MPR Soroti Pengelolaan SDA hingga Perang Timur Tengah

Hal itu disampaikan Ketua MPR Ahmad Muzani dalam pidato Sidang Tahunan MPR 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 14 Agustus 2026, 14:00 WIB
Ketua MPR RI Ahmad Muzani saat menyampaikan pidato pembuka Sidang Tahunan MPR, di Ruang Rapat Paripurna, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026) (Tangkapan layar Youtube Liputan6).

Liputan6.com, Jakarta - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) memberikan perhatian khusus terhadap pengelolaan kekayaan alam dan tata kelola ekspor Indonesia. Negara diminta memastikan sumber daya alam dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat sekaligus memperkuat penerimaan negara.

Hal itu disampaikan Ketua MPR Ahmad Muzani dalam pidato Sidang Tahunan MPR 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Ia mengatakan pengelolaan sumber daya alam harus berlandaskan keadilan, keberlanjutan, dan kelestarian lingkungan. Hal itu, menurutnya, sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945.

“Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat,” kata Muzani.

Ia kemudian menyoroti kebijakan pemerintah mengenai tata kelola ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Menurut Muzani, kehadiran PT DSI diarahkan untuk meningkatkan penerimaan negara dan memperkuat pengelolaan Devisa Hasil Ekspor (DHE).

“Untuk meningkatkan penerimaan negara, memperkuat pengelolaan Devisa Hasil Ekspor (DHE), mencegah praktik under invoicing dan transfer pricing atau praktik curang yang dilakukan di bawah tangan,” ujarnya.

Muzani menilai tata kelola tersebut juga penting untuk memperkuat posisi tawar Indonesia dalam perdagangan global.

Ia menegaskan pengelolaan kekayaan alam tidak boleh hanya berorientasi pada pemanfaatan sumber daya, tetapi harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Dalam pidatonya, Muzani juga mengingatkan bahwa pembangunan ekonomi Indonesia harus berjalan dengan prinsip keadilan dan keberlanjutan. Pengelolaan sumber daya alam, kata dia, harus tetap memperhatikan kelestarian ekologi.

 

Desak Perang Timur Tengah Dihentikan

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) juga menyerukan penghentian perang di kawasan Timur Tengah. MPR meminta seluruh pihak mengedepankan diplomasi untuk menyelesaikan konflik dan tidak menjadikan perang sebagai jalan keluar.

“Indonesia harus tetap konsisten menolak perang sebagai cara menyelesaikan perselisihan antarnegara,” kata Muzani saat berpidato.

Muzani menegaskan kedaulatan wilayah dan kemerdekaan politik setiap negara harus dihormati. Menurutnya, tidak boleh ada negara yang merasa berhak menentukan nasib bangsa lain.

Karena itu, MPR menyerukan penghentian perang di kawasan Timur Tengah dan belahan dunia lainnya. Muzani meminta diplomasi dikedepankan untuk menyelesaikan berbagai perbedaan.

“Mengutamakan diplomasi sebagai jalan untuk membicarakan semua perbedaan. Kita tidak boleh kehilangan kata dan kesabaran untuk mencari jalan perdamaian melalui meja perundingan,” ujarnya.

Muzani mengatakan perdamaian membutuhkan keberanian untuk menahan diri, kesediaan mendengar, dan kemampuan menempatkan kehidupan manusia di atas ambisi kekuasaan.

“Dunia tidak membutuhkan perang, dunia membutuhkan keberanian untuk berdamai,” tegasnya.

Dalam pidatonya, Muzani juga menyinggung sikap politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.

Menurutnya, Indonesia harus bebas menentukan pendirian berdasarkan kepentingan nasional dan tidak memihak salah satu blok.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya