Liputan6.com, Jakarta - Pihak Istana menggelar gladi kotor perdana menjelang upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RI pada 17 Agustus 2026. Para petugas upacara serta Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) melakukan latihan di halaman Istana Merdeka Jakarta, Selasa (12/8/2026).
Berdasarkan pantauan Liputan6.com, anggota Paskibraka hingga pasukan gabungan TNI-Polri telah memulai gladi kotor sejak pukul 08.00 WIB. Tampak Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memantau prosesi gladi kotor HUT ke-81 RI.
Advertisement
Prosesi gladi mengikuti rangkaian upacara HUT ke-81 RI, mulai dari kirab pasukan dari Monas menuju halaman Istana Merdeka, tanda kebesaran buka, hingga prosesi pengibaran bendera oleh Paskibraka.
Selain itu, terdapat pula penampilan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AU yang rutin dilakukan setiap peringatan HUT RI. Para petugas upacara dan Paskibraka juga melakukan gladi kotor untuk latihan penurunan bendera Merah Putih.
Dalam gladi kotor ini, Paskibraka menampilkan formasi khusus saat pengibaran dan penurunan bendera. Formasi tersebut akan ditampilkan pada HUT ke-81 RI di halaman Istana Merdeka pada 17 Agustus 2026.
Total ada 76 calon Paskibraka yang merupakan putra-putri terbaik dari 38 provinsi di Indonesia. Mereka nantinya dibagi menjadi dua tim, yakni tim untuk upacara pengibaran bendera Merah Putih pada pagi hari dan tim untuk upacara penurunan bendera pada sore hari.
Pendaftar Upacara HUT RI Membludak
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan jumlah pendaftar yang ingin mengikuti upacara HUT ke-81 RI di halaman Istana Merdeka Jakarta pada 17 Agustus 2026 membludak dan melebihi kapasitas yang disiapkan panitia.
Pihak Istana pun akhirnya menambah kuota pendaftar agar semakin banyak masyarakat umum dapat mengikuti upacara HUT ke-81 RI.
"Dapat kami sampaikan karena kapasitas atau luas istana itu juga sangat terbatas, jadi dari agenda atau slot kurang lebih 5.500 yang kita siapkan, pendaftar selama 4 hari dibuka itu mencapai di atas 336.000 pendaftar," kata Prasetyo dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Senin (10/8/2026).
Dia menjelaskan panitia membuat satu blok baru yang dapat menambah kapasitas undangan sebanyak 3.400 orang. Nantinya, masyarakat akan dibagi menjadi dua sesi, yakni untuk upacara pengibaran bendera pada pagi hari dan penurunan bendera pada sore hari.
"Kami memutuskan sebagai panitia akan membuat tambahan satu blok lagi yang kurang lebih kapasitasnya mencapai 3.400," ujarnya.
"Nanti tentu akan kita bagi menjadi dua sesi yaitu upacara pagi dan upacara penurunan bendera untuk menambah atau mengakomodir jumlah supaya jauh lebih banyak masyarakat dapat ikut hadir di Istana," sambung Prasetyo.
Prasetyo pun menyampaikan terima kasih atas antusiasme masyarakat yang berlomba-lomba mendaftar untuk mengikuti upacara HUT RI di Istana.
"Jadi, sekali lagi kami menyampaikan terima kasih. Ini menandakan antusias masyarakat untuk dapat hadir mengikuti peringatan detik-detik proklamasi sangat tinggi," tutur Prasetyo.