Liputan6.com, Jakarta - Pantun seolah menjadi bagian yang tak pernah dilewatkan para tokoh saat menyampaikan pidato. Di tengah rangkaian pesan politik dan kebangsaan yang serius, pantun kerap diselipkan.
Hal ini terlihat dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Advertisement
Ketua MPR Ahmad Muzani pun tak luput menyelipkan pantun saat hendak menutup pidatonya. Tak hanya satu, dia bahkan menyampaikan tiga pantun sekaligus.
Burung Dara Burung Merpati
Terbang Tinggi ke Langit Timur
Kita Optimis Wujudkan Negeri
Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur
Kuda Sumba Kuda Terkuat
Dibuat Lomba Dapat Piala
Kebijakan Presiden Yang Merakyat
Menjadikan Indonesia Makin Menyala
Buah Nangka Buah Alpukat
Manis Rasanya Bikin Terpikat
Ini Pesan Untuk Seluruh Rakyat
Mari Bersatu Jangan Saling Hujat
Ketua DPD
Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin tak mau kalah. Ia juga menyelipkan pantun saat membuka dan hendak mengakhiri pidatonya.
Kalau Bukan Karena Tinta
Tidak Kutulis Sebuah Puisi
Kalau Bukan Karena Cinta Sama Indonesia
Tidak Mungkin Kita Ada di Sini
Layar Terkembang Mengarungi Nusantara
Ombak Nan Pekat Bergulung Menghempas Selat
Delapan Puluh Satu Tahun Kita Berkarya
Daerah kuat, Indonesia Berdaulat