Pramono Dukung Aparat Berantas Jaringan Narkoba di Kampung Bahari

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung buka suara terkait penggerebekan yang dilakukan BNN di Kampung Bahari.

oleh Wawan Isab RubiyantoWinda NelfiraDiterbitkan 13 Agustus 2026, 18:27 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung gratiskan layanan TransJakarta dan MRT Jakarta selama sepekan. ©Pemprov DKI Jakarta

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung buka suara terkait penggerebekan yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Pramono menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendukung langkah aparat penegak hukum dalam memberantas jaringan narkoba di Ibu Kota, termasuk di Kampung Bahari.

“Jadi Pemerintah DKI Jakarta dalam hal yang berkaitan dengan narkoba, apa pun yang dilakukan oleh aparat penegak hukum, terutama BNN, tentunya kami memberikan support sepenuhnya,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Menurut Pramono, pemberantasan narkoba harus menjadi perhatian bersama. Dia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak atau terlibat dalam peredaran maupun penyalahgunaan narkotika.

“Dan ini menjadi pembelajaran bagi siapa pun untuk tidak terjebak ataupun terlibat dalam persoalan narkoba yang pasti tidak akan membawa kebaikan di kemudian hari,” ujar Pramono.

 

Buru Jaringan Bos Gendut

Gembong Narkoba Kampung Bahari, MR atau 'Bos Gendut' (Istimewa)

Sebelumnya, BNN menangkap gembong narkoba berinisial MR alias Bos Gendut di Kampung Bahari. MR disebut merupakan pemilik 98 kilogram sabu dan memiliki jaringan narkoba lintas provinsi.

Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN Brigjen Roy Hardi Siahaan mengatakan MR merupakan bandar yang memasok narkoba dari luar daerah ke Kampung Bahari.

"Kalau kita mau bicara tentang jaringan yang MR, ini jaringannya di antar provinsi. Karena ada beberapa pelaku yang membawa barang ke Kampung Bahari itu berasal dari provinsi lain," kata Roy dalam jumpa pers, Kamis (13/8/2026).

BNN masih memburu sejumlah pelaku lain yang diduga terlibat dalam jaringan MR. Pengembangan kasus dilakukan untuk mengungkap lebih jauh sindikat tersebut.

"Dan ini sekarang lagi kita kejar. Lagi kita kejar, sehingga ini akan kita kembangkan terus terkait dengan beberapa pelaku lain yang bersama-sama sindikasi terhadap tersangka MR," jelasnya.

Selain memburu jaringan MR, BNN memastikan operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari akan terus dilakukan. Sebab, masih diduga terdapat gembong narkoba lain yang bercokol di kawasan tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya