Dirut BSI Ajak 10 Ribu Mahasiswa UNPAD Kuasai Masa Depan Finansial Sejak Muda

Dirut BSI Anggoro Eko Cahyo mengajak anak muda mulai mengatur keuangan, membangun aset, dan menyiapkan masa depan sejak sekarang.

oleh Wuri AnggariniDiterbitkan 12 Agustus 2026, 13:54 WIB
Dirut BSI Tantang Anak Muda: Jangan Habiskan Masa Muda, Own Your Future!

Liputan6.com, Bandung - Masa muda menjadi waktu penting untuk mulai menentukan arah masa depan, bukan sekadar mengejar pengalaman dan kesenangan. Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) Anggoro Eko Cahyo mengajak generasi muda mengambil kendali atas masa depan finansial sejak dini melalui perencanaan keuangan, pengelolaan waktu, hingga mulai membangun aset.

Pesan tersebut disampaikan Anggoro saat menjadi pembicara dalam Sharing Session Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Padjadjaran (UNPAD) bertajuk “Own Your Future: Small Choices Today, Bigger Possibilities Tomorrow”. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 10 ribu mahasiswa baru UNPAD.

Kehadiran BSI dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Perseroan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Anggoro mengingatkan bahwa setiap orang memiliki modal yang sama setiap harinya, yakni waktu 24 jam. Namun, cara setiap orang memanfaatkan waktu tersebut dapat menentukan kualitas masa depan yang akan dibangun.

“Setiap manusia memiliki waktu yang sama. Yang membedakan adalah bagaimana kita menggunakan waktu tersebut untuk membangun masa depan. Jangan hanya menjadi pengguna masa depan, jadilah pemilik masa depan. Your Future Starts Now,” ujar Anggoro.

Jangan Hanya Punya Uang, Mulai Bangun Aset

Foto dok. BSI

Anggoro menilai generasi muda perlu mulai mengubah cara pandang terhadap uang. Bukan hanya bagaimana mendapatkan dan membelanjakan uang, tetapi juga bagaimana mengubah sebagian penghasilan menjadi aset yang mampu menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang. Menurutnya, kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten sejak muda dapat menghasilkan dampak besar di kemudian hari.

Salah satu instrumen yang dapat dipertimbangkan adalah emas. Anggoro memberikan ilustrasi sederhana mengenai perubahan nilai emas terhadap harga barang. Jika dahulu sebuah mobil senilai sekitar Rp125 juta setara dengan kurang lebih 230 gram emas, maka pada 2025 mobil dengan harga sekitar Rp200 juta hanya setara sekitar 75 gram emas. Ilustrasi tersebut menunjukkan bagaimana emas dapat menjadi salah satu instrumen untuk menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang.

“Anak muda jangan hanya berpikir punya uang, tetapi mulai berpikir punya aset. Jangan menunggu kaya untuk mulai berinvestasi. Justru mulai dari sekarang, dari jumlah yang kecil, tetapi konsisten,” tegas Anggoro.

Sebagai bagian dari upaya memperluas akses generasi muda terhadap instrumen emas, BSI menghadirkan layanan Bank Emas (Bullion Bank) yang memungkinkan masyarakat memiliki emas secara lebih mudah dan terjangkau. Melalui BYOND by BSI, nasabah dapat membeli emas fisik secara digital mulai dari Rp50 ribuan, melakukan jual emas dan transfer gramasi secara realtime 24/7, dengan harga yang kompetitif. Nasabah juga memiliki pilihan untuk mencetak kepemilikan emas fisiknya, mulai dari 2 gram.

Emas Bisa Jadi Bagian dari Perencanaan Keuangan

Menurut Anggoro, emas bukan sekadar instrumen investasi, tetapi dapat menjadi bagian dari perencanaan keuangan untuk berbagai tujuan kehidupan, mulai dari pendidikan, dana darurat, hingga persiapan ibadah haji. Karena itu, literasi keuangan perlu ditanamkan sejak mahasiswa agar generasi muda tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga siap mengelola hasil kerja dan membangun kekayaan secara sehat dan sesuai prinsip syariah.

“Small Choices Today, Bigger Possibilities Tomorrow. Mulai dari mengatur waktu, mengatur pengeluaran, menyisihkan uang, lalu mengubahnya menjadi aset. Masa depan tidak dibangun nanti ketika kita sudah sukses. Masa depan dibangun dari keputusan-keputusan kecil yang kita ambil hari ini,” tutup Anggoro.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya