Liputan6.com, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Lulusan Perguruan Tinggi Angkatan II Batch 1 Tahun 2026 tidak boleh dijalankan hanya sebagai formalitas administratif. Program ini harus menjadi ruang pembentukan kompetensi, profesionalisme, dan pengalaman kerja nyata bagi talenta muda Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Yassierli dalam acara Kick Off dan Orientasi Program MagangHub Angkatan II Batch 1 di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Jakarta, Selasa (11/8/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Advertisement
Menurut Yassierli, pemagangan merupakan bagian dari paket kebijakan stimulus ekonomi 2026 yang dirancang pemerintah untuk memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi, termasuk lulusan pendidikan profesi, menuju dunia kerja melalui pengalaman kerja langsung dan pembelajaran di tempat kerja.
“Program pemagangan ini merupakan ikhtiar Pemerintah untuk memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi, termasuk pendidikan profesi menuju dunia kerja melalui pengalaman kerja nyata, pendampingan mentor, serta penguatan kompetensi dan budaya kerja,” tegas Yassierli.
Ia menekankan bahwa kualitas pelaksanaan program harus menjadi perhatian utama seluruh penyelenggara.
“Penyelenggara wajib memberikan pekerjaan yang relevan, mentor yang aktif, pembelajaran yang terarah, dan evaluasi yang konsisten,” ujarnya.
Yassierli juga mengingatkan bahwa pemagangan harus menjadi sarana pembentukan kompetensi dan profesionalisme, bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif.
Diikuti 46.160 Peserta Selama Enam Bulan
Pada Angkatan II Batch 1, sebanyak 46.160 peserta dinyatakan lolos seleksi dan mulai mengikuti pemagangan selama enam bulan sejak 10 Agustus 2026.
Program ini melibatkan 3.672 penyelenggara, terdiri atas:
- 1.830 perusahaan
- 1.842 kementerian/lembaga
Mereka membuka 28.455 lowongan pemagangan dengan total 54.304 kuota peserta, yang terdiri atas:
- 31.251 kuota di perusahaan
- 23.053 kuota di kementerian/lembaga
Menaker menilai capaian tersebut menunjukkan kuatnya kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menyediakan ruang pembelajaran kerja yang relevan bagi lulusan perguruan tinggi.
“Kepada para peserta, manfaatkan kesempatan ini dengan disiplin, integritas, dan kesungguhan. Jadikan enam bulan pemagangan sebagai pijakan untuk membuktikan kemampuan, memperluas jejaring, dan membangun reputasi profesional,” pesan Yassierli.
Pengawasan Kualitas Mentor
Setelah program dimulai, Kemnaker akan memfokuskan pengawasan pada kualitas pendampingan mentor, kesesuaian tugas yang diberikan, serta efektivitas evaluasi peserta selama mengikuti pemagangan.
Kemnaker berharap Program MagangHub tidak hanya memberikan pengalaman kerja sementara, tetapi juga dapat menjadi talent pipeline bagi perusahaan dan instansi penyelenggara dalam merekrut talenta muda yang siap kerja.