Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bersama PT Pegadaian (Persero) resmi meluncurkan layanan Tabungan Emas dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Jumat (14/8/2026). Fitur ini dapat diakses melalui aplikasi myBCA serta myBCA versi web, dan terhubung langsung dengan aplikasi Tring! milik Pegadaian.
Kerja sama ini didorong oleh kian tingginya popularitas investasi emas sebagai aset favorit masyarakat Indonesia. Berdasarkan data Pegadaian, harga Tabungan Emas per 13 Agustus 2026 tercatat sebesar Rp 26.030 per 0,01 gram, melonjak lebih dari 30 persen dalam kurun waktu satu tahun terakhir.
Advertisement
"Instrumen emas dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven) dengan harga yang cenderung stabil. Oleh karena itu, kami mengembangkan ekosistem layanan emas ini untuk membantu para nasabah mewujudkan tujuan keuangan mereka di masa depan," ujar Wakil Presiden Direktur BCA, John Kosasih, Jumat (14/8/2026).
Sementara itu, Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian (Persero), Selfie Dewiyanti, mengungkapkan harapannya agar sinergi ini dapat memperluas jangkauan pasar sekaligus memberikan kemudahan akses finansial yang aman bagi masyarakat.
"Kita melihat minat masyarakat terhadap emas terus meningkat. Ini merupakan salah satu momentum dan aset yang pastinya bisa dipercaya," kata Selfie. "Melalui kolaborasi ini, kita membuka ekosistem emas yang lebih luas lagi sehingga masyarakat mendapatkan kemudahan sekaligus rasa tenang."
Beli Emas Pecahan Kecil Secara Digital
Kolaborasi ini juga merespons maraknya tren investasi berbasis platform digital yang menawarkan kepraktisan. Selain lebih cepat, investasi emas secara digital memungkinkan transaksi dilakukan dalam skala pecahan yang sangat kecil.
Jika sebelumnya nasabah harus membeli emas batangan fisik berukuran satu, dua, hingga tiga gram, kini pembelian emas digital dapat disesuaikan dengan kemampuan finansial nasabah.
"Kalau ke toko fisik kita harus membeli emas ukuran satu, dua, atau tiga gram. Namun melalui proses digital, masyarakat bisa membeli emas dalam pecahan kecil," jelas Kepala Divisi Digital PT Pegadaian (Persero), Supriyanto.
Hal senada disampaikan oleh EVP Transaction Banking Product Development BCA, Jan Hendra. Menurutnya, ada dua faktor utama yang mendorong tren ini.
"Satu, masyarakat Indonesia semakin sadar pentingnya berinvestasi. Kedua, kepraktisan telah menjadi kebutuhan mutlak di tengah dunia yang semakin digital," tutur Jan Hendra.
Strategi Investasi Emas bagi Investor Pemula
Dalam sesi dialog pada acara peluncuran tersebut, Jan Hendra dan Supriyanto turut membagikan strategi investasi emas bagi para pemula, khususnya generasi muda. Mereka menekankan bahwa investasi emas tidak perlu menunggu modal besar, melainkan dimulai dari nominal kecil yang dilakukan secara konsisten.
"Buat anak-anak muda, jangan menunggu uang terkumpul besar baru mulai berinvestasi. Waktu terbaik untuk investasi emas adalah sekarang," tegas Supriyanto.
Jan Hendra menambahkan pentingnya memiliki pandangan jangka panjang dalam mengelola keuangan.
"Berpikir jangka panjang itu penting. Mulai dari jumlah kecil pun tidak apa-apa, misalnya menyisihkan Rp 10.000 secara rutin. Jadi tidak usah menunggu. Yang penting konsisten dan disiplin, pasti tujuannya akan tercapai," kata Jan.
Sebagai penutup, Supriyanto mengingatkan agar alokasi investasi diprioritaskan sejak awal, bukan sekadar menggunakan dana sisa belanja bulanan.
"Jadi mulailah menabung emas. Jangan dari uang sisa, tetapi sisihkanlah sejak awal untuk menabung emas mulai dari sekarang," pungkasnya.