Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah terus memperkuat langkah nyata demi memangkas ketergantungan impor pangan nasional. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), membeberkan bahwa ada 17 provinsi di Indonesia yang disiapkan untuk menggelar penanaman bawang putih secara masif.
Langkah taktis ini mendukung target Presiden Prabowo Subianto yang membidik Indonesia mampu mencapai swasembada bawang putih sepenuhnya dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.
Advertisement
"Nanam kita," tegas Zulhas dikutip dari Antara, Sabtu (15/8/2026).
Menurut Zulhas, partisipasi 17 provinsi ini menjadi krusial lantaran bawang putih merupakan salah satu komoditas meja makan yang hingga kini pasokannya masih didominasi oleh produk impor dari berbagai negara.
Guna mengawali gerakan besar tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) bakal berkolaborasi dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam eksekusi di lapangan pada pertengahan Agustus ini.
"Kan besok tanggal 19, dipelopori oleh Pak Kapolri, dan Mentan serta lainnya. Nanti Pak Presiden akan melaunching 17 provinsi untuk mulai tanam bawang putih," ujar Zulhas.
Target Swasembada Bawang Putih dalam 3 Tahun
Langkah agresif penanaman di 17 provinsi ini berpatokan pada instruksi Presiden Prabowo Subianto. Sebelumnya, Kepala Negara menyampaikan bahwa Indonesia telah mencatatkan capaian positif dengan berhasil mengamankan swasembada pada delapan komoditas pangan utama dalam satu tahun terakhir.
Komoditas yang telah berhasil dipenuhi secara mandiri tersebut mencakup beras, jagung, gula konsumsi, gula industri, bawang merah, daging sapi, daging kerbau, hingga kedelai.
"Dalam satu tahun terakhir, Indonesia mencapai swasembada 8 komoditas pangan," ungkap Prabowo saat menyampaikan pidato pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPD RI-DPR RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Meski demikian, Presiden Prabowo mengakui masih ada ganjalan pada pasokan komoditas hortikultura tertentu, khususnya bawang putih yang hingga kini belum mampu dipenuhi secara mandiri dari hasil panen lokal.
Oleh karena itu, pemerintah menetapkan tenggat waktu ketat agar Indonesia tak lagi bergantung pada kran impor untuk bumbu dapur utama tersebut.
"Kita masih belum swasembada bawang putih, kita berjuang agar dalam tiga tahun kita bisa mencapai swasembada bawang putih," tegas Prabowo.