Liputan6.com, Jakarta - Program Magang Nasional kembali mendapatkan respons positif masyarakat. Ini ditunjukkan dari jumlah pendaftar untuk program Magang Nasional Angkatan II Batch 1. Program magang nasional itu diserbu oleh 732.483 orang pendaftar. Akan tetapi, hanya sekitar 46.160 orang yang diterima dan ditetapkan sebagai peserta magang.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi, tercatat 732.483 orang melakukan pendaftaran dalam program Pemagangan Nasional Tahun 2026 Batch I Angkatan 2. Dari jumlah tersebut telah dilakukan pemeriksaan persyaratan, sebanyak 244.982 orang dinyatakan eligible untuk mengikuti proses lebih ujar Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, Selasa, 11 Agustus 2026, dikutip Rabu, (12/8/2026).
Advertisement
Ia menambahkan, sebanyak 226.719 orang calon peserta mengajukan lamaran ke berbagai posisi pemagangan yang tersedia. Tercatat, secara keseluruhan terdapat 547.000 lamaran dengan rata-rata 1,93 lamaran aktif untuk setiap pelamar.
Kemudian sebanyak 225.920 orang yang masuk proses rekrutmen peserta magang nasional. Ternyata, hanya sekitar 48.088 orang yang dinyatakan bisa diproses lebih lanjut.
“Setelah verifikasi, sebanyak 46.402 calon diusulkan untuk ditetapkan. Dari jumlah tersebut, Kemnaker melakukan proses seleksi melalui sidang pleno dan menetapkan 46.160 orang dinyatakan lolos sebagai peserta Pemagangan Nasional Angkatan 2 Batch I 2026, sedangkan 242 orang tidak dapat ditetapkan di akhir verifikasi karena tidak memenuhi persyaratan,” ujar Darmawansyah.
Mengutip Antara, program magang nasional ini diluncurkan pada 20 Oktober 2025. Pada pertengahan April 2026, program magang nasional telah merampungkan tahap pertama. Selama enam bulan itu, sebanyak 11.949 orang peserta yang merupakan lulusan baru (fresh graduate) perguruan tinggi mencicipi dunia kerja di lingkungan industri hingga kementerian/lembaga pemerintah.
Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), pengalaman singkat para peserta Magang Nasional Tahap I tersebut ditunjang oleh 1.185 perusahaan yang berpartisipasi sebagai penyelenggara magang dan melibatkan sebanyak 5.267 orang mentor.
Peserta yang menyelesaikan program selama enam bulan akan mendapatkan sertifikat magang, sedangkan peserta yang mengikuti lebih dari tiga bulan, tapi jika kurang dari enam bulan akan memperoleh surat keterangan.
Pemerintah pun melanjutkan program magang nasional angkatan II batch I. Pada angkatan II Batch I, 46.160 peserta yang dinyatakan lolos seleksi ini mulai mengikuti pemagangan selama enam bulan sejak 10 Agustus 2026. Program tersebut melibatkan 3.673 penyelenggara terdiri atas:
- 1.830 perusahaan
- 1.842 kementerian/lembaga
Mereka membukat 28.455 lowongan pemaangan dengan total 54.304 kuota peserta yang terdiri atas:
- 31.251 kuota di perusahaan
- 23.053 kuota di kementerian/lembaga
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menuturkan, capaian itu menunjukkan kuatnya kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menyediakan ruang pembelajaran kerja yang relevan bagi lulusan perguruan tinggi.
“Kepada para peserta, manfaatkan kesempatan ini dengan disiplin, integritas, dan kesungguhan. Jadikan enam bulan pemagangan sebagai pijakan untuk membuktikan kemampuan, memperluas jejaring, dan membangun reputasi profesional,” ujar Yassierli, acara Kick Off dan Orientasi Program MagangHub Angkatan II Batch 1 di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026.
Yassierli: Magang Nasional Tak Boleh Dijalankan sebagai Formalitas Administratif
Yassierli juga menegaskan Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Lulusan Perguruan Tinggi Angkatan II Batch 1 Tahun 2026 tidak boleh dijalankan hanya sebagai formalitas administratif. Program ini harus menjadi ruang pembentukan kompetensi, profesionalisme, dan pengalaman kerja nyata bagi talenta muda Indonesia.
Ia menuturkan,pemagangan merupakan bagian dari paket kebijakan stimulus ekonomi 2026 yang dirancang pemerintah untuk memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi, termasuk lulusan pendidikan profesi, menuju dunia kerja melalui pengalaman kerja langsung dan pembelajaran di tempat kerja.
“Program pemagangan ini merupakan ikhtiar Pemerintah untuk memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi, termasuk pendidikan profesi menuju dunia kerja melalui pengalaman kerja nyata, pendampingan mentor, serta penguatan kompetensi dan budaya kerja,” tegas Yassierli.
Yassierli menekan, kualitas pelaksanaan program harus menjadi perhatian utama seluruh penyelenggara.
“Penyelenggara wajib memberikan pekerjaan yang relevan, mentor yang aktif, pembelajaran yang terarah, dan evaluasi yang konsisten,” tutur dia.
Yassierli juga mengingatkan, pemagangan harus menjadi sarana pembentukan kompetensi dan profesionalisme, bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif.
Kata Pengamat
Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar menyambut positif pelaksanaan Program Magang Nasional. Hal ini dapat meningkatkan skill atau keterampilan peserta Magang Nasional.
"Salah satu cara meningkatkan skill di magang nasional. Ditempatkan di perusahaan untuk belajar dan bekerja, para peserta magang bisa mendapatkan komprehensif tentang kerjanya,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.
Selain itu, Timboel menuturkan, peserta magang nasional juga mendapatkan uang saku minimal upah minimum. Hal ini dapat meningkatkan konsumsi di masyarakat yang menopang pertumbuhan ekonomi.
"Pertumbuhan ekonomi kita didukung konsumsi rumah tangga. Dengan uang saku yang didapatkan peserta magang nasional dapat meningkatkan konsumsi sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi karena uang dan barang bergerak,” kata dia.
Di sisi lain, Timboel juga menilai dengan pelaksanaan magang nasional ini juga dapat menyiapkan tenaga kerja yang terampil. Jadi ketika investor sudah siap berinvestasi di Indonesia juga dapat menyerap tenaga kerja lokal yang terampil.
“Magang ini siapkan skill juga ketika investasi datang bisa memeuhi kebutuhan yang diperlukan dunia usaha dan industri, para investor tidak melakukan proses pelatihan sendiri,” kata dia.
Seiring jumlah pendaftar yang besar dalam program magang nasional ini, Timboel menilai antusias besar dari masyarakat. Seiring hal itu, ia mengingatkan pemerintah untuk transparan dalam menerima peserta magang nasional. Ia mengatakan, pemerintah harus menjelaskan kriteria untuk dapat diterima sebagai peserta magang nasional dan juga dapat menjelaskan kepada peserta jika tidak diterima magang nasional.
“Keterbatasan anggaran tentunya APBN mungkin belum bisa menerima semua. Ketika harapan bisa dikelola dibuat secara transparan soal penerimaan magang nasional,” tutur Timboel, ditulis Rabu (12/8/2026).
Harus Ada Jaminan
Sementara itu, Ekonom Indef Nailul Huda menuturkan, program magang nasional ini harus ada jaminan, perusahaan akan menjadikan peserta magang sebagai pekerja tetap. Ia mengatakan, alasannya adalah untuk menghindari perusahaan hanya memanfaatkan program ini guna memangkas biaya produksi selama beberapa bulan. Sehingga tidak dipandang sebagai subsidi pemerintah ke perusahaan.
"Outputnya ada di ekonomi kita, namun outcomenya lebih banyak dinikmati oleh pemodal. Jadi ini negara “mensubsidi” sektor swasta untuk membuat produk namun tidak ada kepastian karier dari SDM-nya. Maka, saya rasa penting untuk pemerintah pastikan terlebih dahulu bagaimana karier ke depan peserta magangnya,” kata dia.
Sementara itu, salah satu peserta magang nasional 2026, lulusan Universitas Indraprasta PGRI Ana Sintia (21) mengikuti program magang nasional untuk memperdalam dan mengetahui alur kerja.
Seiring hal itu, ia memilih jurusan sesuai kuliah. Dengan program magang nasional ini ia berharap dapat membuat peluang karier di masa depan. “Harapannya bisa belajar, memahami pekerjaan, berkarier dan menjadi karyawan tetap,” kata dia.
Pendaftaran Magang Nasional Batch 2 Angkatan 2
Adapun pemerintah juga memberikan sinyal untuk pembukaan pendaftaran program Magang Nasional Angkatan 2 Batch II.
Yassierli menyampaikan proses menuju pembukaan Magang Nasional Angkatan 2 Batch II dimulai sejak pekan ketiga Agustus 2026, bulan ini.
“Mulai minggu depan insyaallah perusahaan-perusahaan akan kita minta mulai mendaftar ulang,” kata Yassierli.
Pendaftaran bagi perusahaan menjadi tahap paling awal untuk melihat jenis pekerjaan yang menerima peserta magang. Sementara itu, pendaftaran bagi peserta akan dibuka sekitar 20 September 2026 dengan kuota sebanyak 50 ribu orang.
“Target kita sekitar 20-an September kita akan mulai lagi batch kedua, 50 ribu yang kedua,” ujar Yassierli.