama yang perlu diperiksa adalah entitas hukum spesifik yang mengelola akun mereka. Sebuah merek bursa kripto global dapat beroperasi melalui berbagai anak perusahaan, dan izin MiCA yang dimiliki oleh satu entitas tidak secara otomatis mencakup seluruh afiliasi atau produk perusahaan tersebut.

Oleh karena itu, regulator menyarankan pengguna untuk memverifikasi penyedia layanan dan layanan yang diizinkan sebelum memindahkan aset.

 

Daftar ESMA

Ilustrasi aset kripto Bitcoin. (Foto By AI)

Daftar ESMA tetap menjadi sumber informasi resmi di Uni Eropa. Sebuah alat pelacak CASP pihak ketiga yang diluncurkan pada Agustus mempermudah pencarian informasi tersebut, namun pengelolanya sendiri menyatakan bahwa verifikasi akhir tetap harus dilakukan dengan merujuk pada data ESMA dan regulator nasional terkait. Sebagaimana dilaporkan crypto.news, pelacak CASP MiCA yang baru ini mengubah data izin ESMA menjadi direktori yang dapat ditelusuri.

Terakhir, tahap selanjutnya adalah penegakan aturan dan pengawasan. ESMA menyatakan, pihaknya bersama otoritas nasional yang berwenang akan memantau apakah penyedia layanan lintas batas utama yang tidak berizin menghentikan operasional mereka tanpa penundaan, serta dapat mengambil tindakan terkoordinasi jika diperlukan.

Sementara itu, pengguna menghadapi risiko phishing yang terus ada, di saat penyedia layanan resmi terus mengirimkan pemberitahuan terkait penarikan, transfer, dan pembatasan akun. ESMA menegaskan, mereka "tidak akan pernah menghubungi Anda" untuk meminta informasi pribadi dengan dalih pemulihan dana ataupun meminta pembayaran biaya administrasi.

Oleh karena itu, setiap permintaan migrasi yang tidak diminta yang mengharuskan pengguna mentransfer aset kripto harus diverifikasi secara independen sebelum aset tersebut dipindahkan.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya