Prabowo Ungkap BUMN Dipangkas Hemat Rp 50 Triliun: Ada Gaji Direksi sampai Perjalanan Dinas

Prabowo sebelumnya mengaku pemerintah telah menutup 290 BUMN dari 1.074 BUMn di Indonesia. Jumlah tersebut akan kembali dikurangi hingga akhir tahun.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 14 Agustus 2026, 11:03 WIB
Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026, Jumat (14/8/2026).

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah mampu menghemat Rp 50 triliun dari langkah perampingan badan usaha milik negara (BUMN). Ditargetkan penghematan bisa mencapai hingga Rp 70 triliun sampai akhir tahun ini. 

"Dengan perampingan BUMN, hari ini saja kita sudah menghemat biaya overhead sekitar Rp 50 triliun hanya dari biaya gaji direksi, komisaris, sewa gedung, sewa mobil, perjalanan dinas," ujar kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026, Jumat (14/8/2026).

Penghematan yang dicapai pemerintah, kata Prabowo, sejatinya bisa untuk membangun fasilitas rakyat seperti puskesmas, sekolah, renovasi rumah untuk rakyat.

Prabowo sebelumnya mengaku pemerintah telah menutup 290 BUMN dari 1.074 BUMn di Indonesia. Jumlah tersebut akan kembali dikurangi hingga akhir tahun.

“Kita telah tutup 290 BUMN. Pada akhir tahun ini, kita targetkan hanya memiliki paling banyak 300 BUMN. 750 BUMN lebih akan kita tutup,” jelas dia.

Menurut Prabowo, pemerintah hanya akan mempertahankan BUMN yang mampu memberikan nilai tambah. “Hanya yang produktif, hanya yang menciptakan nilai tambah akan kita pertahankan,” ujarnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya