Pasien Terbaring di Jalan, Potret Dramatis RSUD Ruteng Usai Gempa NTT

Sejumlah tenaga medis memberikan pertolongan kepada pasien yang terpaksa mendapat penanganan di luar gedung rumah sakit.

oleh Jonathan Pandapotan PurbaDiterbitkan 15 Agustus 2026, 10:40 WIB
Seorang pasien terbaring di atas alas yang diletakkan di jalan, sementara petugas medis bergerak cepat melakukan pemeriksaan usai Gempa NTT (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Kepanikan terjadi di RSUD Ruteng, Nusa Tenggara Timur (NTT), sesaat setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah tersebut, Sabtu (15/8/2026).

Dalam video, sejumlah tenaga medis tampak memberikan pertolongan kepada pasien yang terpaksa mendapat penanganan di luar gedung rumah sakit.

Seorang pasien terlihat terbaring di atas alas yang diletakkan di jalan, sementara petugas medis bergerak cepat melakukan pemeriksaan.

Situasi semakin ramai ketika sejumlah pasien dan warga berkerumun di area luar rumah sakit. Para tenaga medis terlihat tetap bekerja di tengah kepanikan dan keterbatasan ruang.

Seorang pasien terbaring di atas alas yang diletakkan di jalan, sementara petugas medis bergerak cepat melakukan pemeriksaan usai Gempa NTT (Istimewa)

Pasien lainnya tampak dievakuasi menggunakan kendaraan bak terbuka. Sejumlah warga turut membantu proses pemindahan pasien dari area rumah sakit.

Suasana di depan RSUD Ruteng menggambarkan kepanikan warga setelah gempa kuat mengguncang NTT. Aktivitas penanganan pasien berlangsung di tengah kekhawatiran akan terjadinya gempa susulan.

 

BNPB Ungkap Bahaya yang Masih Mengintai Usai Gempa NTT

Warga desa meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat aman setelah gempa bumi melanda Desa Talibura, Sikka, Nusa Tenggara Timur,Sabtu, 15 Agustus 2026. (AFP/ Arnold Welianto)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat untuk menjauhi pantai pascagempa bermagnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu subuh.

"Melalui media ini, kami meminta masyarakat tetap tenang. Meski peringatan tsunami sudah dicabut, kami mengimbau agar masyarakat tetap menjauhi pantai saat ini, sebelum nanti ada peringatan lain dari BMKG," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers daring di Jakarta, Sabtu (15/8).

Selain itu, masyarakat juga diminta agar tidak memasuki gedung, terutama gedung-gedung yang mengalami keretakan.

"Karena ini berpotensi bahaya ketika ada gempa susulan," kata Berton.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menyatakan peringatan dini tsunami berakhir pada pukul 07.30 WIB.

BMKG akan terus memantau aktivitas gempa bumi susulan dan menyampaikan pemutakhiran informasi kepada masyarakat.

"Kita sudah akhiri (peringatan dini tsunami) tapi tentunya kita akan terus memonitor aktivitas tinggi muka air laut yang akan tercatat di stasiun-stasiun kami," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto.

 

Tiga Korban Gempa NTT di Sikka Ditemukan, Satu Meninggal

Sebuah bangunan tampak rusak setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 15 Agustus 2026. (AFP/ Selo)

Gempa bermagnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), menelan korban di Kabupaten Sikka. Kantor SAR Maumere mencatat tiga korban, yakni satu meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka.

Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman mengatakan, dampak gempa yang berpusat di daratan Flores tersebut terasa hingga Kabupaten Sikka.

“Untuk Kabupaten Sikka sendiri dari Basarnas dan potensi SAR terdapat tiga korban. Dua korban luka-luka dan satu meninggal,” kata Fathur dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026).

Menurut dia, operasi SAR masih berlangsung untuk menangani dampak gempa. Sementara itu, data korban dari kabupaten lainnya masih dalam proses pendataan.

“Sedangkan di kabupaten lain masih kita pendataan,” ujarnya.

Gempa M 7,7 tersebut terjadi di wilayah Nagekeo dengan kedalaman 10 kilometer. Tim SAR masih melakukan pemantauan dan pendataan terhadap dampak gempa di sejumlah wilayah terdampak.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi sudah berkoordinasi dengan para pejabat terkait soal penanganan gempa bermagnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi masa awal bencana gempa.

“Dari tadi pagi saya sudah koordinasi dengan Menko PMK, Kabasarnas, BMKG, BNPB dan Gubernur NTT untuk memastikan atensi dan kesiapsiagaan semua unsur di masa-masa awal kejadian ini,” jelas Prasetyo kepada wartawan, Sabtu (15/8/2026).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya