Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyinggung soal sensus ekonomi 2026 dalam pidato kenegaraan RAPBN 2027 dan nota keuangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Dalam pidatonya, Prabowo Subianto menegaskan pentingnya keberhasilan agenda nasional ini dan mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk memberikan informasi yang akurat.
Sensus masif ini menerjunkan sebanyak 251.000 petugas yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Presiden menekankan bahwa keberhasilan sensus ini sangat bergantung pada keterbukaan dan kejujuran masyarakat saat diwawancarai petugas.
Advertisement
"Tidak hanya mengisi formulir sensus sejujur-jujurnya, tetapi juga mengajak orang lain untuk berpartisipasi sejujur-jujurnya," ujar Presiden Prabowo dalam pidatonya, Jumat (14/8/2026).
Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait kerahasiaan informasi finansial, Presiden Prabowo menegaskan bahwa data yang dikumpulkan tidak akan disalahgunakan untuk kepentingan pemantauan harta pribadi maupun penagihan pajak.
"Data ini tidak akan digunakan untuk mengejar kekayaan dan pendapatan pribadi Anda," tegasnya.
Sebaliknya, data akurat hasil Sensus Ekonomi 2026 ini murni dialokasikan sebagai pijakan dasar bagi pemerintah agar dapat menyusun kebijakan dan alokasi anggaran belanja negara yang jauh lebih presisi dan tepat sasaran.
Perkuat Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN)
Selain untuk perencanaan anggaran, hasil dari Sensus Ekonomi 2026 ini memiliki peran vital dalam pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
DTSEN sendiri merupakan basis data terintegrasi resmi milik pemerintah yang memuat profil kondisi sosial, ekonomi, hingga peringkat kesejahteraan (desil) setiap keluarga di Indonesia. Data terpadu ini bersumber dari penggabungan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Penasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE), serta Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), yang disinkronkan langsung dengan data kependudukan Dukcapil.
Dengan DTSEN yang makin akurat dan terbarui lewat Sensus Ekonomi 2026, penyaluran berbagai program bantuan sosial dan intervensi ekonomi pemerintah di masa mendatang dipastikan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan. "Sensus ekonomi 2026 ini sangat penting," tutup Prabowo.